Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Pengentasan Kemiskinan Tersendat Akibat Pandemi, Bappenas: Butuh 10 Tahun untuk Kembali ke Tingkat Sebelum Krisis

Bambang S
Terakhir diupdate: 4 Agustus 2021 17:10 5:10 pm
Bambang S
Dipublikasikan 4 Agustus 2021 17:10
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com — Deputi Bidang Ekonomi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas, Amalia Adininggar menyebut bahwa pandemi Covid-19 menyebabkan pengentasan kemiskinan tersendat dan ketimpangan semakin meningkat.

“Kalau belajar dari krisis yang lalu, 4,6 juta orang yang masuk ke sektor pertanian saat krisis 1998 ternyata membutuhkan waktu 10 tahun untuk kembali ke tingkat sebelum krisis,” kata Amalia dalam webinar bertajuk ’50 Tahun Nalar Ajar Terusan Budi di Jakarta, Rabu (04/08/2021).

Disisi lain, sebanyak 4,6 juta orang kembali bekerja di sektor informal dengan produktivitas rendah. Untuk mengatasi persoalan tersebut, Indonesia perlu melakukan perubahan fundamental dengan melakukan redesain transformasi ekonomi. Transformasi ekonomi selanjutnya perlu dilaksanakan secara konsisten agar target Indonesia menjadi negara maju pada 2045 bisa tercapai.

Selain itu, Indonesia bisa keluar dari perangkap pendapatan menengah (middle income trap) pada 2036. Namun, upaya pengentasan kemiskinan ini bisa terjadi jika pandemi Covid-19 tidak menyebar pada 2020.

Menurut Amalia sebelum pandemi Covid-19 menyebar di dunia, pemerintah telah menyusun dokumen ‘Visi Indonesia 2045’ yang memperkirakan Indonesia bisa keluar dari MIT pada 2036 sampai 2038 apabila pertumbuhan ekonomi mencapai rata-rata 5,7 persen per tahun sepanjang 2015 sampai 2045.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Tentunya dunia sudah berubah. Dampak Covid-19 memberi tekanan luar biasa kepada perekonomian, tidak hanya aspek ekonomi, tapi juga sosial dan lingkungan,” katanya.

Amelia mengatakan, pandemi Covid-19 membuat Indonesia harus melakukan redesain transformasi ekonomi agar bisa kembali ke level pertumbuhan ekonomi yang direncanakan. Pandemi Covid-19 tidak hanya membuat pertumbuhan Indonesia pada 2020 terkontraksi, tetapi juga menurunkan tingkat kesejahteraan penduduk.

“Status Indonesia kembali menjadi negara berpendapatan menengah ke bawah berdasarkan pengumuman Bank Dunia pada Juli 2021, di mana Indonesia pada tahun 2019 baru naik statusnya menjadi negara upper middle income,” imbuhnya.*

Redaktur: Bambang S
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Bappenaskemiskinanpandemi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pesan Ukhuwwah Islamiyah dari KH Hasyim Asy’ari dan Mohammad Natsir 
Tulisan selanjutnya tempat ibadah Jusuf Kalla Sebut Sumbangan 2 Triliun Akidi Tio Tak Masuk Akal, Minta Dihentikan Saja

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah

Berita
16 Oktober 2026 14:56
Kecam Serangan Bandara King Khalid Saudi, Dewan Dakwah: Tidak Dapat Dibenarkan
Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang
Bandara King Khalid Riyad Ditutup Hingga 15 Oktober Imbas Serangan Houthi
Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?