Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tsaqafah

Physical Distancing Zaman Ibnu Hajar Al-Asqalani

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 6 April 2020 23:28 11:28 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 7 April 2020 08:00
Bagikan
Bagikan

Mahmud Budi Setiawan

 

Tulisan ini bukan hendak menceritakan kejadian baru-baru ini terkait corona atau covid-19 yang memerlukan tindakan pencegahan seperti Physical distancing.

Jauh sebelum itu, Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-Asqalany dalam buku “Badzlu al-Maa’un fii Fadhli ath-Thaa’uun” (328-330) telah menceritakan betapa bahayanya berada dalam kerumunan di saat menjangkitnya wabah.

Bahasa kita sekarang adalah Physical Distancing atau mengisolasi diri menjaga jarak dan tidak mendekati kerumanan sebagaimana anjuran pemerintah dan majelis ulama, bahkan pemuka agama lain, meski itu dalam ranah ibadah.

Baca Juga

Maulid Nabi dan Kritik Agus Salim: Mengapa Kita Tertinggal dari Barat?
Buya Hamka: Hari Raya sebagai Cermin Kekuatan Batin Bangsa
Salaf Saleh dan Tafsir Kata Ulil Amri
Ulama Sufi dan Islam Nusantara
Amalan di Bulan Muharram yang Dapat Kita Lakukan

Pada tahun 749 H, saat wabah tha’un menjangkiti wilayah Damaskus, ada sekelompok masyarakat berikut para tokoh dalam negeri yang pergi ke padang pasir untuk berdoa meminta hujan, karena pada waktu itu kondisinya lagi kemarau panjang. Acara berjalan lancar sebagaimana mestinya.

Di luar dugaan, dampak dari perkumpulan ini membuat penyebaran wabah tha’un semakin pesat. Padahal, sebelum mereka berkerumun untuk shalat istisqa, wabah masih tidak terlalu banyak penyebarannya.

Penulis jadi ingat hadits Nabi Muhammad:

فِرَّ مِنَ الْمَجْذُومِ فِرَارَكَ مِنَ الْأَسَدِ

“Jauhilah penyakit kusta sebagaimana engkau lari dari kejaran singa.” (HR. Ahmad) Hadits ini secar implisit mengisyaratkan betapa pentingnya menjaga jarak terhadap penyakit menular. Apalagi, ketika sudah menjadi pandemic global.

Lanjut ke kisah Ibnu Hajar. Bahkan kata beliau, peristiwa serupa pernah terjadi pada zaman beliau. Pada tanggal 27 Rabiul Akhir tahun 833 H, kota Kairo terjangkit wabah tha’un.

Awalnya, yang meninggal akibat dampak wabah ini tidak sampai 40 orang. Namun, kondisinya cepat berubah saat ada orang-orang yang keluar ke padang pasir pada tanggal 4 Jumadil Ula. Tepatnya setelah puasa 3 hari sebagaimana kasus dalam shalat istisqa tadi.

Di situ mereka berkumpul, berdoa dan berdiam sekitar satu jam lalu mereka kembali ke rumah masing-masing. Akibatnya, tidak sampai satu bulan jumlah orang yang mati bertambah banyak. Kenaikannya begitu drastis. Awalnya tidak sampai 40, namun setelah kejadian itu menjadi setiap hari yang mati lebih dari seribu, kemudian terus bertambah.

Akibat ada kejadian itu, ulama setempat diminta berfatwa mengenai hukum melakukan ibadah tersebut bersamaan dengan merebaknya wabah di dalam negeri. Sebagian berpendapat hal itu boleh dan disyariatkan dengan menggunakan dalil-dalil umum.

Sementara ulama yang lain berpendapat lebih baik tidak berkumpul dulu karena khawatir terjadi fitnah dan bisa menghindari bahaya penyularan wabah.

Ibnu Hajar Al-Asqalani setuju dengan pendapat kedua ini. Sembari menambahkan bahwa beliau belum menemukan nash tegas dan khusus terkait amalan berkumpul di gurun untuk berdoa meminta hujan. Bahkan tak canggung beliau mengatakan amalan itu bid’ah.

Bahkan, jauh sebelum zaman Ibnu Hajar, Amru bin Ash Radhiyallau ‘anhu sudah melakukannya. Dalam hadits riwayat Ahmad diceritakan intruksi Amru melalui pidato. Katanya, “Wahai manusia! sesungguhnya jika wabah ini menjangkiti (di suatu negri) maka dia akan melahap sebagaimana menyalanya api, maka menghindarlah kalian ke gunung-gunung.”

Orang-orangpun keluar berpencar darinya, kemudian Allah melenyapkan wabah tersebut dari mereka. Ketika pendapat ‘Amru tersebut sampai kepada Umar bin Khaththab, demi Allah dia tidak membencinya. Ini menunjukkan betapa pentingnya Physicaldistancing di saat pandemi global. Apalagi pemerintah dan MUI sudah bersepakat untuk masalah itu.

Sebagai catatan penting, ketika orang melakukan proteksi atau pencegahan seperti ini, bukan berarti takut kepada corona atau lari dari takdir Allah. Sebab, ada banyak hadits Nabi yang menerangkan betapa pentingnya upaya preventif agar bisa selamat dari wabah.

Sikap Ahlus Sunnah adalah tengah-tengah antara Jabariyah dan Qadariyah. Bagi yang berideologi jabariyah, akan menafikan usaha karena semua atas kehendak Allah. Akibatnya, ketika ada wabah, pasrah mutlak. Kalau Allah menghendaki sakit, walau tidak berada di kerumunan pasti sakit. Sebaliknya, kalau tidak dikehendaki sakit, meski di kerumunan pasti tidak akan sakit.

Sedangkan Qadariyah berpandangan manusialah yang menjadi pusat penentu ikhtiyar. Sebagai subyek yang menentukan ikhtiyar. Orang yang berideologi ini, di saat pandemi seperti ini fokusnya hanya bagaimana usaha maksimal agar terbebas dari pandemi. Mereka ini mendewakan usaha manusia.

Adapun Ahlus Sunnah berada di titik tengah. Tetap meyakini bahwa segala sesuatu itu tidak lepas dari takdir dan ketetapan Allah, tapi juga tidak menafikan usaha. Meski yakin sepenuhnya wabah ini datangnya dari Allah, tapi mereka juga berusaha untuk melindungi diri dari wabah. Sebagaimana kata Umar ketika ditanya apakah mau lari dari takdir Allah oleh Abu Ubaidah bin Jarrah. Beliau menjawab, “Aku lari dari takdir Allah (yang buruk), menuju takdir Allah yang lain (yang baik).”*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:covid-19Ibnu HajarkitabPhsycal distancing
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya WHO: Afrika Tidak akan Jadi Lahan Uji Coba Vaksin
Tulisan selanjutnya Ilmuwan AS mengatakan China Menghambat Pencarian Asal Virus

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa

Berita
31 Agustus 2026 06:11
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
Nyamuk Datang Naik Pesawat Dua Pekerja Bandara Jerman Meninggal Karena Malaria
Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

ArtikelTsaqafah

Pengaruh Freemason dalam Wacana Pluralisme Agama (2)

5 Januari 2023 14:30
ArtikelTsaqafah

Pengaruh Freemason dalam Wacana Pluralisme Agama (1)

5 Januari 2023 13:30
Tsaqafah

Ijtihad sebagai Solusi Persoalan Umat

29 Desember 2022 19:00
Tsaqafah

Bahaya Sekularisasi dan Sekularisme

26 Desember 2022 13:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?