Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Senat Prancis Sahkan Larangan Pemakaian Hijab dalam Olahraga

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 21 Januari 2022 20:39 8:39 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 21 Januari 2022 21:00
Bagikan
hijab olahraga
Bagikan

Hidayatullah.com — Senat Prancis telah memilih untuk melarang simbol agama yang mencolok dalam olahraga, sebuah langkah yang terutama ditujukan untuk perempuan Muslim negara itu – yang beberapa diantaranya mungkin berolahraga dengan hijab.

Menurut para politisi sayap kanan yang memilih keputusan yang melarang pemakaian hijab dalam olahraga, langkah yang menargetkan wanita Muslim itu diambil untuk kepentingan yang disebut netralitas agama.

“Langkah ini bertujuan untuk menekan semua bentuk subjektivitas Muslim mengenai keyakinan dan ibadah, budaya dan ekspresi politik,” kata Maria De Cartena, seorang pembela hak asasi manusia di Prancis.

Keputusan kontroversial itu ditentang pemerintah Emmanuel Macron (penentangan ini sangat jarang terjadi) yang telah melakukan beberapa tindakan keras kepada umat Islam dalam beberapa tahun terakhir.

Disetujui 160 suara dan ditolak 143 di majelis tinggi parlemen pada Selasa, keputusan tersebut menurut De Cartena merupakan demonstrasi Islamofobia yang dilembagakan, TRT World melansir pada Kamis (21/01/2022).

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

De Cartena juga telah menjadi aktivis penting yang bekerja dengan kelompok yang dikenal sebagai Koordinasi Menentang UU Separatisme. Undang-undang yang diklaim oleh pemerintah Prancis ditujukan untuk memerangi “ekstremisme Islam”, tetapi para kritikus mengatakan itu membatasi kebebasan beragama dan secara tidak adil menargetkan Muslim.

Langkah Islamofobia terbaru Senat Prancis mengikuti serangkaian pembatasan dalam beberapa tahun terakhir yang secara sistematis menekan umat Islam. De Cartena mengatakan bahwa dalam pemungutan suara keputusan terbaru, Senat “menunjukkan bahwa kebijakan Islamofobia dan perang melawan Islam dan Muslim; bersifat permanen dan ada di mana-mana di bidang politik, hukum, media.”

Awal bulan ini, sebuah penelitian menemukan kecenderungan kuat bahwa media Prancis untuk memberikan waktu tayang kepada suara-suara sayap kanan dan memperkuat pandangan ekstrim mereka.

Tahun lalu parlemen Prancis melarang anak-anak perempuan Muslim menghadiri perjalanan sekolah mereka sambil mengenakan jilbab, sebuah simbol yang dianggap sebagai ancaman bagi semua hal yang diperjuangkan Republik.

Kala itu Macron mendukung larangan yang merupakan bagian dari narasi pemerintah “bahwa perjuangan melawan ‘separatisme Muslim’ adalah perjuangan sehari-hari,” kata De Cartena.

Pemerintahan Macron sangat berfokus kepada minoritas Muslim negara yang berpenduduk 5,4 juta orang, bahkan ketika Prancis bergulat dengan pandemi Covid.

Isu-isu yang saling bersilangan ini hanya semakin kuat dengan pemilu presiden yang tinggal beberapa bulan lagi. Partai-partai di kiri dan kanan spektrum politik bersaing untuk tampil keras terhadap Muslim.

Langkah-langkah terbaru yang dipilih oleh partai sayap kanan Les Republicains mengubah Undang-Undang Anti-Separatisme Macron untuk menyebutkan “penggunaan kerudung secara eksplisit.”

De Cartena khawatir bahwa langkah terbaru untuk melarang perempuan bermain olahraga kecuali mereka mematuhi perintah negara hanya akan semakin “memisahkan Muslim dari masyarakat lainnya.”

“Tujuannya di sini adalah untuk melarang lebih banyak lagi semua penanda Islam,” tambah De Cartena.

Secara lebih luas, kata De Cartena, “Islamofobia di Prancis tidak ada hubungannya dengan partai-partai tetapi dengan sistemnya! Islamofobia hadir di semua lapisan masyarakat: di tingkat pemerintah, polisi, dan peradilan.”

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:hijabislamofobiaMuslimPrancis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya masker gereja Pesawat American Airlines Putar Balik Gegara Penumpang Menolak Pakai Masker
Tulisan selanjutnya Pengadilan Pakistan Vonis Mati Wanita karena ‘Penistaan Aagama’ melalui WhatsApp

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Berita
15 Juli 2026 20:18
Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Terbaru

  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?