Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Haedar Nashir: Bagi Muhammadiyah, Pancasila Sudah Final, Tidak Perlu Diperdebatkan Lagi

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 15 Oktober 2021 15:05 3:05 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 15 Oktober 2021 15:05
Bagikan
Dr Haedar Nashir
Bagikan

Hidayatullah.com— Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengungkapkan agar umat Islam berhenti memperdebatkan Pancasila sebagai dasar negara. Terkhusus bagi Muhammadiyah, menurut Haedar, kesetiaan terhadap pancasila sudah final.

Sepanjang zaman, ungkap Haedar, komitmen Muhammadiyah terhadap Indonesia dan Pancasila tidak bisa diragukan. Dia menyebut bahwa di masa awal kelahiran Republik Indonesia, tokoh Muhammadiyah Ki Bagus Hadikusumo menjadi tokoh sentral dalam perumusan Pancasila.

Sedang di masa modern, ungkap Haedar, Muhammadiyah meneguhkan kesetiaan terhadap Pancasila lewat dokumen Negara Pancasila Darul Ahdi wa Syahadah yang ditetapkan dalam Muktamar Muhammadiyah ke-47 di Makassar tahun 2015.

“Inti dari dokumen Negara Pancasila Darul Ahdi wa Syahadah itu begini. Kita sudah berkomitmen bahwa negara Indonesia yang berdasarkan Pancasila itu hasil kesepakatan termasuk tokoh umat Islam, bahkan tokoh utamanya adalah Ki Bagus dengan kompromi. Yaitu dari syariat kepada akidah, yakni Ketuhanan Yang Maha Esa,” kata Haedar, dilansir oleh Muhammadiyah.or.id.

“Kemudian yang kedua bahwa kita tidak cukup komitmen. Kita harus majukan Indonesia ini menjadi Indonesia yang berkemajuan. Sehingga tidak cukup jargon. Nah dalam konteks kesepakatan, kita tidak berpikir lain tentang bentuk negara misalkan,” imbuhnya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Dalam forum virtual PWM Sulawesi Selatan, Ahad (10/10) Haedar mengajak untuk berhenti memperdebatkan ideologi Pancasila dan mulai untuk serius mengamalkannya.

Mengapa Muncul Pertanyaan Pilih Pancasila atau Al-Quran

“Nah nanti kalau mencari bentuk negara selain yang dasarnya Pancasila akan terjadi konflik ideologi lagi. Kalau ada dari kelompok agama apakah Islam atau non Islam bicara tentang konsep negara Islam atau negara agama, jangan salahkan nanti mereka yang pandangan sekuler juga mengajukan konsep pandangan sekuler. Mungkin kalau masih ada 1-2 yang komunis di negeri ini juga akan mengajukan negara komunis. Maka kembalikan. Dan pancasila itu sudah sejalan dengan Islam,” tegas Haedar.

Haedar meminta agar perdebatan Pancasila di ranah ideologis dikunci sebab kontra-produktif bagi kemajuan bangsa.

“Apa yang kita pikirkan adalah membangun Indonesia supaya sejalan dengan nilai-nilai agama, nilai Pancasila dan nilai kebudayaan luhur bangsa. Nah ini tugas kita,” pungkasnya.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:berita islam terbaruberita islam terkinihaedar NashirHidayatullahMuhammadiyahpancasila
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya komik lgbt Waspadai Komik Berunsur LGBT, Kementerian PPPA Jalin Koordinasi dengan IKAPI
Tulisan selanjutnya drone turki Lebih Murah dari AS dan Israel, Drone Bersenjata Turki Makin Diminati

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Memahami Wahyu dan Kenabian: Fondasi Keyakinan Islam di Tengah Tantangan Pemikiran Barat

Berita
30 Oktober 2026 13:12
Sebagian Pecahan Rudal Balistik Houthi Jatuh di Mekah
Didanai Beijing, Pentagon Anggap Confucius Institutes Ancaman Bagi Keamanan Negara AS
Tak Sekedar Tontonan, Film Buya Hamka Vol 3 Jadi Tuntunan Antar Generasi
Parlemen Turki Setujui RUU Ratifikasi Pakta Pertahanan Mekkah

Terbaru

  • Meretas untuk Kepentingan Rezim Assad Pria Suriah Divonis 42 Bulan Penjara
  • Pengembangan AI Membuat Investor Alphabet, Amazon, dan Microsoft Khawatir
  • Koalisi Pimpinan Arab Saudi Umumkan Tembak Jatuh Drone Houthi di Mekkah
  • Pekerja Pelabuhan di 20 Negara akan Gelar Mogok Kerja Serentak untuk Palestina
  • Tak Sekedar Tontonan, Film Buya Hamka Vol 3 Jadi Tuntunan Antar Generasi
  • Memahami Wahyu dan Kenabian: Fondasi Keyakinan Islam di Tengah Tantangan Pemikiran Barat
  • LPPOM Sebut Penundaan Wajib Halal 2028 Realistis bagi UMK
  • Pengadilan Iraq Penjarakan 7 Warga Prancis Anggota ISIS
  • Jurnalis Asing Jadi Korban Serangan Pemukim Ilegal ‘Israel’, Dipukuli Hingga Gegar Otak
  • Parlemen Turki Setujui RUU Ratifikasi Pakta Pertahanan Mekkah

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?