Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Capres Prancis Usul Idul Fitri Jadi Hari Libur Nasional

Dija
Terakhir diupdate:
Dija
Dipublikasikan 15 Januari 2012 08:17
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Dalam kampanye pertamanya, calon presiden dari Partai Hijau Eva Joly berpendapat, seharusnya hari raya Islam Idul Fitri dan Yahudi Yom Kippur dimasukkan dalam kalender libur nasional Prancis.

“Setiap agama harus mendapatkan perlakuan yang sama di muka umum,” kata Joly saat kampanye hari Rabu lalu.

Saat ini Prancis punya 12 hari libur nasional. Enam di antaranya merupakan hari perayaan Katolik, sementara enam hari libur lainnya tidak ada hubungan dengan kegiatan keagamaan.

“Saya berkeyakinan bahwa hari libur nasional juga harus mencakup kepercayaan lain, selain agama Katolik,” kata Joly, dikutip France24 (13/01/2012).

Joly menilai, kesetaraan dalam masalah agama merupakan kunci “identitas Prancis”. Ia menyalahkan Sarkozy atas kehidupan beragama yang terpecahbelah di Prancis.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Ya, saya katakan … penderitaan ini disebabkan oleh 5 tahun Sarkozy-isme,” tegas Joly.

Namun, usulan Joly itu tidak diterima oleh tokoh-tokoh partai lain.

Laurent Wauqiez, menteri pendidikan tingi dan pentolah partai UMP mengatakan, “Hari libur nasional Prancis, lahir bersama dengan sejarah Kristen kita. Kami tidak akan menghapus sejarah kita.”

Mivhael Sapin, direktur kampanye capres Sosialis Francois Hollande, mengingatkan Joly bahwa prinsip negara Prancis adalah sekularisme. Meskipun negara menghormati semua agama, tapi negara tidak mengakui satupun agama.

Sementara Marine Le Pen dari Front Nasional Prancis –partai anti imigran– menyindir Joly dengan mengatakan bahwa wanita itu tidak mengerti tradisi, sejarah dan nilai moral Prancis. Dan itu sangat mengherankan, kata Le Pen, sebab Joly maju sebagai seorang calon presiden Prancis.

Eva Joly saat ini memiliki dua kewarganegaraan, yaitu Norwegia dan Prancis.*

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Saudi Teken Pelaksanaan Haramain Tahap 2
Tulisan selanjutnya Unjuk Rasa Wanita Mesir Didanai Asing?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya

Berita
31 Agustus 2026 22:46
Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz

Terbaru

  • Tidak Bermanfaat Bagi Negara, Kenya Depak Raksasa Kimia India Tata Chemicals
  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?