Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Tidak Serius Tangani Covid-19, Bekas Menteri Kesehatan Prancis Jadi Terdakwa

Ama Farah
Terakhir diupdate: 11 September 2021 18:26 6:26 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 11 September 2021 18:26
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Agnes Buzyn, yang menjabat menteri kesehatan Prancis ketika wabah Covid-19 merambah dunia, hari Jumat (10/9/2021) didakwa “membahayakan nyawa orang lain”.

Dilansir Euronews, dakwaan diproses oleh Cour de Justice de la République – pengadilan khusus di Prancis yang menangani kasus berkaitan dengan kebijakan dan pejabat pemerintah – sebagai bagian dari investigasi terhadap penanganan krisis kesehatan oleh pemerintah Prancis.

Dakwaan diumumkan beberapa jam setelah Buzyn diperiksa oleh kejaksaan. Sebelum menjalani pemeriksaan, politisi wanita itu mengatakan kepada para reporter bahwa itu adalah “kesempatan yang sangat baik bagi saya untuk menjelaskan dan meluruskan masalah.”

“Saya tidak akan membiarkan tindakan pemerintah, tindakan saya sebagai menteri, untuk dikotori ketika kami telah melakukan banyak hal untuk mempersiapkan negara kita menghadapi krisis kesehatan global yang, perlu saya ingatkan kepada Anda, saat ini masih berlangsung,”  imbuhnya.

Buzyn, 58, mundur dari jabatan menteri kesehatan pada Februari 2020 untuk mencalonkan diri dalam pemilihan walikota Paris dari partai aliran tengan pimpinan Presiden Prancis Emmanuel Macron, La Republique en March (LREM).

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pada akhir Januari 2020 ketika di Prancis sudah ada laporan tentang tiga kasus infeksi coronavirus, Buzyn – seorang ahli hematologi – memberikan prediksi bahwa penyebaran virus itu di negaranya “sangat rendah”, karena kota Wuhan sudah melakukan lockdown ketat. Meskipun demikian, kala itu dia juga mengatakan situasinya bisa berubah.

Dia juga dikritik keras ketika diketahui bahwa negaranya kekurangan Personal Protective Equipment (PPE), terutama masker untuk petugas kesehatan, setelah menegaskan pada bulan Januari bahwa Prancis memiliki “stok puluhan  juta masker kalau-kalau terjadi epidemi”.

Setelah hanya berhasil berada di peringkat ketiga dalam pemilihan walikota Paris, Buzyn mengeluarkan pernyataan bahwa dia memberi tahu Macron dan pemerintah sebelum pertengahan Januari tentang risiko coronavirus.

“Menurut saya, saya adalah orang pertama yang melihat apa yang terjadi di China,” katanya kepada koran Le Monde.

“Ketika saya meninggalkan tugas (kementerian), saya menangis karena saya tahu bahwa gelombang tsunami ada di depan kita. Sejak awal, saya hanya memikirkan satu hal: coronavirus. Kita seharusnya menghentikan semuanya itu,” imbuhnya.

Prancis merupakan negara yang terkena dampak paling buruk kedua di Uni Eropa setelah Italia dengan lebih dari 115.000 nyawa hilang akibat Covid-19.

Pihak berwenang telah menerima ribuan keluhan tentang penanganan pandemi,  beberapa puluh kasus di antaranya dianggap layak untuk diproses oleh CJR, yang kemudian mulai melakukan penyelidikannya pada bulan Juli 2020.

Sejak itu, penggeledahan telah dilakukan di rumah dan kantor mantan perdana menteri Edouard Philippe, Buzyn dan penggantinya di kementerian kesehatan, Olivier Véran.

Menyusul kekalahannya dalam pemilihan walikota Paris, Buzyn sempat kembali ke praktik kedokteran sebelum diberi jabatan di World Health Organisation (WHO) sebagai Director General’s Envoy for Multilateral Affairs pada bulan Januari 2021.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Agnes Buzyncoronaviruscovid-19PrancisWuhan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Eks Presiden Portugal Jorge Sampaio Wafat
Tulisan selanjutnya Pengadilan Izinkan Makam Robert Mugabe Dibongkar dan Dipindah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tingkatkan Publikasi Internasional, Unhan RI Tekankan Integritas dan Etika Pemanfaatan AI

Berita
17 September 2026 16:00
Bertemu Mahmoud Abbas Presiden Mesir Menolak Pengusiran Warga Palestina dari Jalur Gaza
Dapat Izin dari Indonesia, Malaysia akan Bantu Padamkan Karhutla di Kalimantan
Oman Serukan Rute Alternatif Pengiriman LNG Supaya Tidak Lewat Hormuz
Komisi Eropa Mengajukan RUU Larangan Akses Media Sosial Bagi Anak di Bawah 13 Tahun

Terbaru

  • Kelompok Pro-Zionis Teror Media Australia dengan 40 Ribu Email Komplain
  • Turki Minta Dunia Bersatu Lindungi Anak di Ruang Digital
  • Pelatih Irlandia Menyebut Timnya Jengkel Harus Melawan ‘Israel’
  • Perkuat Ukhuwah, UII Dalwa dan Majelis Ugama Islam Pattani Gelar Dialog Keislaman Melayu-Nusantara
  • Lebih dari 160 Atlet Irlandia Serukan Boikot Laga Lawan ‘Israel’
  • Iran Ancam Gunakan Senjata Baru Jika AS Kembali Serang
  • Kebutuhan Dai Masjid Ibukota Mendesak, DPW Hidayatullah DKI Jakarta Gagas Madrasah Muballigh Muda
  • Hari Solidaritas Hijab, Muslimat Hidayatullah Jaksel Ajak Muslimah Bangga Berhijab
  • KO Lawannya 12 Detik, Petarung UFC Ini Lafalkan Al-Fatihah di Hadapan Ribuan Penonton AS
  • Tujuh Kelompok Pemberontak Ethiopia Membentuk Aliansi Baru

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?