Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Filipina Tangkap 5 WNI Membawa Bahan Peledak

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 19 Juni 2003 09:57 9:57 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 19 Juni 2003 09:57
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Kepolisian Filipina Rabu (18/6) mengatakan bahwa mereka berhasil menahan sekurang-kurangnya lima pria asal Indonesia di Filipina Selatan dengan tuduhan membaha bahan peledak.

Tiga dari pria WNI itu ditangkap Selasa di kota pelabuhan Jenderal Santos. Bersama mereka ditemukan satu tas kulit berisi bahan peledak bom yang dibungkus dengan plastik, kata Kombes Rodolfo Tor, kepala polisi wilayah.

WNI tersebut yang berusia antara 19 dan 20 tahun ditahan di satu tempat di dekat terminal bus setelah dilakukan pengintaian beberapa hari, kata Inspektur Senior George Aquisap, kepala polisi kota.

Seorang pria lainnya ditangkap di tempat lain di kota itu dalam kelanjutan operasi Selasa malam, kata Aquisap. Seorang petugas intelijen polisi mengatakan tersangka kelima juga berhasil terjaring.

Petugas intelijen mengatakan kelima pria Indonesia itu -semuanya kelahiran Filipina- memiliki keluarga berdarah Filipina dari ayah berkebangsaan Indonesia dan ibu berkebangsaan Filipina.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Aquisap mengatakan tidak diketahui pasti apakah para tersangka berencana untuk memasang bom di Jenderal Santos atau membawanya ke Davao. Terminal bus hanya digunakan oleh bus yang berangkat menuju Davao.

“Kemungkinan bahwa mereka akan menempatkan bahan peledak tersebut di bus yang akan pergi ke Davao atau mereka hanya akan meninggalkannya di sana di stasiun Bulaong,” kata Aquisap kepada The Associated Press. “Semua itu baru kemungkinan.” Lanjut ke hal 2 kol. 2

Komplotan pemboman itu muncul ketika kelompok separatis Front Pembebasan Islam Moro (MILF) dan pemerintah kelihatannya akan menjajaki kemungkinan pembukaan kembali perundingan damai yang terhenti.

Mereka berasal dari kelompok Islam garis keras. Kelimanya “memiliki bahan peledak yang dimodifikasi seperti kepala granat berpeluncur roket anti-personel,” kata Wakil Kepala Staf Angkatan Bersenjata Filipina, Letjen Rodolfo Garcia.

Kelima tersangka komplotan pembom itu adalah Yustinos Barahama, 18, Alan Panggilawan, 19, dan Mark Panggilawan, 18, yang ditangkap di stasiun bus Selasa, kata jenderal itu kepada para wartawan. Berdasarkan informasi dari mereka, polisi menggerebek desa dekat tempat kejadian dan menangkap dua orang lainnya, Charlito Panggilawan, 18, dan Jun Parida, katanya.

Polisi sedang melakukan penyidikan apakah warga Indonesia itu anggota jaringan Jamaah Islamiyah (JI) yang dituduh melakukan serangkaian pemboman di Indonesia, ujarnya.

Pemerintah Filipina juga ingin mengetahui apakah para pemuda belasan tahun itu memiliki peran dalam sejumlah serangan pemboman mematikan di pulau Mindanao, Filipina Selatan, di mana hampir 100 orang tewas sejak Maret lalu, kata Garcia kepada para wartawan.

Sebelumnya Rabu, juru bicara Front Pembebasan Islam Moro (MILF), Eid Kabalu membantah tuduhan bahwa kelompoknya yang bermarkas di Mindanao telah melatih para anggota JI di kamp-kamp tempat latihan organisasi itu di pulau tersebut.

MILF telah melakukan perang gerilya selama 25 tahun untuk mendirikan satu negara Islam di wilayah selatan Filipina yang penduduknya terbesar ketiga beragama Katholik Roma di dunia.

Bantah latih pembom Indonesia

Kelompok gerilyawan Muslim yang beroperasi di wilayah Filipina Selatan Rabu membantah tuduhan bahwa mereka telah melatih anggota JI yang saat ini sedang diadili karena melakukan pemboman di Indonesia.

Front Pembebasan Islam Moro (MILF) juga membantah bahwa mereka memiliki hubungan dengan Abubakar Baashir yang dituduh sebagai pemimpin JI dan saat ini sedang menjalani proses pengadilan di Jakarta.

“Kami membantah adanya keterlibatan atau kontak dengan JI,” kata jurubicara MILF Eid Kabalu melalui saluran TV ABS-CBN. “Tidak ada kebutuhan bagi MILF untuk membina hubungan dengan sejumlah organisasi lain,” kata Kabalu. MILF yang diyakini didukung sekitar 12.500 orang itu, sejak 25 tahun lalu mengangkat senjata terhadap pemerintahan pusat di Manila untuk memperjuangkan suatu negara yang terpisah di Filipina selatan.

Beberapa tahun lalu, kepolisian Filipina juga menangkap dua aktifis Islam asal Indonesia, Tamsil Limrung dan Agus Dwikarna dengan tuduhan yang sama. Seperti diakui Tamsil di beberapa surat kabar dan media massa, tuduhan atas penangkapannya itu diakui sebagai rekayasa intelijen.

Sebab menurut Tamsil, beberapa menit setiba dirinya turun dari pesawat terbang, beberapa orang tidak dikenal lantas memasukkan beberapa barang ke dalam kopornya yang kemudian menjadikannya dituduh sebagai pembawa bom.

Filipina, merupakan salah satu negara di Asia yang mengatakan diri sebagai saudara kandung Amerika Serikat (AS). Semenjak AS dipimpin Geroge W Bush, Filipina nampaknya sejalan dengan AS untuk memberangus gerakan Islam. (ap/wpd/cha)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 15 Wartawan Republika Mendadak Dipecat
Tulisan selanjutnya Pasukan AS Tembak Mati Pengunjukrasa di Baghdad

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Lebih dari 160 Atlet Irlandia Serukan Boikot Laga Lawan ‘Israel’

Berita
22 September 2026 16:30
Menentang Wajib Militer Para Pelajar Jerman Mogok Sekolah
Kebutuhan Dai Masjid Ibukota Mendesak, DPW Hidayatullah DKI Jakarta Gagas Madrasah Muballigh Muda
Presiden Brazil Teken Larangan Judi Online
MUI Dorong Percepatan Sertifikasi Halal Program MBG

Terbaru

  • Uganda Tangguhkan Kerja Sama Militer dengan Turki Terkait Ekstradisi Pengkritik Presiden Museveni
  • Presiden Brazil Teken Larangan Judi Online
  • Pemerintah Italia Setuju Larangan Burqa dan Niqab, Serta Pembatasan Siswa Asing
  • Pos Polisi Pakistan Dibom Sedikitnya 11 Nyawa Melayang
  • Orang Terkaya Afrika Bantu Pembangunan Jaringan Pipa BBM antara Ethiopia dan Djibouti
  • Patuhi Sanksi Amerika, UEA Larang Penerbangan Iran
  • Menentang Wajib Militer Para Pelajar Jerman Mogok Sekolah
  • Lewat MIHAS, Malaysia Bidik Penguatan Jejaring Halal Dunia
  • Buka MIHAS 2026, Wakil PM Malaysia Dorong Pembentukan ASEAN Halal Council
  • Hujan Deras Merendam Bangkok

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?