Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Negara Arab Pejamkan Mata Meski Warga Iraq Dibantai

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 14 April 2004 17:07 5:07 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 14 April 2004 17:07
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Pemerintahan Arab Saudi dilaporkan bediam diri dan tak berkutik terhadap teror tentara AS di Iraq, meski korban pembantaian negara penjajah itu telah mencapai 600 orang, lapor AFP.

Dalam sebuah pernyataan, Sekjen Liga Arab Amr Musa mendesak agar bangsa-bangsa bersatu campur tangan dan menghentikan keadaan yang bertambah buruk di Iraq.

Musa juga mengatakan, “orang Arab tidak harus berdiam diri dalam keadaan yang tidak boleh diterima seperti ini.”

Seketaris Jenderal Lembaga Kerjasama Negara Teluk (CCG), Abdulrahman al-Attiya minggu lalu meminta semua pihak ikut terlibat menghentikan tindakan ganas tentara AS dan meminta rakyat Iraq meletakkan kepentingan kebangsaan di atas segala-galanya.

Libya yang mengisytiharkan Sabtu lalu sebagai hari berkabung terhadap kebiadaban AS di Iraq bahkan tidak berani mengkritik operasi tentera AS di negara itu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Hingga kini, tak ada satu negara Arab pun yang berani mengeluarkan pernyataan keras terhadap kekejaman pasukan penjajah AS. Jum’at kemarin, sekutu utama AS, Rusia sempat mendesak tentera penjajah AS supaya jangan bertindak di luar batas dan menghentikan serangan.

Beberapa pakar politik mengatakan, pemerintahan negara-negara Arab tidak berani bersuara karena takut kepada Washington.

“Pemerintahan Arab ingin hubungan baik dengan AS,” kata Mustafa Kamil al-Said, dosen fakultas ekonomi dan sains politik Universiti Kaherah pada AFP.

“Banyak pemerintah negara Arab sangat bergantung kepada AS untuk bantuan kuangan, dan yang lain ingin hubungan buruk mereka dengan Washington semakin bertambah baik,” katanya.

Anggota Lembaga Kajian Strategis al-Ahram, Wahid Abdul Megid, tidak setuju bahwa negara Arab takut kepada AS Syarikat. Sebaliknya, beliau mengatakan, banyak negara Arab. Wahid bahkan menyalahkan Iran yang dianggap telah menghasut Muqtadar al-Sadr supaya merampas beberapa kota di selatan Iraq daripada tentera Bulgaria, El Salvador, Spanyol dan Ukraina.

Indonesia, meski dikenal paling besar jumlah penduduk Islam di dunia dan dihormati negara-negara Islam karena memiliki solidaritas tinggi, hingga kini, tak menyiratkan tanda-tanda kecaman atas kebiadaban AS dan tentaranya.

Hingga hari ini, dikabarkan telah 600 lebih rakyat sipil Iraq meninggal dunia akibat keganasan tentara AS di Iraq. (Afp/cha)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Survey: Mega Sudah Tak Punya Harapan
Tulisan selanjutnya AS Minta Dukungan Iran dan Siap Serang Najaf

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha

Berita
5 Juni 2026 08:20
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Terbaru

  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?