Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pasca 2014 Ribuan Tentara Amerika Tetap Bercokol di Afghanistan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 28 Mei 2014 07:04 7:04 am
Ama Farah
Dipublikasikan 28 Mei 2014 07:04
Bagikan
Tentara Amerika Serikat di Afghanistan bersama tawanannya.
Bagikan

Hidayatullah.com—Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengumumkan rencana penarikan pasukan di Afghanistan yang akan meninggalkan 9.800 personel di negara itu pasca 2014, membatalkan rencana penarikan tentara Amerika seluruhnya pada akhir tahun ini.

Hari Selasa (27/5/2014) Obama mengumumkan rencana dua tahun, di mana Amerika Serikat akan menarik seluruh intervensi militernya pada tahun 2016. Pengumuman itu dilakukan setelah Obama berbicara lewat telepon dengan Presiden Afghanistan Hamid Karzai.

Mengantisipasi kritik atas keputusannya menarik hampir seluruh pasukan di akhir 2016, Obama mengatakan, pasukan keamanan Afghanistan telah menunjukkan bahwa mereka mampu untuk mempertahankan negaranya sendiri.

“Kita harus mengakui bahwa Afghanistan tidak akan menjadi tempat yang sempurna dan itu bukan tanggungjawab Amerika untuk mewujudkannya,” kata Obama di Taman Mawar Gedung Putih.

Sementara Hamid Karzai menolak untuk menandatangani perjanjian keamanan bilateral, para pejabat Amerika mengatakan mereka yakin siapapun kandidat presiden yang menggantikan Karzai akan bersedia menandatanganinya, lansir Asoosiated Press dikutip Aljazeera.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pada akhir 2016, jumlah pasukan Amerika akan dipangkas sampai pada jumlah yang biasa ada di kedutaan dan akan ada seorang kepala keamanan di ibukota, seperti halnya yang telah dilakukan Amerika di Iraq, kata salah seorang pejabat Gedung Putih kepada para wartawan, Selasa (27/5/2014).

Obama juga telah mendiskusikan rencananya dengan beberapa pemimpin Eropa, termasuk Kanselir Jerman Angela Merkel, PM Inggris David Cameron dan PM Italia Matteo Renzi.

Sedikitnya 2.181 personel militer Amerika Serikat telah tewas selama perang 13 tahun di Afghanistan dan ribuan lainnya luka-luka.

Awal tahun 2015, jumlah pasukan NATO termasuk dari Amerika Serikat yang masih bercokol di Afghanistan mencapai 12.000 orang.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Aa Gym: Memilih Kandidat Berporos Tauhid itu Jalan Terbaik
Tulisan selanjutnya Abbas Akan Umumkan Pemerintahan Baru Palestina Kamis

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Berita
18 Juli 2026 10:12
ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Terbaru

  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?