Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

PM New Zealand Umumkan Negaranya Bebas Covid-19

Ama Farah
Terakhir diupdate: 17 Juni 2020 19:10 7:10 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 9 Juni 2020 12:12
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—New Zealand mencabut hampir semua pembatasan yang diberlakukan setelah tidak ada lagi laporan pertambahan kasus infeksi coronavirus penyebab Covid-19.

Pada tengah malam waktu setempat hari Senin (8/6/2020) New Zealand memasang peringatan level satu, yang terendah dari sistem peringatan bahaya empat level.

Berdasarkan ketentuan baru, orang-orang di sana tidak diharuskan menjaga jarak dan tidak ada batasan jumlah kerumunan orang, tetapi perbatasan wilayah negaranya masih tertutup bagi orang asing.

New Zealand melaporkan nihil kasus infeksi baru Covid-19 selama lebih dari dua pekan terakhir, lapor BBC.

Perdana Menteri Jacinda Ardern mengatakan kepada para reporter bahwa dirinya sempat “sedikit berjoget” ketika diberitahu bahwa di New Zealand tidak ada lagi kasus aktif.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Sementara pekerjaan belum tuntas, tidak dapat dipungkiri bahwa ini merupakan pencapaian. Bisakah saya pungkasi dengan ucapan, ‘Terima kasih New Zealand.”

New Zealand mengunci wilayahnya pada 25 Maret, menetapkan sistem peringatan bahaya empat level dan langsung memasang peringatan tertinggi, di mana kebanyakan bisnis ditutup, sekolah ditutup dan orang diperintahkan tetap tinggi di rumah.

Setelah kebijakan itu berjalan lebih dari lima pekan, level peringatan diturunkan menjadi tiga pada bulan April, memperbolehkan kedai makanan membuka usahanya tetapi melarang orang makan di tempat, serta mempersilahkan pemilik bisnis non-esensial beraktivitas kembali.

Seiring dengan melambatnya laju pertambahan kasus infeksi baru, New Zealand menurunkan lagi peringatan ke level dua pada pertengahan Mei.

Setelah tidak ada kasus baru selama 17 hari berturut-turut akhirnya sekarang New Zealand menetapkan level satu. Pada kondisi ini, semua sekolah dan tempat orang bekerja dapat dibuka. Pesta pernikahan, prosesi pemakaman dan transportasi umum dalam dilakukan tanpa ada batasan. Jarak sosial tidak lagi diberlakukan tetapi orang dianjurkan agar tetap mempraktikkannya.

Pintu perbatasan masih tertutup bagi orang asing, dan peraturan yang mengharuskan orang NZ yang tiba dari luar negeri harus menjalani karantina 14 hari masih tetap berlaku.

Sejak virus terdeteksi di New Zealand akhir Februari, sejauh ini negara itu mencatat 1.154 kasus infeksi Covid-19 dengan 22 kematian. Negara kepulauan kecil di sebelah tenggara Australia itu termasuk segelintir negara yang dipuji terkait caranya menangani wabah coronavirus.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:coronaviruscovid-19New Zealand
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya MUI: Sudut Pandang Islam Mengenai The New Normal
Tulisan selanjutnya Tagihan Listrik Melonjak, PKS: PLN Mengecewakan!

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang

Berita
5 Juni 2026 05:00
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?