Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Kesenjangan Miskin-Kaya di China Terungkap dari Aplikasi Covid-19

Ama Farah
Terakhir diupdate: 20 Januari 2022 21:49 9:49 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 20 Januari 2022 21:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Kesenjangan nyata kehidupan dua pasien – si miskin dan si kaya – terungkap dari aplikasi pelacak Covid-19.

Dilansir AFP Kamis (20/1/2022), satu pasien yang belum lama ini terinfeksi coronavirus di Beijing pergi melancong bermain ski, belanja di gerai Dior dan menonton teater komedi.

Pasien satunya mengangkut limbah konstruksi sepanjang malam melintasi berbagai daerah di ibukota China, melakukan lebih dari selusin pekerjaan sambilan dalam dua pekan, sambil mencari seorang putranya yang hilang.

Pihak berwenang China secara rutin mempublikasikannya deskripsi pergerakan pasien Covid-19 beberapa hari sebelum dinyatakan positif, sebagai bagian dari upaya pelacakan penularan coronavirus.

Yue, pria berusia 44 tahun asal Provinsi Henan, mengunjungi dua puluhan lokasi konstruksi dari tanggal 1 sampai 17 Januari untuk bekerja, seringkali di malam hari, dan makan hanya satu kali dalam sehari di sebuah rumah makan mie murahan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dalam wawancara yang dipublikasikan media plat merah China Newsweek, terungkap bahwa Yue merantau ke Beijing dalam rangka mencari putra remajanya yang hilang, dan dia bekerja untuk menghidupi putranya yang lebih muda dan kedua orangtuanya yang kondisi kesehatannya buruk.

Yue mengatakan istrinya bekerja di kedai penjual rumput laut di Provinsi Shandong, memperoleh hanya 10.000 yuan ($1.577) dalam setahun. Yue sendiri mendapatkan uang setara itu dengan melakukan banyak kerja sambilan di Beijing selama kurang dari dua bulan.

Menanggapi kisah hidup Yue, pengguna media sosial China mengatakan bahwa penderitaan yang dialami Yue juga dialami oleh jutaan pekerja migran lain di China.

“Dia mewakili mayoritas orang yang kurang beruntung yang berjuang di lapisan bawah masyarakat,” kata seorang pengguna Weibo.

Sementara itu, pasien kaya di Beijing yang dilaporkan terinfeksi Covid-19 pekan lalu merupakan pekerja kantoran bergengsi. Dia merayakan hari tahun baru dengan menu makan siang bebek Peking, berbelanja di butik mewah dan mengunjungi teater keesokan harinya. Wanita kaya itu kemudian pergi wisata ski di akhir pekan selanjutnya.

Dua puluh persen orang terkaya di China memperoleh pendapatan lebih dari 10 kali pendapatan 20 persen orang termiskin, menurut laporan Bloomberg News. Kesenjangan miskin-kaya di China lebih lebar dibanding di Amerika Serikat atau negara-negara Uni Eropa seperti Jerman dan Prancis.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:chinacovid-19kesenjanganMiskin-Kaya
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Israel Beli 3 Kapal Selam Buatan Thyssenkrupp Jerman
Tulisan selanjutnya Anggota DPR Keluhkan Fasilitas Hotel Karantina, Harga Mahal Fasilitas Minim

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Berita
2 Juni 2026 17:20
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?