Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ilahiyah Finance

Availability, Accessibility & Affordability…

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 30 Maret 2012 13:21 1:21 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 30 Maret 2012 13:21
Bagikan
Bagikan

oleh: Muhaimin Iqbal

MARAKNYA demo BBM hari-hari ini sebenarnya baru terfokus pada satu dari tiga masalah serius yang terkait dengan bahan bakar, yaitu pada affordability atau keterjangkauannya. Yang lebih serius perlu dipikirkan dalam jangka panjang sebenarnya bukan hanya masalah affordability ini, tetapi accessibility dan availability dari bahan bakar itu sendirilah yang tidak kalah pentingnya. Dalam dunia ekonomi, tiga hal ini yaitu availability, accessibility dan affordability adalah masalah sekaligus tantangan dan peluang besar.

Bayangkan untuk saudara-saudara kita yang sekarang hidup di Papua dan pulau-pulau yang jauh lainnya, mereka sering tidak punya pilihan sehingga terpaksa membayar bahan bakar premium dengan harga yang bisa mencapai Rp 15,000/liter atau bahkan lebih. Mengapa begitu mahal di tempat mereka? Bahan bakar memang tersedia (available) di kilang-kilang atau depo-depo di pulau jawa, tetapi nyaris tidak accessible (tidak bisa diperoleh) di tempat mereka.

Kita-pun yang di Jawa bisa menemui situasi semacam ini, bila karena satu dan lain hal Pertamina tidak bisa memproduksi bahan bakar yang cukup, yang membuat bahan bakar tidak available maka tentu bahan bakar ini pasti juga tidak accessible bagi kita. Yang kita demo sekarang sebenarnya baru buntut dari tiga serangkai Available – Accessible dan Affordable.

Kita mempermasalahkan buntut-nya karena itu yang kita rasakan sekarang, kalau kita berfikir jangka panjang sampai ke anak cucu kita – maka urutannya akan berbeda. Pemerintah atau siapapun yang berwenang dalam bidang energy ini harus bisa ‘menenangkan’ masyarakat dengan program-programnya yang menjamin energy available, accessible dan tentu juga harus affordable.

Baca Juga

Indonesia Masuk Peringkat Dunia dalam Keuangan Syariah, Perlu Pembenahan Kurikulum Lebih Baik
Cashback yang di Tawarkan Go-pay dan OVO, Haramkah?
Industri Pertanian Zaman Nabi
Makanan Yang Membuat Tidak Miskin
Industry 0.0

Kalau energy tidak available, pasti juga tidak accessible dan juga tidak affordable. Kalau dia available, kemungkinannya bisa accessible bisa juga tidak. Kalau dia available dan accessible, maka dia bisa affordable dan bisa juga tidak. Jadi yang kita demo sekarang baru 1/3 dari masalah besar yang ada seperti dalam diagram pohon dibawah.

Problems Definition

Karena masalah energy ini merupakan masalah kebutuhan pokok seluruh masyarakat, maka sudah sewajarnya kalau pemikiran terhadap energy ini menjadi perhatian utama manakala kita memilih wakil-wakil kita, pemimpin kita dlsb.

Pada pemilu yang akan datang misalnya kita bisa menuntut pada seluruh wakil-wakil dan calon pemimpin kita, konsep apa yang mereka pikirkan tentang availability, accessibility dan affordability untuk kebutuhan-kebutuhan pokok masyarakat baik itu energy, bahan pangan, perumahan, kesehatan dan berbagai masalah pokok lainnya.

Tiga hal tersebut di atas selain menjadi urusan pemerintah, sebagian juga bisa digarap oleh swasta dan inilah peluang besarnya. Di setiap kotak merah dalam diagram diatas adalah peluang bagi yang bisa membuatnya hijau.

Ketika bahan bakar untuk mobil tidak lagi tersedia misalnya, maka mobil-mobil ringan yang bisa digerakkan dengan tenaga surya bisa menjadi peluang. Ketika bahan bakar tidak accessible di suatu daerah, pihak-pihak yang bisa mengirimkannya dengan efisien dan affordable akan memiliki peluangnya.

Tiga konsep ini juga berlaku untuk segala kebutuhan kita, jadi dengan memahami konsepnya akan menjadi peluang tersendiri bagi yang mau menggarapnya.

Dinar misanya menjadi peluang saya karena bersama Antam dan Peruri, kami telah membuatnya available, bersama para agen kami membuatnya accessible di berbagai kota, dan dengan sepenuhnya mengikuti mekanisme pembentuan harga melalui pasar sempurna yang dinamis – maka kami membuatnya affordable.

Project e-commerce SHIPHA yang saat ini sedang kami persiapkan sistem-nya juga insyaallah akan bekerja dengan cara yang sama. Bersama para vendor, para trader, agent dan service provider insyaallah kami ingin membuat penyembuhan-penyembuhan dengan cara Islami itu menjadi available, accessible dan affordable.

Kotak-kotak merah yang masih bisa dihijaukan, itulah peluang kita. Insyaallah.*

Penulis Direktur Gerai Dinar, kolumnis hidayatullah.com

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Buku Terbitan INSISTS akan Diterjemahkan dalam Bahasa Asing
Tulisan selanjutnya Demi Ukhuwah Imam Ahmad Jahr-kan Basmalah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Berita
31 Mei 2026 19:39
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Ilahiyah Finance

Probiotic Food dan Prophetic Food

17 Juni 2020 08:00
Ilahiyah Finance

Syirkah “Orang-Orang Miskin”

11 Februari 2019 20:49
Hamas bitcoin
Ilahiyah Finance

Halal Haram Uang Kripto

11 Desember 2018 08:15
Ilahiyah Finance

Golden Balance: Financing the Needy

15 Agustus 2018 13:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?