Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Dr Jeje Berharap 100 Tahun Persis Lahirkan Sosok Seperti Ahmad Hasan dan Isa Anshari

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 29 Desember 2020 21:32 9:32 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 29 Desember 2020 19:15
Bagikan
Waketum PP Persis yang juga Ketua MUI Pusat, Dr Jeje Zainuddin.
Bagikan

Hidayatullah.com– Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Persis Dr Jeje Zainuddin yang juga Ketua MUI Pusat berharap, pada usia 100 tahun Persis, ormas tersebut melahirkan sosok-sosok seperti Tuan Ahmad Hasan, Tuan Isa Anshari, dan sebagainya. Keduanya diketahui merupakan tokoh-tokoh nasional dari Persis.

“Kita bukan ingin memperingati dan bukan berarti juga kita boleh melepaskan begitu saja momen-momen penting, betulkah di 100 tahun muncul mujaddid-mujaddid? Sebagaimana dalam Al-Qur’an dikatakan ‘wahai Musa peringatkan kaummu dengan ayyamillah (hari-hari Allah) yang terjadi pada bangsa Israel’,” ujarnya pada dalam sosialisasi Muktamar XVI Persatuan Islam di Subang, Jawa Barat, baru-baru ini.

Mengenai gerakan dakwah, menurutnya, harus bisa menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Apabila tidak beradaptasi, maka akan selalu ketinggalan.

“Dulu TV (televisi), koran, majalah adalah media canggih dakwah, sekarang sudah beralih ke Youtube, Facebook, dan sebagainya. Maka, gerakan dakwah Persatuan Islam sekarang adalah tatbiq (implementasi) dari gagasan dan ide brilian para pembaharu,” kata Ustadz Jeje, demikian dikenal.

Ia mengatakan, pada abad kedua, Persis masih bisa menerapkan ide-ide brilian, tetapi bagaimana menerapkan gagasan tersebut menjadi miniatur Islam, mulai dari sakhsiyah Islamiyah, usrah Islamiyah, qaryah Islamiyah, hingga baldah thayyibah. “Kenapa harus dalam bingkai NKRI? Karena kita ada di Indonesia, tidak ada Persis Arab Saudi, kecuali perwakilan kita yang kuliah disana,” katanya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Ia mengatakan, ormas merupakan organisasi sosial dan penyeimbang kebijakan negara. Ormas berbeda dengan aliran sesat yang menisbatkan mazhab menjadi aliran agama.

“Kenapa kita lebih ke NKRI? Karena kita untuk Indonesia bukan untuk luar negeri, berbeda dengan gerakan trans-nasional, mereka membuat gerakan di negaranya dan di transfer ke Indonesia, ini yang tidak membuat stabil negara,” katanya.

Muktamar ke-16 Persis mencanangkan “Transformasi Gerakan Dakwah Persis Mewujudkan Islam Rahmatan Lil Alamin dalam Bingkai NKRI” sebagai tema besar kegiatan. Perhelatan lima tahunan di Bandung, Jawa Barat ini akan digelar pada April 2021.

Menurut Dr Jeje, tema itu harus menjadi inspirasi gerakan dakwah jam’iyyah. “Tema ini bukan untuk gagah-gagahan atau keren-kerenan, tetapi bagaimana menjadi spirit jam’iyyah dalam mewujudkan Islam rahmatan lil alamin dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya Ahad dikutip dari IndonesiaInside pada Selasa (29/12/2020).

Menurutnya, pemilihan diksi transformasi lebih menekankan pada perubahan rupa, bentuk, sifat, fungsi, gaya, metode atau pola, bukan isi. Perubahan ini sangat dimungkinkan bahkan menjadi kebutuhan seiring perkembangan zaman dan teknologi.

“Kenapa kita harus transformasi? Karena kita sudah berbeda zaman dan Persatuan Islam telah satu abad secara hijriyah meskipun masehinya 1923, maka bukan lagi menyongsong,” jelasnya.

Ia lantas mengutip tafsir Ibnu Katsir tentang kisah Ashabul Kahfi, di antara tinjauan tafsir kenapa dipisahkan 300 dengan sembilan tahun, ternyata 300 tahun apabila dihitung kalender masehi, sedangkan 309 tahun menurut perhitungan hijriyah. Artinya dalam 100 tahun terdapat perbedaan 3 tahun antara masehi dengan qamariyah.

Begitu pula dalam 100 tahun ada bisyarah dalam hadis Nabi bahwa Allah Subhanahu Wata’ala membangkitkan orang-orang yang memperbaharui agamanya.

Dr Jeje pun berharap tema Muktamar itu menjadi landasan dan inspirasi gerakan dakwah di abad kedua Persis. “Tentu dari tema ini diharapkan ada perbaikan dari tatanan kita mengelola jamiyyah, sehingga ada perbaikan minimal untuk kampung dan negeri kita,” sebutnya.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Ahmad HasanIsa AnshariJeje Zainuddinormas IslamPersis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Aktivis Remaja Hong Kong Dibui karena Lecehkan Bendera China
Tulisan selanjutnya Rusia Akui Kematian Covid-19 Sesungguhnya 3 Kali Lebih Banyak dari Laporan Resmi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Berita
4 Juni 2026 10:00
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?