Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ilahiyah Finance

Dampak Inflasi, Kok yang Miskin Harus Membayar Lebih Mahal?

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 3 Mei 2011 22:00 10:00 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 3 Mei 2011 22:00
Bagikan
Bagikan

Oleh: Muhaimin Iqbal

Pada bulan Maret lalu di sebuah negara bagian di Amerika Serikat, Federal Reserve President dari negara bagian tersebut berusaha ‘menghibur’ rakyatnya dalam sebuah pidato, “bahwa masyarakat tidak perlu mencemaskan inflasi, toh masyarakat kini bisa membeli Ipad 2 dengan harga yang sama dengan Ipad 1. Padahal Ipad 2 ini kemampuannya dua kali lipat dari Ipad 1. Masyarakat harus melihat harga-harga dari keseluruhan barang.” Serentak masyarakat yang hadir dan mendengar pidato tersebut berteriak, “Tetapi kami kan tidak makan Ipad?” Begitulah inflasi ini selalu dikomunikasikan oleh otoritas suatu negara bahwa seolah tidak ada hal yang buruk tentang inflasi ini.

Kemarin ketika melihat berita di televisi bahwa berdasarkan pemantauan BPS di 66 kota di Indonesia terjadi negatif inflasi (deflasi) – 0.31% sepanjang bulan April 2011– saya bersyukur, Alhamdulillah bahwa harga-harga akhirnya bisa direm laju kenaikannya. Maka saya pun tertarik ingin tahu detilnya, di mana harga barang-barang yang turun tersebut dan bagaimana big picture inflasi ini setahun terakhir. Berikut adalah summary dari data inflasi paling mutakhir yang di-release oleh BPS.

Betul, telah terjadi penurunan harga bahan makanan 1.90 persen untuk bulan April 2011 dan secara kumulatif turun 2.02 persen untuk tahun kalender 2011 (4 bulan). Namun secara keseluruhan inflasi bahan makanan setahun terakhir (12 bulan) masih berada pada angka 11.08% –jauh lebih tinggi dari inflasi umum yang ‘hanya’ 6.16%.

Di sinilah menyakitkannya inflasi itu, sama dengan kasus di Amerika tersebut di atas – karena sistem keuangannya juga sama – bahwa inflasi lebih banyak memukul masyarakat bawah ketimbang masyarakat yang di atas.

Baca Juga

Indonesia Masuk Peringkat Dunia dalam Keuangan Syariah, Perlu Pembenahan Kurikulum Lebih Baik
Cashback yang di Tawarkan Go-pay dan OVO, Haramkah?
Industri Pertanian Zaman Nabi
Makanan Yang Membuat Tidak Miskin
Industry 0.0

Bila Anda mampu membeli handphone, mampu bepergian naik pesawat terbang, mampu membeli produk-produk finansial seperti asuransi, dan lain sebagainya, maka Anda tidak akan terlalu merasakan beratnya kenaikan harga kebutuhan sekunder atau bahkan tersier ini, karena tingkat inflasinya setahun terakhir hanya 2.93 %. Tetapi bagi masyarakat yang penghasilannya hanya cukup untuk makan atau memenuhi kebutuhan primernya, inflasi yang menghantam mereka mencapai 11.08 %.

Ketimpangan semacam ini bukan hanya terjadi tahun ini. Rata-rata inflasi lima tahun terkahir (2006-2010) untuk bahan pangan adalah 12%, sementara inflasi umum hanya 6.8%. Jadi secara persistent beban hidup masyarakat bawah terus semakin berat, sementara masyarakat yang mampu tidak mengalami peningkatan beban yang seberat mereka.

Bila ketidakadilan ekonomi, di mana rakyat kecil menjadi korban inflasi yang lebih berat dari masyarakat yang mampu, dan ini sudah berlangsung selama bertahun-tahun, tampaknya belum ada upaya konkrit untuk membalik arah. Lantas apakah semua kita akan diam dan tidak berbuat sesuatu? Tentu maksud saya bukannya demo atau membuat revolusi yang malah bisa meningkatkan inflasi, tetapi maksud saya berbuat sesuatu yang riil dan konkrit di masyarakat yang bisa meredam inflasi atau setidaknya menggeser penekanan inflasi, dari yang berat mengenai kebutuhan primer bahan pangan, pindah ke kebutuhan sekunder atau tersier –kalau toh inflasi masih harus tetap ada!

Mudahkah ini untuk dilakukan? Tentu tidak mudah, tetapi tidak mustahil. Kurang lebih berada di baina mumkin wal mustahil – begitulah. Seberapa pun berat upaya ini kudu mulai dilakukan karena kalau tidak maka rakyat akan semakin menderita, dan tidak terbayang penderitaan ini dalam time frame 10 – 20 tahun ke depan!

Konkritnya seperti apa? Karena yang menjadi masalah adalah kenaikan harga bahan makanan yang jauh melampaui kebutuhan lainnya, sedangkan kita semua tahu bahwa harga ini terkait supply dan demand – tidak mungkin mengerem demand karena ini kebutuhan pokok – maka tinggal satu yang harus digarap besar-besaran, yaitu sisi supply-nya.

Bagian terbesar dari sumber daya yang ada di negeri ini, baik lahan, investasi/dana, pemikiran, dan tenaga (SDM), harus difokuskan untuk mengatasi kebutuhan bahan makanan. Ini harus dilakukan paling tidak tujuh tahun (karena ada tuntunan Qur’aninya) –sampai supply mencukupi dan inflasi bahan makanan dapat diredam.

Selain mendandani sisi supply, juga harus ada upaya mendandani pasar agar tidak terjadi monopoli, penimbunan, kartel, permainan tengkulak, dan lain sebagainya, dengan pengaturan pasar menurut syariah Islam.

Maka di sinilah sekali lagi bukti kebenaran Islam itu. Ketika masyarakat di Amerika dalam contoh tersebut di atas maupun di Indonesia ini tidak ketemu solusi untuk mengatasi problema mendasar dalam pemenuhan kebutuhan primernya, yaitu inflasi bahan kebutuhan pokok yang terus mencekik leher, maka solusi dalam paket yang komprehensif menyeluruh ada di syariah Islam. Tiga points saja dari sekian banyak aturan syariah diterapkan, insya Allah inflasi itu akan menghilang dengan sendirinya.

Tiga points ini masing-masing pernah saya tulis di situs ini yaitu;

1) Uang yang tidak bisa dicetak secara sembarangan.

2) Penggunaan lahan yang produktif.

3) Pasar yang adil dan bisa diakses oleh seluruh umat.

Karena inflasi adalah nyata, dan korban inflasi juga nyata, maka upaya untuk menghilangkan inflasi dan penyebab-penyebabnya juga harus nyata. Tidak cukup hanya ditulis atau diwacanakan, tidak cukup dengan dibuat seminar, workshop, dan dibuat perundangannya, tetapi harus dengan karya nyata. Setiap diri kita insya Allah bisa berkontribusi untuk amal nyata mencegah kelaparan ini. Amin.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Usamah Bin Ladin “Mati” Berkali-kali
Tulisan selanjutnya Kemensos Ajak Dunia Usaha Tangani Anak Jalanan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

vape covid
Berita

Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Berita
31 Mei 2026 02:22
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Terbaru

  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Mungkin Anda Juga Suka

Ilahiyah Finance

Probiotic Food dan Prophetic Food

17 Juni 2020 08:00
Ilahiyah Finance

Syirkah “Orang-Orang Miskin”

11 Februari 2019 20:49
Hamas bitcoin
Ilahiyah Finance

Halal Haram Uang Kripto

11 Desember 2018 08:15
Ilahiyah Finance

Golden Balance: Financing the Needy

15 Agustus 2018 13:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?