Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Seperti Kandang Kambing, Madrasah Ini Menjadi Tumpuan di Pedalaman NTT

Bambang S
Terakhir diupdate: 21 Oktober 2020 12:04 12:04 pm
Bambang S
Dipublikasikan 21 Oktober 2020 12:04
Bagikan
Kondisi MI Al Qalam di Dusun Watun Carung, Desa Haju Wangi, Kecamatan Lamba Leda Kab. Manggarai Timur, NTT ini cukup memprihatinkan (Suara Hidayatullah)
Bagikan

Hidayatullah.com–Bangunan itu seperti kandang kambing. Berdinding bambu dan beratap seng. Tapi yang ada di dalamnya  bukan kambing.  Yang berada di dalam adalah anak-anak berseragam merah putih.

Benar,  itu memang bangunan sekolah. Persisnya Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Al Qalam di Dusun Watun Carung, Desa Haju Wangi, Kecamatan Lamba Leda Kab. Manggarai Timur, NTT.

Di bangunan berukuran 5 x 10 meter itulah anak-anak di Watun Carung bersekolah tiap hari. Berlantai tanah, semua kelas dijadikan satu.  Tidak ada sekat. Yang ada tiga papan tulis kecil, bangku dan kursinya pun seadanya.

Bukan hanya sinar dan angin yang leluasa menerobos melalui celah-celah dinding, air pun juga ikut masuk saat musim hujan. Apalagi ada bagian dinding atas yang sudah tidak ada tutupnya, air hujan pun menyerbu ke dalam.

“Kalau musim hujan, semua buku-buku terpaksa dipindah ke rumah saya,” kata Ita Purnamasari, guru di MI Al Qalam, kepada wartawan hidayatullah.com akhir September lalu.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

Sangat tidak layak sebagai tempat belajar. Tapi itulah satu-satunya sekolah yang ada di Watun Carung. Letak Watun Carung, atau orang setempat menyebutnya kampung Nanga Rema di atas perbukitan dan terpencil.

Tidak ada kendaraan umum menuju ke sini. Sepeda motorlah satu-satunya kendaraan yang bisa masuk, karena harus menyeberangi sungai.  Sebelum ada MIS Al Qalam, anak-anak Nanga Remah sekolah di SD Katholik di kampung sebelah, sekitar 1,5 kilometer.

Tak jauh sebenarnya, cuma harus menyeberangi sungai. Kalau musim hujan, sungainya sering banjir sehingga mereka tak bisa sekolah.  Itulah yang mendorong warga Nanga Rema mendirikan madrasah darurat itu.

Berpenduduk sekitar 260 orang, semuanya Muslim. Mata pencarian mereka berladang, dengan hasil utama jagung dan pisang.  Karena ruangannya terbatas, MI Al Qalam hanya menampung kelas 1, 2 dan 5. Sedang kelas 3, 4 dan 6 terpaksa bersekolah di  SD Katholik di kampung sebelah.

Bukan hanya sarananya yang terbatas, gurunya pun juga amat terbatas. Ita Purnamasari adalan satu-satunya guru yang ada.   Sarjana Fisika dari Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta ini mengajar semua kelas dan  mata pelajaran.

Baik pelajaran umum maupun pelajaran agama Islam. “Terpaksa saya mengajar semuanya karena memang tidak ada guru lain,” kata Ita.

Semua murid dikumpulkan dalam satu ruangan, lalu dibagi menjadi tiga kelompok sesuai kelasnya. Nah, Ita mengajar secara bergantian. “Yang agak sudah diatur itu anak-anak kelas 1 dan 2,” katanya

Namun, Ita bersyukur, meski tempat belajarnya tidak layak, anak-anak semangat belajar mereka tidak kendor. Namun ia berharap, , anak-anak didiknya bisa mendapat tempat belajar yang lebih layak.

Umat Islam di Nanga Rema bermaksud memperbaiki madrasahnya. Hanya saja, melihat kondisi ekonominya, mereka sangat berat untuk melakukan itu. Karenanya, kami mengetuk hati para dermawan dan pemerintah.  Bagi yang berkenan membantu bisa menghubungi kami 085292428473 atau tranfer ke rek BSM 7125522248 An. Senyum Anak Negeri. Mohon cantumkan kode 111 pada nominal digit terakhir untuk verifikasi donasi.

Untuk mengetahui lebih jelas MIS Al Qalam, bisa lihat videonya di youtube chanel Suara Hidayatullah dengan judul “Seperti Kandang Kambing, Madrasah Ini Menjadi Tumpuan di Pedalaman NTT.”

 

Redaktur: Bambang S
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Kandang KambingMadrasah IbtidaiyahMIS Al QalamNTTWatun Carung
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sambut Munas V, Hidayatullah Makassar Luncurkan Al Bayan Media Corp, Gelar Lomba Menulis
Tulisan selanjutnya Amerika Serikat Mengalami “Kematian Berlebih” Hampir 300.000 Sejak Januari 2020

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Haedar Nashir: Reformasi Pendidikan Harus Bertumpu pada Tradisi Ilmu dan Kebijakan yang Berkelanjutan

Berita
8 Juni 2026 20:00
PHK Tembus 23 Ribu Pekerja, DPR Desak Penguatan Perlindungan dan Percepatan Penyerapan Tenaga Kerja
Persidangan Kasus Rodrigo Duterte di ICC Bisa Melibatkan 1.000 Korban
Malaysia akan Putus Aliran Listrik dan Air Bangunan Ilegal Termasuk di Penampungan Rohingya
Kemendikdasmen Siapkan Kurikulum PAUD untuk Dukung Program Wajib Belajar 13 Tahun

Terbaru

  • Persidangan Kasus Rodrigo Duterte di ICC Bisa Melibatkan 1.000 Korban
  • Malaysia akan Putus Aliran Listrik dan Air Bangunan Ilegal Termasuk di Penampungan Rohingya
  • Kapalnya Ditembak Dekat Oman India Panggil Diplomat Amerika Serikat
  • Seorang Ibu Gugat OpenAI Terkait Kematian Putrinya Usai Curhat ke ChatGPT
  • Kelompok Hacker Terkait Iran Klaim Retas Drone FBI
  • Jelang Musim Panas UEA Sediakan 12 Ribu Tempat Istirahat Ber-AC untuk Pekerja Luar Ruangan
  • Sikap Prof. H. M. Rasjidi terhadap Jabatan
  • Mengukir Senyum, Merajut Persaudaraan: Hangatnya Kebersamaan Qurban di Dukuh Kwarasan
  • Haflah Parade Tasmi’ Al-Qur’an, Momentum Mencetak Generasi Penghafal Al-Qur’an
  • China Tangkap Akademisi WN Amerika dengan Tuduhan Spionase

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?