Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Hasil Survei, Akhir Tahun 2021, PBNU Akan Punya Ketua Umum Baru

Bambang S
Terakhir diupdate: 8 Oktober 2021 16:28 4:28 pm
Bambang S
Dipublikasikan 8 Oktober 2021 16:28
Bagikan
Logo NU
Bagikan

Survei untuk calon ketua baru PBNU, menempatkan dua nama Kiai Senior asal Jawa Timur, di dua posisi awal, yakni KH Marzuki Mustamar dan KH Hasan Mutawakil Alallah.

Hidayatullah.com — Akhir Desember 2021, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), akan menggelar Muktamar ke-34 di Kota Lampung. Dalam perhelatan itu, akan ditentukan siapa yang akan menjadi ketua umum baru jamaah Nahdiyin.

Baru-baru ini, Institute for Democracy & Strategic Affairs (Indostrategic) merilis nama-nama calon ketua PBNU yang diperkirakan berpotensi memimpin organisasi Islam yang didirikan KH Hasyim Asy’ari tersebut.

Direktur Eksekutif Indostrategic, Khoirul Umam, melalui rilisnya, pada Kamis (07/10/2021) kemarin mengatakan hasil dari survei itu, menempatkan dua nama Kiai Senior asal Jawa Timur, di dua posisi awal, yakni KH Marzuki Mustamar dan KH Hasan Mutawakil Alallah.

“KH Marzuki Mustamar (Ketua PWNU Jawa Timur) dengan dukungan tertinggi sekitar 24,7 persen, disusul KH Hasan Mutawakkil Alallah 22,2 persen, KH Said Aqil Siradj 14,8 persen yang juga incumbent Ketum PBNU saat ini, lalu KH Bahaudin Nursalim atau Gus Baha 12,4 persen,” kata Umam.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Selanjutnya, ada nama, KH Yahya Cholil Staquf dengan 3,7 persen KH Marsyudi Syuhud dengan 1,2 persen, KH Ahmad Fahrur Rozi Burhan dengan 1,2 persen, KH Ali Maschan Moesa dengan 1,2 persen, dan tidak tahu atau tidak menjawab sebanyak 18,5 persen.

Munculnya nama Bahaudin atau Gus Baha, diurutan keempat, disambut baik kalangan muda NU. Menurut Umam, Kiai asal Rembang itu, dinilai mampu menjaga tradisi intelektual pesantren.

“Media exposure Gus Baha di berbagai chanel media sosial belakangan ini juga menambah literasi keilmuan sekaligus popularitas nama Gus Baha di kalangan warga Nahdiyin secara general, khususnya Jawa Tengah, Jogjakarta dan Jawa Timur,”ujar Umam.

Lebih lanjut, Umam mengakui munculnya nama-nama baru itu dinilai sebagai bentuk aspirasi keinginan warga NU untuk regenerasi kepemimpinan di tubuh PBNU. Dia juga mengungkap ketua PBNU saat ini KH Said Aqil Siradj dinilai terlalu dekat dengan kerja-kerja politik praktis.

Akibatnya, menurut Umam, peran PBNU sebagai Islamic-based civil society menjadi kurang optimal. “Misalnya, terkait wacana kebijakan publik amandemen UU KPK hingga penyelamatan 57 pegawai senior KPK, sikap dan keberpihakan PBNU dinilai kurang jelas,”bebernya.

“Sikap NU memiliki bobot politik yang sangat besar. Jika sikap PBNU kurang jelas, kondisi itu bisa dimanfaatkan oleh berbagai kelompok kepentingan predatorik, yang jauh-jauh hari terus mencoba melemahkan agenda anti-korupsi, sebagai amanah gerakan reformasi di Indonesia,” kata Umam.

Umam mengatakan ada yang menilai langkah itu positif untuk meningkatkan daya tawar PBNU, tapi di sisi lain ada yang menilai hal itu sebagai langkah mundur PBNU yang kian tidak sesuai dengan prinsip Khittah NU 1926,” kata Umam.

Untuk diketahui, Survei tersebut dilakukan pada 23 Maret hingga 05 April 2021. Survei tersebut melibatkan 1.200 responden dengan margin of error 3 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Survei ini memiliki sejumlah catatan. Dari hasil crosed-tabulasi asal responden, Umam menyatakan bahwa angka-angka dukungan warga Nahdiyin terhadap nama-nama tokoh tersebut banyak disampaikan oleh warga NU berbasis di Jawa Timur.

Redaktur: Bambang S
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Gus BahaMuktamar NUNahdlatul UlamaSaid Aqil Siradj
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya pelecehan gereja katolik Kasus Pelecehan Gereja Katolik Pernah Terjadi di 8 Negara
Tulisan selanjutnya seleksi guru pppk Mendikbud-Ristek Umumkan Seleksi Tahap I Guru PPPK

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Berita
17 Juli 2026 15:23
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?