Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Analisis

Permasalahan India, Menyalahkan Muslim

Rofi' Munawwar
Terakhir diupdate: 7 Juni 2020 15:23 3:23 pm
Rofi' Munawwar
Dipublikasikan 7 Juni 2020 15:23
Bagikan
Masjid Jama di Kota Hyderabad, India.
Bagikan

Oleh: Jyoti Yadav

 

Hidayatullah.com | INDIA BARU mempunyai solusi baru – menyalahkan Muslim, jika memungkinkan. Jika anda memiliki masalah atau terjebak dalam situasi sulit, anda hanya perlu mencari seorang Muslim untuk disalahkan. Anda tidak hanya secara efektif menyelesaikan situasi itu, anda dapat mengaktifkan ‘pejuang’ Hindu di media sosial, dan mendorong polisi dan pemerintah untuk bertindak.

Apakah anda ikut terluka dengan berita kematian seekor gajah hamil di distrik Palakkad di Kerala setelah secara tidak sengaja memakan buah nanas berisi peledak dan disebarkan agar menimbulkan kemarahan? Fakta bahwa tidak ada satupun yang merayakan kematian gajah, tidak seperti mereka yang mendapat kenikmatan dari kematian ratusan warga Pakistan dalam kecelakaan pesawat di Karachi di baru-baru ini, pasti mengecewakan.

Yah, India beruntung. Medianya memainkan perannya dengan mengubah lokasi dari insiden kematian gajah itu dari Palakkad ke Malappuram – sebuah distrik mayoritas Muslim. Yang dibutuhkan sekarang adalah mengeksplotasi berita itu, dan menyebarkan rumor bahwa itu adalah pekerjaan seorang ‘Muslim’. Media juga membantu anggota parlemen Partai Bharatiya Janata (BJP) Maneka Gandhi – seorang aktivis hak-hak hewan dan mantan menteri – maju untuk mendukungnya, dan juga menambahkan lapisan baru sudut pandang komunal ke dalam kisah kematian gajah itu dengan memasukkan aliran informasi salah yang tak berujung tentnag Malappuram yang didominasi Muslim.

Baca Juga

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Sidang Umum PBB UNGA
Mimpi Buruk Israel: Turki Bangkit Jadi Kekuatan Baru Timur Tengah
Strategi Ibrahim Traoré: Tinggalkan Penjajah Prancis, Dekati Rusia
“Gubernur Konten”,  Antara Pencitraan, dan Polarisasi Digital
Kampanye Digital Masif dari Arab Diluncurkan untuk Menjatuhkan Sinwar dan Hamas
NAS Daily Terima Penghargaan dari Lobi ‘Israel’

Tidak lama, menteri BJP lain seperti Prakash Javadekar, pemimpin partai, nasionalis abadi Akshay Kumar, dan olahragawan seperti Virat Kohli muncul di media sosial meneriakkan suara hati mereka – setelah diam selama dua bulan ketika ratusan buruh dan warga miskin India tewas di jalanan atau di kereta karena pemerintah Narendra Modi tidak dapat berbuat banyak setelah mengumumkan penguncian wilayah ketat untuk melawan pandemi virus corona. Untuk membuat kisah ‘Muslim yang bertanggungjawab’ lebih kredibel, jurnalis pro-pemerintah seperti Deepak Chaurasiya mengumumkan bahwa dua Muslim telah ditahan. Apakah akan menjadi perhatian kalau polisi telah menangkap satu orang dan dia bukan Muslim?

Sebuah Strategi Efektif

Sudut pandang ‘Muslim’ ini memastikan bahwa tidak hanya para menteri yang sebelumnya diam menjadi aktivis dalam semalam, menjanjikan bahwa pemerintah Modi “tidak akan membiarkan satupun pelaku lolos” dalam menyelidiki kematian hewan tersebut, tetapi bahkan masyarakat mayoritas mendapatkan masalah baru untuk semakin mendorong kefanatikan.

Namun kemarahan publik ini selain komunal, ini juga sangat selektif. Para buruh Lakh berjalan kaki ribuan kilometer untuk mencapai rumah mereka di kampung setelah lockdown  diumumkan namun tidak ada seorangpun pejabat atau pemimpin yang bertanggungjawab terhadap kesengsaraan yang mereka alami.

Ketika pandemi virus corona merebak pada Januari dan sejumlah negara dunia mulai mengambil langkah pencegahan, India sibuk menyambut Presiden AS Donald Trump di akhir Februari. Bulan berikutnya, pada 11 Maret, markas BJP menunggu kedatangan Kongres impor Jyotiraditya Scindia untuk secara resmi bergabung dengan partai sementara tidak khawatir tentang pandemi.

Dan kemudian datanglah berita tentang pertemuan Jamaah Tabligh (JT), yang diselenggarakan pada 13-15 Maret, dan laporan bahwa beberapa dari yang hadir teruji positif Covid-19. Sekarang, seluruh negeri menyadari bahayanya virus corona, belajar tentang social distancing (pembatasan sosial) dan mengapa harus mengenakan masker atau menghindari pertemuan agama, dan pentingnya untuk melaporkan apapun kepada polisi. Sejak itu, permainan menyalahkan Jamaah Tabligh tidak berhenti, dengan kepala menteri di negara-negara bagian yang dipimpin BJP – dari Uttar Pradesh dan Gujarat hingga Madhya Pradesh dan Uttarakhand – meminta mereka bertanggung jawab atas penyebaran virus corona.

Tidak sampai di situ saja, pemerintah Modi juga telah membuat daftar hitam sekitar 2.600 anggota Jamaah Tabligh yang tidak akan bisa masuk ke India selama 10 tahun ke depan.

Mendorong Polisi untuk Bertindak

Solusi ‘menyalahkan Muslim’ India juga terbukti menjadi alat yang efektif dalam menegakkan hukum. Dalam sebuah kasus kematian yang mencurigakan, jika polisi tidak mengambil tindakan apapun selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan, maka cukup salahkan Muslim dan semua bagian pemerintah akan segera bertindak.

Seorang anak laki-laki tenggalam di Gopaganj, Bihar pada Maret namun hanya sedikit kejelasan ditemukan dalam penyelidikan polisi. Kemudian sebuah situs bernama OpIndia, yang dikenal menyebarkan berita palsu, memuat berita yang menyatakan bahwa anak laki-laki itu “dikorbankan” di masjid dan pasukan polisi dengan cepat bertindak untuk menyelesaikan kasus tersebut. Dalam beberapa hari, Direktur Jenderal Polisi Bihar secara pribadi mengunjungi desa itu dan memastikan bahwa korban memang tenggelam dan tidak ada keterlibatan ‘Muslim’ dalam kematian itu.

Jika ada masalah dalam hubungan pasangan antaragama, yang disalahkan sang pria Muslim dan hubungan mereka akan disebut ‘love jihad’ atau ‘jihad cinta’. Masyarakat Hindu akan bergotong royong ‘membantu’ perempuan itu untuk mendapatkan ‘keadilan’.

Apakah anda ingin kuil lokal anda yang selama bertahun-tahun tidak didatangi orang direvonasi? Gunakan kekuatan yang diberikan kepada anda oleh WhatsApp untuk menyebarkan rumor bahwa Muslim telah meletakkan kalajengking di situs kuil dan masyarakat Hindu bersama-sama akan bangkit untuk memastikan kehidupan anda aman dan dapat melakukan peribadatan di kuil itu.

Untuk negara besar seperti India, dengan pemerintah menyerahkan kepada warganya untuk menjaga dirinya sendiri, ini adalah momen pembalasan dan kenyamanan bahwa semua masalah sekarang memiliki satu solusi mudah: salahkan Muslim.*

Penulis adalah seorang jurnalis India. Artikel ini dimuat di Theprint

Redaktur: Rofi' Munawwar
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BJBIndiaislamophobiaminoritasModiMuslim
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dinilai Menghasut, Ilmuwan Minta Menghapus Unggahan Donald Trump yang Menghasut
Tulisan selanjutnya Italia akan Bangun Pemakaman Islam Pertama Tak Jauh dari Roma

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Global Sumud FLotilla
Berita

Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Berita
30 Mei 2026 09:51
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Terbaru

  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Mundurnya 'Israel' dari Gaza Utara, Awal dari Perang Penghabisan?
Analisis

Mundurnya ‘Israel’ dari Gaza Utara, Awal dari Perang Penghabisan?

5 Januari 2024 07:00
Analisis

Analisa Mantan Intel AS: Hamas Memenangkan Perang di Gaza

24 November 2023 13:00
Invasi Darat Israel ke Gaza
AnalisisArtikel

3 Skenario Invasi Darat Israel Menurut Pakar Keamanan Internasional

1 November 2023 06:10
Analisis

Serangan Pejuang Kemerdekaan Palestina  terhadap ‘Israel’ Makin Menampakkan Kemunafikan Barat

11 Oktober 2023 21:55
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?