Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

WHO: Afrika Tidak akan Jadi Lahan Uji Coba Vaksin

Ama Farah
Terakhir diupdate: 7 April 2020 07:38 7:38 am
Ama Farah
Dipublikasikan 7 April 2020 07:24
Bagikan
Stacy Erholtz, salah satu dari dua pasien, yang menerima uji coba virus campak untuk mengobati penyakit multiple myeloma yang dideritanya selama 10 tahun. Enam bulan setelah mendapatkan suntikan virus campak, ia dinyatakan bebas dari penyakit kankernya.
Bagikan

Hidayatullah.com—Pimpinan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan mengecam komentar “rasis” dua dokter Prancis yang menyarankan agar vaksin coronavisus bisa diujicobakan di Afrika.

“Afrika tidak bisa dan tidak akan menjadi lahan uji coba vaksin apapun,” kata Dirjen WHO Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus, seperti dikutip BBC Senin (6/4/2020).

Pernyataan-pernyataan kedua dokter dalam sebuah acara debat di televisi itu mengundang kecaman dari banyak kalangan. Kedua ilmuwan itu dituding memperlakukan orang-orang Afrika seperti kelinci percobaan.

Jean-Paul Mira, kepala unit perawatan intensif di Rumah Sakit Cochin di Paris, dan Camille Locht, kepala riset di lembaga penelitian kesehatan Inserm, keduanya mengatakan kepada stasiun televisi Prancis agar vaksin-vaksin yang dibuat untuk coronavirus diujicobakan di negara-negara Afrika. [Baca selengkapnya: Dokter Prancis Usul Vaksin Coronavirus Diujicobakan di Afrika]

Salah satu dari mereka kemudian mengutarakan permintaan maaf.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Ketika ditanya tentang pernyataan kedua dokter tersebut dalam keterangan pers WHO tentang coronavirus, pimpinan WHO itu tampak berwajah marah, menyebut pernyataan itu sebagai “ocehan mabuk” yang berasal dari “mentalitas kolonial.” Sebagaimana diketahui Prancis pernah menjadi negara Eropa dengan wilayah jajahan terbanyak di Benua Afrika.

“Sangat tidak patut, memuakkan, mendengar komentar semacam itu di era abad ke-21. Kami mengecamnya dengan kecaman terkeras, dan kami akan memastikan hal ini tidak akan terjadi,” tegas Dr Tedros.

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AfrikacoronavirusvaksinWHO
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Gejala Covid-19 Memburuk PM Inggris Boris Johnson Dimasukkan ke ICU
Tulisan selanjutnya Physical Distancing Zaman Ibnu Hajar Al-Asqalani

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Serangan Drone dari Iraq Merusak Pipa Minyak Arab Saudi, Melukai Sejumlah Orang

Berita
12 September 2026 17:33
Mahkamah Agung Tunisia Tolak Kasasi Puluhan Lawan Politik Presiden Kais Saied
Pameran Kaligrafi Internasional 2026 di Semarang Hadirkan 250 Karya dari 50 Negara
Warga Thailand Demo Kedutaan ‘Israel’, Protes Kelakuan Wisatawan Zionis
Tembak Jatuh Drone Houthi di Dekat Mekkah, Saudi Tegaskan Tanah Suci sebagai “Garis Merah”

Terbaru

  • Al-Azhar Kecam Serangan ke Arab Saudi, Minta Semua Pihak Tahan Diri
  • Berkedok ‘Melindungi Alam’, Organisasi Lingkungan ‘Israel’ Desak Zionis Kuasai Cadangan Air Palestina
  • Tembak Jatuh Drone Houthi di Dekat Mekkah, Saudi Tegaskan Tanah Suci sebagai “Garis Merah”
  • Ulama Sunni Iran Dibunuh, Pihak Berwenang Sebut Pelaku “Tentara Bayaran Zionis”
  • Arab Saudi Keluarkan Peringatan Serangan Udara, Mekkah dan Jeddah Siaga
  • Kemenhaj Luncurkan Layanan Pengaduan Bongkar Mafia Haji dan Umrah
  • Ketahanan Keluarga Harus Dibangun dengan Akidah, Syariat, dan Akhlak
  • MUI Sebut Danantara Syariah Harus Jadi Kekuatan Ekonomi Riil Umat
  • Pameran Kaligrafi Internasional 2026 di Semarang Hadirkan 250 Karya dari 50 Negara
  • MUI Tegaskan Peringatan Maulid Nabi Tak Semestinya Bernuansa Satanic

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?