Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Analisis

Mengenang 16 Tahun Pembantaian Tak Bai oleh Militer Thailand

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 19 November 2020 06:56 6:56 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 29 Oktober 2020 09:15
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com — Pada 25 Oktober 2004, pasukan keamanan Thailand menumpas protes besar-besaran oleh Muslim di kota Tak Bai. Sedikitnya 78 pengunjuk rasa meninggal karena mati lemas di truk militer setelah tentara menangkap 1.300 pengunjuk rasa yang mayoritas Muslim.

Mereka meninggal setelah ditumpuk dengan menghadap ke bawah di truk militer dan mengangkut mereka ke kamp Patani yang berjarak lima jam perjalanan. Sementara beberapa lainnya ditembak mati saat memprotes penangkapan rekan mereka di luar kantor polisi.

Chaturon Iamsopha, anggota LSM lokal Tohmeena Foundation, mengatakan, “aparat keamanan tidak pernah dihukum, demikian pula kasus pembantaian Tak Bai. Pemerintah Thailand mengatakan ada pemberontak di antara kerumunan itu, tetapi orang-orang yang dipanggil ke kantor polisi sebenarnya diundang untuk ikut makan malam buka puasa.”

Ia mengatakan ketia peristiwa terjadi, ia menjadi sekretaris seorang senator dan diberitahu banyak Muslim Melayu mendapat undangan dari berbagai kelompok untuk berbuka puasa tapi memang tidak ada makan malam buka puasa. “Itu telah diatur dan sampai sekarang masih menjadi misteri lain tentang siapa yang mengatur ini. Tapi yang pasti, siapapun yang melakukan ini, mereka tidak menginginkan perdamaian di bagian selatan Thailand. Saat Anda memeriksa lokasi Kantor Polisi Tak Bai, Anda akan melihat jalan buntu. Satu-satunya jalan keluar adalah berenang dan menyeberangi sungai ke Malaysia,” katanya.

Baca Juga

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Sidang Umum PBB UNGA
Mimpi Buruk Israel: Turki Bangkit Jadi Kekuatan Baru Timur Tengah
Strategi Ibrahim Traoré: Tinggalkan Penjajah Prancis, Dekati Rusia
“Gubernur Konten”,  Antara Pencitraan, dan Polarisasi Digital
Kampanye Digital Masif dari Arab Diluncurkan untuk Menjatuhkan Sinwar dan Hamas
NAS Daily Terima Penghargaan dari Lobi ‘Israel’

Dikenal di seluruh wilayah selatan Thailand yang bermasalah sebagai ‘pembantaian Tak Bai’, insiden itu akan menjadi simbol lain impunitas negara terhadap Melayu Muslim di negara itu. Berbicara kepada TRT World, Asama Mungkornchai, dosen Ilmu Politik di Prince of Songkla University mengatakan “Perspektif saya tentang Tak Bai adalah sesuatu seperti ‘sejarah yang terluka’. Itu adalah konflik yang sedang berlangsung. Kami mendapat beberapa insiden tentang kekerasan, kekerasan negara dan itu telah menjadi sejarah yang terluka.”

Meskipun Islam adalah agama minoritas di Budha Thailand, Muslim merupakan mayoritas di provinsi selatan Satun, Yala, Patani dan Narathiwat, yang disebut sebagai “selatan jauh”.

Thailand memiliki populasi sekitar 69 juta di mana 92,6 persen diidentifikasi sebagai penganut Buddha. Meskipun Budha adalah agama resmi negara, sekitar 6 persen penduduknya adalah Muslim.

Kelompok minoritas di wilayah selatan berasal dari entitas Melayu Muslim, yang merupakan 85 persen dari populasi lokal di negara tetangga jauh di selatan Malaysia. Mereka berbicara dengan dialek lokal Melayu, yang dikenal sebagai Melayu Patani, mempertahankan cara hidup tradisional mereka.

Keberadaan mereka berarti kesulitan yang tidak pernah berakhir bagi pemerintah Thailand dan minoritas Muslim Melayu sejak abad ke-18 ketika hubungan Lord Vassal memburuk.  “Ketika kita berbicara tentang Muslim di selatan, jelas masalah ‘ke-Thailand-an’, oke mereka dapat kartu kewarganegaraan Thailand tapi mereka berbicara dalam bahasa Melayu, identitas mereka dan budaya tertentu, mereka bukan bagian dari budaya Thailand,” kata Asama Mungkornchai.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Muslim ThailandPataniPembantaian Tak Baithailand
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya India Bantai 250.000 Muslim selama Genosida Kashmir 1947
Tulisan selanjutnya Jerman Partial Lockdown Mulai 2 November

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Feature
30 Mei 2026 17:30
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Mundurnya 'Israel' dari Gaza Utara, Awal dari Perang Penghabisan?
Analisis

Mundurnya ‘Israel’ dari Gaza Utara, Awal dari Perang Penghabisan?

5 Januari 2024 07:00
Analisis

Analisa Mantan Intel AS: Hamas Memenangkan Perang di Gaza

24 November 2023 13:00
Invasi Darat Israel ke Gaza
AnalisisArtikel

3 Skenario Invasi Darat Israel Menurut Pakar Keamanan Internasional

1 November 2023 06:10
Analisis

Serangan Pejuang Kemerdekaan Palestina  terhadap ‘Israel’ Makin Menampakkan Kemunafikan Barat

11 Oktober 2023 21:55
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?