Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Jendela Keluarga

Tak Sekedar Mencari Nafkah, Ayah Juga Berperan Dalam Pendidikan Anak

Ahmad
Terakhir diupdate: 9 Februari 2022 10:42 10:42 am
Ahmad
Dipublikasikan 9 Februari 2022 11:30
Bagikan
Menghadirkan sosok tauladan pada anak
Bagikan

Hidayatullah.com | “AKU sebal sama ayah!” kata Laskar kepada ayahnya. la marah karena seharusnya ayahnya menemaninya bermain atau melakukan aktivitas bersama di minggu pagi yang cerah, namun tiba-tiba membatalkan semua jadwal bersamanya, karena ayahnya harus memenuhi panggilan lembur kerja.

Mungkin, pemandangan seperti itu biasa kita temukan, terlebih jika hidup dalam perkotaan atau menganut prinsip tugas ayah hanya mencari nafkah saja. Namun, dalam Islam, seorang laki-laki yang sudah menikah tidak hanya berperan sebagai pencari nafkah.

Suami adalah kepala keluarga, penentu arah, atau menjadi navigator rumah tangga. Meminjam istilah psikolog yang juga pendiri Yayasan Kita dan Buah Hati, Elly Risman, jika seorang ibu adalah Unit Pelaksana Teknis, maka seorang ayah adalah penentu Garis Besar Haluan Keluarga.

Jika ibu adalah madrasah pertama untuk anak, maka ayahlah yang menjadi kepala sekolahnya, sehingga kepemimpinan seorang laki-laki atau ayah lebih kepada hal-hal strategis. Meski demikian, bukan berarti ayah harus lepas tangan begitu saja dari pendidikan anak-anaknya.

Sebab, dalam al-Qur’an, pendidikan anak, terutama pendidikan agama yang bertanggung jawab adalah ayah. Lihat saja bagaimana Luqman menanamkan benih tauhid pada anaknya. Sang buah hati ia beri peringatan sejak dini agar jangan menyekutukan Sang Ilahi.

Baca Juga

Anak Saleh Buah dari Kesalehan Orang Tua?
Muharram, Momen Terbaik Menjadi Ibu Terbaik
Kecantikan Muslimah Sejati
Sebab-sebab Durhaka Istri kepada Suami
Anak Shalih dan Shalihah Takdir Allah, Kita Terus Berusaha

وَاِذۡ قَالَ لُقۡمٰنُ لِا بۡنِهٖ وَهُوَ يَعِظُهٗ يٰبُنَىَّ لَا تُشۡرِكۡ بِاللّٰهِ ‌ؕاِنَّ الشِّرۡكَ لَـظُلۡمٌ عَظِيۡمٌ

“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, ketika dia memberi pelajaran kepadanya, ‘Wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benarbenar kezaliman yang besar.” (QS: Luqman: 13)

Jika Ayah Terlibat

Banyak manfaat akan dirasakan langsung jika sang ayah terlibat dalam pendidikan maupun aktivitas anak. Dosen Universitas Ibnu Khaldun, Bogor, yang juga menekuni bidang keluarga, Dr. Erma Shahida Pawitasari, dalam bukunya Muslimah Sukses Tanpa Stres menuliskan, hubungan ayah dan anak memberikan pengaruh begitu positif dalam semua aspek kehidupan anak, mulai dari psikologis, akademis, hingga perilaku sosial.

Ayah yang menunjukkan kepedulian pada anaknya, akan menghasilkan anak berprestasi secara akademik. Ayah yang terlibat aktif, mengasuh, dan bermain-main dengan bayinya, akan mempunyai anak dengan kecerdasan, kemampuan bahasa, dan kognitif yang lebih tinggi dari anak yang tidak dekat dengan ayahnya.

Jeffrey Rosenberg dan W. Bradford Wilcox dalam “The Importance of Fathers in the Healthy Development of Children” mencatat, ayah yang terlibat dalam kehidupan anak sedari masa balita, maka saat anak memasuki masa sekolah, ia akan lebih siap secara akademik. Hal ini ditandai dengan sikapnya yang akan lebih sabar, dapat menghadapi stres dan rasa frustrasi yang mungkin muncul pada masa sekolah.

Lebih lanjut, Michael E. Lamb dalam bukunya yang lain, The Role of the Father in Child Development menyebutkan dalam penelitian lain, anak laki-laki yang memiliki hubungan hangat dengan ayahnya, ternyata tumbuh menjadi sosok yang lebih maskulin. Sedangkan anak-anak yang tumbuh tanpa bimbingan cukup dari ayah cenderung memiliki masalah dalam identitas gender. Mereka juga akan tumbuh dalam kebingungan tentang peran laki-laki dan perempuan dalam masyarakat.

Kurangnya peran ayah untuk anak laki-laki akan mengakibatkan kenakalan, agresif, terjerumus ke dalam hal-hal negatif, seperti narkoba dan seks bebas. Sedangkan untuk perempuan akan mengakibatkan depresi dan terjerumus ke dalam pergaulan bebas.

Jadi para ayah tidak hanya sekadar mencari nafkah, karena dengan ayah terlibat pendidikan di rumah, di masyarakat anak tidak menjadi sampah. Ia menjadi pribadi berakhlaqul karimah dan sedari dini LGBT bisa kita cegah, keluarga pun lebih sakinah, mawaddah wa rahmah, karena ayah dan bunda menciptakan kerjasama yang indah, insya Allah.*/ Sarah L Mantovani, dikutip dari Majalah Suara Hidayatullah

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:pendidikan anakperan ayah dalam pendidikan anak
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tanggapi Polemik di Desa Wadas, Sekum Muhammadiyah Minta Semua Pihak Bermusyawarah
Tulisan selanjutnya Fatu Marando: Kampung Mualaf Penuh Harapan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bom di terowongan tewaskan tentara Israel
Berita

Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Berita
1 Juni 2026 15:00
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

5 Tips Mendidik Anak agar Cinta Ramadhan
Jendela Keluarga

Sudahkah Anak Kita Diajarkan Akidah?

3 Desember 2022 20:55
Jendela Keluarga

Menjadi Ayah yang “Mesra” dengan Anak

26 November 2022 07:10
Jendela Keluarga

Akhlak Muslimah, Lembutlah dalam Bicara

8 November 2022 21:45
Jendela Keluarga

Hakikat Wanita Shalihah

4 November 2022 10:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?