Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Gaya Hidup Muslim

Pilihlah yang Berkomitmen pada Kebenaran, jauhkan dari Langkah Setan

Ahmad
Terakhir diupdate: 1 April 2014 13:13 1:13 pm
Ahmad
Dipublikasikan 1 April 2014 13:13
Bagikan
Alhaq kaligrafi
Bagikan

“BANGKITLAH, ciptakan dunia baru. Bungkus dirimu dalam api, dan jadilah seorang Ibrahim. Jangan mau tunduk kepada apa pun kecuali Kebenaran. Ia akan menjadikanmu seekor singa jantan,” demikian salah satu bait puisi yang digubah Muhammad Iqbal pemikir Muslim dari Pakistan.

Puisi-puisi Iqbal banyak memberi sentuhan-sentuhan yang sangat kuat untuk membangun kesadaran mendasar pada diri seorang Muslim. Ia ingin agar setiap Muslim mampu merekontruksi diri agar sikap dan perbuatannya sejalan dengan amanah Allah sebagai hamba sekaligus khalifah-Nya.

Sederhananya, Iqbal ingin setiap Muslim memiliki sifat superior dalam kehidupan dengan berprinsip dan berani berkata secara sadar, “Proud be a Moslem.” Hal ini bisa dilihat dari bait puisinya yang lain.

“Jangan hinakan pribadimu dengan imitasi. Bangunlah, hai kau yang asing terhadap rahasia kehidupan. Nyalakan api yang tersembunyi dalam debumu sendiri. Wujudkan dalam dirimu sifat-sifat Tuhan.”

Secara bebas, puisi tersebut memberikan dorongan kuat agar setiap Muslim memiliki komitmen tinggi terhadap kebenaran. Jangan sampai karena harta dan kedudukan; kejujuran dikuburkan, kesantunan diabaikan dan persaudaraan dikorbankan, bahkan Na’udzubillah, iman pun digadikan.

Baca Juga

Gaya Hidup Minimalis: Kunci Kesehatan Mental di Tengah Hidup Serba Cepat
Sya’ban Tangga Penting Sukses Ramadhan
Teladan Rasulullah untuk Para Suami
Tawakkal dalam Bekerja
Awasi Makananmu, Selamat Hidupmu!

Dalam konteks kekinian, khususnya di masa menjelang Pemilu ini, setiap Muslim hendaknya tidak menentukan pilihan atas dasar apa pun kecuali kebenaran. Jika tidak, maka negeri ini tidak akan banyak mengalami perubahan. Karena rakyat memilih bukan karena kebenaran.

Lantas, bagaimana memilih atas landasan kebenaran?

Jawabnya sangat sederhana, kembalikan pada apa yan menjadi sifat utama seorang pemimpin dalam Islam yang telah dicontohkan oleh Rasulullah dan empat sahabat mulianya.

Pertama, jujur. Mutlak, kita harus memilih pemimpin yang terbukti kejujurannya bisa dipastikan. Ucapannya benar, perilakunya benar dan segala tindak-tanduknya juga benar.

Kedua, amanah. Yakni memiliki komitmen tinggi untuk mensejahterakan rakyat secara nyata dengan bukti bukan sekedar janji.

Ketiga, berani berkata benar demi kepentingan rakyat Indonesia. Jadi jangan memilih pemimpin yang pandai beralasan dan sering berkata-kata yang maksud dan tujuannya tidak jelas.

Keempat, memilih pemimpin yang memang terbukti tidak pernah absen sholat, menjaga diri dari maksiat dan senantiasa mencintai Al-Qur’an. Jangan memilih pemimpin yang tidak memahami Al-Qur’an, karena sangat mungkin ucapan, tindakan bahkan kebijakannya akan menyimpang jauh dari kebenaran.

Kelima, pilihlah pemimpin yang mau hidup sederhana. Sebab, hanya pemimpin yang sederhana semata yang tidak akan silau oleh harta dan gila karena tahta.

Dalam hal ini Imam Syafi’i juga memiliki syair puisi yang indah. “Kusandang pakaian kesederhanaan nan kokoh, dengan itu kujaga kehormatanku dan kujadikan sebagai simpanan.” Artinya, pada kesederhanaan ada jalan keselamatan.

Lima indikator tadi merupakan panduan bagi setiap Muslim untuk membuktikan diri memiliki komitmen tinggi terhadap kebenaran. Jadi, jangan sekali-kali memilih pemimpin atas dasar lain, apa pun itu.

Sebab, di dalam Al-Qur’an Allah Ta’ala berfirman;

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ وَكُونُواْ مَعَ الصَّادِقِينَ

“Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar” (QS. At-Taubah [9]: 119).

Menjelaskan ayat tersebut, Abdullah bin Umar berkata, “Yaitu bersama Muhammad dan juga para sahabat beliau.”

Dalam tafsirnya, Ibn Katsir menjelaskan bahwa maksud dari ayat tersebut adalah agar umat Islam berbuat jujur dan tetap dalam kejujuran (komitmen pada kebeneran). Niscaya kita akan masuk golongan orang-orang yang benar (jujur) dan akan selamat dari berbagai kebinasan. Bahkan Allah akan memberikan keberuntungan kepada umat Islam dalam segala macam urusannya.

Rasulullah bersabda, “Hendaklah kalian senantiasa berbuat jujur, karena kejujuran itu selalu membawa kepada kebaikan dan kebaikan itu selalu membawa ke surga. Dan seorang hamba itu akan terus jujur dan selalu memelihara kejujuran, sehingga Allah menetapnya sebagai orang yang jujur di sisi-Nya.”[al hadits]

“Dan jauhkanlah diri kaian dari kebohongan, karena kebohongan itu selalu membawa kepada kejahatan dan kejahatan itu selalu membawa ke neraka. Dan seseorang akan terus berdusta, sehingga ia ditetapkan sebagai pendusta di sisi-Nya.” (HR. Bukhari Muslim).

Tidak Mengikuti Langkah Setan

Sekiranya, kita sulit menemukan bukti bahwa bakal pemimpin yang ada adalah orang yang memiliki komitmen terhadap kebenaran, maka kita bisa menggunakan kriteria berikutnya. Yakni, pilih yang tidak mengikuti langkah setan.

Yakni yang tidak berzina, berdusta, suka menghina, banyak bicara miskin karya, tidak menutup aurat bagi yang wanita, atau pun tidak peduli terhadap nasib umat Islam di dalam negeri dan luar negeri, serta terlihat sangat berambisi terhadap kekuasaan serta tidak bisa diteladani.

Di dalam Al-Qur’an, Allah berfirman;

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ وَمَن يَتَّبِعْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ فَإِنَّهُ يَأْمُرُ بِالْفَحْشَاء وَالْمُنكَرِ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah- langkah setan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah setan, maka sesungguhnya setan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang munkar.” (QS. An-Nur [24]: 21).

Dua kriteria penting ini hendaknya bisa menjadi panduan bagi setiap Muslim dalam menentukan pilihannya terhadap siapa yang akan menjadi pemimpin negeri ini di masa mendatang. Jika kriteria penting ini diabaikan, maka sungguh, kita tidak pantas berharap kebaikan bagi masa depan bangsa dan negara.

Sebab, segala sesuatu yang dilakukan bukan karena kebenaran yang berlandaskan keimanan, akhirnya sudah pasti dan ini telah terbukti, yakni kebinasaan.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:kebenaran
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Brunei persiapkan Hukum Islam, LSM dan Barat Sibuk lakukan Kecaman
Tulisan selanjutnya Masjid juga Harus berfungsi sebagai Pusat Peradaban

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Berita
2 Juni 2026 18:00
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Gaya Hidup Muslim

Hati-Hati dalam Timbangan dan Takaran

16 November 2022 11:58
Gaya Hidup Muslim

Beginilah Islam Memuliakan Pembantu

7 November 2022 13:30
Gaya Hidup Muslim

Sibuk Mengoreksi Diri Sendiri

18 Oktober 2022 09:00
Gaya Hidup Muslim

Berapa Kali Kita Mengkhatamkan Al-Quran?

9 Oktober 2022 08:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?