Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Gontor Berdiri Bukan untuk Mendukung Capres

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 29 Mei 2014 14:20 2:20 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 29 Mei 2014 14:20
Bagikan
Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor
Bagikan

Oleh: Henri Shalahuddin

PAGI ini saya dikejutkan dengan pemberitaan di pelbagai media sosial yang mencitrakan Pondok Modern Darussalam Gontor, santri-santri dan alumninya mendukung salah satu capres 2014. Judul beritanya pun sangat bombastis,  “Alumni Gontor: Jokowi-JK Pemimpin yang Diminta” (lihat: http://nasional.inilah.com/read/detail/2104634/alumni-gontor-jokowi-jk-pemimpin-yang-diminta#.U4ahKXKSzVY).

Tak kalah bombastisnya, Tribunnews.com menurunkan berita dengan judul: “Santri Gontor Nilai Jokowi-JK Pemimpin yang Diminta, Bukan Mencalonkan Diri”. (lihat: http://www.tribunnews.com/pemilu-2014/2014/05/28/santri-gontor-nilai-jokowi-jk-pemimpin-yang-diminta-bukan-mencalonkan-diri).

Kedua website tersebut melalui nara sumbernya yang diduga alumni Gontor, menegaskan bahwa salah satu capres layak dipilih dan paling sesuai dengan ajaran Islam. Karena mereka tak pernah mengajukan diri, tetapi dipilih dan diminta oleh partai karena dikehendaki rakyat, kata sang sumber.

Isi pemberitaannya selain provokatif, juga penuh kebohongan karena seolah-olah digambarkan bahwa semua santri dan alumni Gontor mendukung salah satu capres 2014.Di samping itu, pemberitaan seperti ini juga tidak beradab apalagi dengan cara mengkorupsi kandungan hadis hanya untuk menguatkan salah satu capres yang akan berlaga. Tentunya hal ini merupakan cara-cara yang tidak pernah diajarkan bahkan jauh dari ruh dan ajaran Pesantren Gontor.

Baca Juga

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman
Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia
Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

Sebagaimana diketahui bahwa Pondok Modern Gontor berdiri pada tahun 1926, atau 19 tahun sebelum berdirinya Republik Indonesia. Sebagai lembaga pendidikan agama, Gontor didirikan untuk mendidik kader-kader umat.Oleh karena itu, sejak berdirinya hingga kini Gontor tidak membudayakan menerima kunjungan capres, cagub, cabup dan lain-lain demi menjaga netralitas lembaga pendidikan yang sudah diwakafkan untuk umat ini.

Sebagai alumni Gontor yang pernah belajar dan mengajar selama 11 tahun (1989-1995 dan 1995-2000), tentunya pemberitaan seperti dalam kedua website di atas sangat mengecewakan dan cenderung tidak profesional. Bagaimana mungkin pendapat satu dua orang diberitakan seolah-olah mewakili keseluruhan santri dan alumi Gontor. Apalagi yang dijadikan narasumbernya tidak jelas track record-nya di Gontor, misalnya alumni tahun berapa dan dari mana asal daerahnya, apakah dia belajar sampai tamat atau tidak, kalau tamat apa predikat kelulusannya, dan lain-lain.

Penjelasan seperti ini penting untuk menakar validitas informasi, menghindari pembohongan publik dan pemahaman terhadap pondok Gontor. Sebab sebagai lembaga pendidikan, Pondok Modern Gontor “berdiri di atas dan untuk semua golongan.” Gontor tidak pernah terjun dalam politik praktis, sebab bagi Gontor pendidikan merupakan politik tertinggi.Maka tidak heran jika para alumninya yang masih sehat akal budinya, tidak pernah mencomot nama Gontor untuk mendeklarasikan capres maupun partainya.

Selama mengenyam pendidikan di Gontor, kami para santri dan guru selalu ditanamkan ‘Panca Jiwa Pondok’ yang meliputi; jiwa keikhlasan, jiwa kesederhanaan, jiwa berdikari, jiwa ukhuwwah Islamiyyah, dan kiwa kebebasan. Berkenaan dengan penanaman jiwa Ukhuwwah Islamiyyah ini, KH. Ahmad Sahal, salah satu dari tiga pendiri pondok Gontor, pernah berkata: “Andaikata semua siswa Pondok Modern Gontor ini terdiri dari anak-anak Muhammadiyah, guru-gurunya pun semua orang Muhammadiyah, maka Pondok Modern Gontor tidak boleh sama sekali menjadi Muhammadiyah. Andaikata semua siswa Pondok Modern Gontor ini terdiri dari anak-anak NU, guru-gurunya pun semua orang NU, maka Pondok Modern Gontor tidak boleh sama sekali menjadi NU”.

Oleh karena itu sebagai lembaga perekat umat, Gontor ibarat ibu kandung bagi kaum muslimin.Tempat di mana seorang ibu mencurahkan kasih sayangnya, mendidik dan mengkader putra-putrinya agar menjadi generasi bangsa yang beradab pada Tuhannya, orang tuanya, masyarakat dan negaranya.Maka berdasarkan “sunnah pondok”, Gontor sejak awal berdirinya tidak pernah turut berkampanye untuk mendukung salah satu partai, calon legislative maupun calon presiden.Wallahua’lam bi l-Sawab.*

Penulis adalah mahasiswa doktoral di Universiti Malaya, Kuala Lumpur

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Gontorsantri
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya KH. Ahmad Sanusi Kembali Diusulkan Menjadi Pahlawan Nasional
Tulisan selanjutnya Kajian Isra’ Mi’raj Al Fittiyah, Yayasan Ar Rahman

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel

Berita
5 Juni 2026 12:20
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Opini

Zohran Mamdani dan Paranoia Primitif di Jantung Amerika

11 November 2025 16:00
Opini

Ketika Bertanya Dianggap Bersalah: Membaca Logika Polisi atas Kasus Roy Suryo Cs

10 November 2025 10:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?