Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ilahiyah Finance

Kurikulum Kehidupan: Agar Hidup Senantiasa Lebih Baik

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 26 Maret 2012 09:12 9:12 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 26 Maret 2012 09:12
Bagikan
Bagikan

Oleh: Muhaimin Iqbal

TAHUN 1997-1998 Indonesia mengalami krisis yang sangat berat, awalnya adalah krisis ekonomi, krisis daya beli uang yang kemudian popular dengan sebutan krisis moneter (krismon). Tetapi kemudian berujung pada krisis politik, berupa krisis kepercayaan yang ditandai dengan berakhirnya rezim orde baru yang telah bercokol 32 tahun di negeri ini. Kini 14 tahun kemudian, apakah kondisi mayoritas rakyat negeri ini lebih baik dari saat itu?

Bila dilihat dari sisi ekonomi, khususnya dalam bentuk pendapatan per kapita memang seolah terjadi peningkatan yang luar biasa. Pendapatan per kapita rakyat Indonesia tahun 1998 adalah sekitar US$ 1,200; melonjak tiga kalinya tahun lalu menjadi di kisaran US$ 3,600. Tetapi mengapa rakyat tidak merasa tambah makmur ?, ya karena daya beli uang yang dipakai untuk mengukur kesejahteraan tersebut terus merosot – baik itu Rupiah maupun US$.

Harga emas dunia tahun 1998 di kisaran US$ 300/Ozt, naik lebih dari 5 kalinya menjadi di kisaran US$ 1,600/Ozt tahun lalu. Dinar pada awal tahun 1997 adalah di kisaran Rp 130,000; kemudian melonjak pada saat krismon 1998 menjadi di kisaran Rp 400,000 dan kini juga melonjak lebih dari lima kalinya sejak 1998 – menjadi di kisaran Rp 2,200,000.

Kalau kita gunakan indikator harga emas atau Dinar sebagai cerminan inflasi harga barang-barang – karena Dinar terbukti setara 1 ekor kambing Qurban selama 1,400 tahun lebih, maka dengan mudah kita bisa memahami mengapa mayoritas rakyat tidak mengalami perbaikan kesejahteraan setelah 14 tahun era reformasi. Pendapatan rata-rata mereka naik tiga kalinya, tetapi harga barang-barang naik lima kalinya!

Baca Juga

Indonesia Masuk Peringkat Dunia dalam Keuangan Syariah, Perlu Pembenahan Kurikulum Lebih Baik
Cashback yang di Tawarkan Go-pay dan OVO, Haramkah?
Industri Pertanian Zaman Nabi
Makanan Yang Membuat Tidak Miskin
Industry 0.0

Ini baru dari satu sudut pandang saja yaitu sudut pandang ekonomi. Bagaimana dengan sudut pandang yang lain seperti politik, sosial, disiplin masyarakat, kepatuhan hukum, keimanan dlsb. apakah lebih baik ?, biarlah para peneliti dan diri kita sendiri yang menjawabnya dengan jujur.

Ada do’a yang indah yang rata-rata dicantumkan di halaman akhir Al-Qur’an yaitu Do’a Khatmil Qu’ran, yang penggalan artinya kurang lebih ada yang berbunyi begini:

“Ya Allah…, jadikalnlah kehidupan hamba agar senantiasa lebih baik…Ya Allah jadikanlah umur terbaik hamba di ujungnya, jadikanlah amal terbaik hamba di penutupnya….”

Tetapi tentu ber-do’a harus diberengi dengan ikhtiar agar kehidupan kita bener-bener bisa senantiasa lebih baik. Bila faktanya selama 14 tahun rata- rata kita tidak lebih baik, bisa jadi karena kita kurang berusaha, kurang berdo’a atau bahkan kurang keduanya.

Masalah yang sama misalnya harga BBM, tetap selalu disikapi sama oleh pemerintah dan oleh rakyat. Pemerintah selalu ber-argumen tidak punya jalan lain kecuali menaikkan BBM, sedangkan rakyat menjerit karena setiap kali kenaikan BBM selalu diikuti oleh lonjakan beban biaya hidup. Bila tidak ada perbaikan dalam hal ini, maka sampai kapanpun akan terus begini, pemerintah tidak memiliki solusi (selain dengan menaikkan harga!) dan rakyat yang harus menanggung beban akibatnya.

Pertanyaannya apakah benar tidak ada solusi itu?, Bukankah Allah selalu menjanjikan jalan keluar bagi orang yang tertakwa (QS 65:2). Apakah kita belum termasuk kelompok orang-orang yang yang dijanjikan jalan keluar tersebut? Bisa jadi ini juga masalahnya. Ada prasyarat untuk mencapai derajat takwa ini yaitu Iman, itulah sebabnya penyebutan takwa tidak mendahului penyebutan iman.

“Barang siapa beriman dan bertakwa…”, bukannya “barang siapa bertakwa dan beriman”. Yang diwajibkan berpuasa untuk menjadi orang bertakwa-pun hanya orang-orang yang beriman (QS 2 :183), yang tidak atau belum beriman tidak diwajibkan berpuasa!

Jadi sebenarnya orang tidak bisa hidup secara sekuler, melupakan iman ketika lagi beraktifitas ekonomi, politik, sosial, budaya dlsb. Seolah iman hanya ada di masjid-masjid dan mushola-mushola. Bila kita melupakan iman, kita tidak akan pernah sampai ke derajat takwa karena prasyaratnya tidak terpenuhi. Bila kita tidak sampai derajat takwa, maka tidak berlaku janjiNya di QS 65:2 bahwa pasti ada jalan keluar bagi seluruh permasyalahan hidup kita!

Agar kehidupan kita selalu lebih baik, kita harus terus belajar memperbaikinya. Belajar juga harus dengan kurikulum yang benar agar sesuai dengan tujuannya, kurikulum inilah yang saya sebut sebagai Kurikulum Kehidupan. Bila kita ingin perbaiki ekonomi, maka tentu kita harus kuasai itu seluk beluk ekonomi yang baik. Bila kita ingin perbaiki politik, maka kita juga harus membangun budaya politik yang baik, dlsb.

Tetapi itu semua tidak cukup bila Iman kita tidak bertambah baik dari waktu kewaktu. Maka di antara kurikula kehidupan itu, ada kurikulum wajibnya yaitu kurikulum iman. Agar kemudian insyaallah kita bisa mencapai derajat takwa, agar kita diberi jalan keluar dari setiap permasalah kehidupan dan agar ketika kita menghadapNya, kita dalam kondisi beramal terbaik kita.

Lantas dimana kita bisa menempuh pembelajaran berkelanjutan dengan kurikulum Iman ini? Anda bisa belajar dari para ustadz atau guru ngaji yang mumpuni di sekitar Anda, bila kesulitan memperolehnya – insyaallah dalam waktu satu dua bulan kedepan kita akan me-launch pembelanjaran keimanan bagi masyarkat luas yang kami sebut Quantum Iman. Program ini nantinya bisa dijalankan secara massal di kantor-kantor, instansi-instansi, di tempat-tempat kursus, di sekolah-sekolah, di perguruan tinggi…., dimana saja pembelajaran Iman itu di perlukan. InsyaAllah.*

Penulis adalah Direktur Gerai Dinar, kolumnis hidayatullah.com

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Perempuan Lebih Sering Terkena Serangan Jantung daripada Laki-laki
Tulisan selanjutnya Benarkah Kesetaraan Gender Sebuah Solusi?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Global Sumud FLotilla
Berita

Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Berita
30 Mei 2026 09:51
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Ilahiyah Finance

Probiotic Food dan Prophetic Food

17 Juni 2020 08:00
Ilahiyah Finance

Syirkah “Orang-Orang Miskin”

11 Februari 2019 20:49
Hamas bitcoin
Ilahiyah Finance

Halal Haram Uang Kripto

11 Desember 2018 08:15
Ilahiyah Finance

Golden Balance: Financing the Needy

15 Agustus 2018 13:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?