Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

MUI: Buku Kamus Sejarah Indonesia Jilid I dan II Mengarah pada Manipulasi dan Penyimpangan Sejarah Indonesia

Bambang S
Terakhir diupdate: 1 Juni 2021 21:35 9:35 pm
Bambang S
Dipublikasikan 1 Juni 2021 21:32
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan pandangan dan sikap terkait buku Kamus Sejarah Indonesia Jilid I dan Il, yang kemunculannya di tengah publik baru-baru ini telah menimbulkan kegaduhan dan polemik tajam yang dapat merusak harmoni kehidupan kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia. Hal itu diambil setelah mencermati dan mengkaji dengan seksama.

Pandangan MUI itu tertuang dalam keterangan resmi yang sudah ditandatangani oleh Ketua Umum dan Sekjen MUI seperti yang diterima Hidayatullah.com pada Senin, (31/05/2021), berikut pandangannya:

  1. Buku Kamus Sejarah Indonesia Jilid I dan Jilid Il yang diterbitkan oleh Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI tersebut disinyalir mengarah pada manipulasi dan penyimpangan sejarah Indonesia. Salah satu indikatornya adalah beberapa nama Tokoh Nasional dan organisasi Islam yang telah berjasa dan berperan penting dalam perjuangan kemerdekaan Negara Republik Indonesia tidak disebutkan dalam buku tersebut. Mereka antara lain: KH Hasyim Asy’ari, KH. Ahmad Syaikhu, KH. Abdurrahman Wahid (NU); KH. Abdul Halim, KH. Ahmad Sanusi (PUI); dan tokoh-tokoh lainnya seperti Kahar Mudzakkar dan Syafruddin Prawiranegara.
  2. Sangat terasa adanya semacam dugaan benturan kepentingan dan benturan ideologi kiri dan kanan dari pihak-pihak yang bertanggung jawab dan yang terlibat dalam penulisan dan penerbitan buku tersebut, sehingga muncul nama-nama yang merepresentasikan ideologi mereka dan justru tidak menuliskan nama-nama tokoh Islam moderat yang mempunyai peran sangat penting dalam catatan sejarah Islam dan sejarah Indonesia
  3. Penulisan sejarah bangsa Indonesia mempunyai peran penting dan strategis sebagai dasar untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan cinta tanah air dalam membentuk karakter dan jati diri bangsa, supaya bangsa Indonesia tidak tercerabut dari akar sejarahnya. Oleh karena itu penulisan sejarah harus objektif dan sesuai fakta dan peristiwa yang sesungguhnya dengan tidak sedikitpun mengurangi peran penting dari semua komponen bangsa
  4. Penulisan beberapa tokoh dan Ormas Islam dinilai kurang memperhatikan prinsip proporsionalitas (sense of proportionality), sehingga ada tokoh dan Ormas Islam yang kiprah dan kontribusinya sangat besar justru ditulis sangat singkat dan bahkan dengan narasi yang tendensius. Sedangkan tokoh atau organisasi yang biasa-biasa saja bahkan kontroversial justru ditulis panjang dan bahkan dengan narasi positif.
  5. Penulisan sejarah bangsa Indonesia yang tidak objektif akan terus menimbulkan pro dan kontra yang tidak produktif dalam masyarakat sehingga dikhawatirkan dapat memperlemah persatuan dan kesatuan bangsa serta dapat mempengaruhi keberlangsungan dan keselamatan bangsa dan negara Indonesia.

SIKAP MUI:

  1. Buku Kamus Sejarah Indonesia jilid I dan II harus ditarik dari peredaran dan direvisi ulang dengan mengakomodir Majelis Ulama Indonesia dalam kepanitiaan penulisan ulang buku tersebut agar tokoh-tokoh dan Ormas Islam yang memiliki kontribusi besar untuk Negara Bangsa Indonesia dapat tidak lagi terbuang di dalam penulisan sejarah.
  2. Umat Islam dan seluruh komponen bangsa Indonesia harus mewaspadai secara sungguh-sungguh adanya tujuan ideologi tertentu yang tersembunyi di balik penulisan buku tersebut karena penulisan fakta dan data sejarah yang dibelokkan, dimanipulasi, direduksi, dan dikorupsi di dalamnya dapat mengadu domba sesama anak bangsa dan dikhawatirkan dapat memperlemah persatuan dan kesatuan dan dapat menciptakan disintegrasi bangsa.
  3. Meminta Mendikbud RI untuk menindak tegas aktor dan pihak-pihak yang terlibat dalam penulisan dan penerbitan buku tersebut, dan meminta aparat penegak hukum untuk menginvestigasi dan memprosesnya sesuai dengan hukum yang berlaku karena hal ini bukan lagi masalah kebebasan akademik, namun sudah termasuk kategori korupsi akademik yang merugikan sejarah umat Islam dan bangsa Indonesia.
  4. Meminta Mendikbud RI dan semua pengambil kebijakan publik agar berkonsultasi dengan MUI dalam perumusan kebijakan yang menyangkut konten keislaman untuk menghindari terjadinya bias dan kegaduhan publik yang dapat mengganggu stabilitas dan percepatan pembangunan.
  5. MUI segera menginisiasi penerbitan buku sejarah ulama dalam perjuangan kemerdekaan RI sebagai upaya penguatan sejarah dan kontribusi ulama dan umat Islam dalam perjuangan dan penegakan negara kemerdekaan RI yang tidak boleh dilupakan oleh generasi bangsa Indonesia di masa depan. Upaya tersebut dilakukan secara optimal dan akurat dengan melibatkan sejarawan, akademisi, dan ulama lintas Ormas Islam dan perguruan tinggi serta lembaga penelitian yang kredibel dan otoritatif.

Demikian pandangan dan sikap Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia.

Semoga Allah SWT senantiasa menganugerahkan petunjuk dan rahmat-Nya bagi seluruh rakyat Indonesia. Jakarta, 24 Ramadhan 1442 H / 17 Mei 2021 M.*

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah
Redaktur: Bambang S
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Buku Kamus Sejarah IndonesiaMajelis Ulama IndonesiaMenteri Pendidikan dan BudayaMUIPenyimpangan Sejarah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya WHO Vaksinasi Covid-19 di Wilayah Yaman yang Dikuasai Pemberontak Houthi
Tulisan selanjutnya Setelah 20 Tahun Bangladesh Akhirnya Bekuk Tersangka Pembunuh 70 Macan Bengal

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Berita
3 Juni 2026 09:20
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang

Terbaru

  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?