Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Pemerintah Diminta Cepat Tangani WNI di Australia

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 1 April 2022 16:30 4:30 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 31 Oktober 2002 23:19
Bagikan
Bagikan

Penggeledahan dan pemeriksaan kepolisian Australia terhadap sejumlah warga negara Indonesia yang dicurigai terlibat dengan Jamaah Islamiyah diduga bukan semata-mata karena laporan intelijen, namun ada alasan politis. Pernyataan ini disampaikan kandidat Doktor Bidang Hukum Tatanegara dari Melbourne University Deny Indrayana. Deny seperti dikutip SCTV, (31/10) kemarin meminta agar pemerintah Indonesia segera merespons tindakan Australia yang sangat berlebih-lebihan. Sebab menurutnya, penggeledahan WNI itu akan mengakibatkan ketegangan baru dalam hubungan diplomatik kedua negara tersebut. Menurut Deny, Perdana Menteri John Howard menjadikan penggeledahan rumah WNI yang diduga sebagai anggota JI sebagai alat kepentingan politiknya. Ia berusaha mengajak warganya membantu pemerintah dalam memberantas terorisme internasional. “Ironisnya, hal ini juga dipakai untuk memperkuat posisi politis Howard,” ujar Deny. Deny menambahkan, penggeledahan rumah WNI juga tak berdasar. Ada indikasi pemerintah Australia hanya memenuhi keinginan Perserikatan Bangsa-Bangsa memberantas terorisme. Mereka memeriksa siapa saja yang diduga sebagai anggota JI. Deny khawatir orang-orang yang hanya menghadiri pengajian Abu Bakar Ba`asyir juga dituduh sebagai anggota JI. “Penangkapan terhadap kedua WNI ini dilakukan tanpa melihat justifikasi,” kata Deny. Padahal, berdasarkan Undang-undang Terorisme, pemeriksaan seseorang tak boleh melanggar hak asasi manusia. Sebagai mana telah banyak diberitakan, seorang keturunan Indonesia di Australia, Jaya Basri (30) telah menjadi target operasi aparat AIRO. Hanya karena yang bersangkutan pernah mengikuti cerama Abu Bakar Baasyir 5 tahun lalu, 1997, AIRO bersama Polisi Federal Australia mengeledah rumahnya secara kasar. Barang-barang Basri juga telah dibawah. Diantaranya; komputer, disket, handpone dan kliping koran. Pemerintahan RI Kecewa Juru bicara Departemen Luar Negeri RI, Martin Natalegawa kepada para wartawan di Jakarta kemarin, Rabu, (30/10/02), mengaku kecewa cara perlakuan pemerintahan Australia dalam memperakukan warga muslim Indonesia di negara kangguru itu. Menurut Martin, seharusnya pemerintah Australia mengundang dan memberitahukan terlebih dahulu pihak Kedutaan Besar setempat sebelum melakukan berbagai penggerebekan. Menurutnya, ketentuan pemberitahuan itu sesuai yang telah disepakati dalam konvensi Wina yang isi ketentuannya menyebutkan bila salah seorang warga negara dituduh telah melakukan tindakan yang mencurigakan, maka penangkapannya harus diketahui oleh yang Kedubes setempat. Sampai hari ini, pemerintah Indonesia masih terus mencari informasi tentang warga negara Indonesia yang menjadi target intel Australia tersebut. Indonesia juga mengingatkan agar pemerintah Australi tidak secara gegabah menangkapi warga tertentu. Setelah bertemu Presiden George W Bush untuk memberantas terorisme dua hari lalu, Australia kini terus mencari orang dan kelompok yang dianggapnya berkaitan dengan Jamaah Islamiyah. Kelompok yang hingga kini belum jelas bentuknya. Pria Yang Sopan Seperti dikutip The Sydney Morning Herald, Basri telah diincar intel AIRO beberapa hari seteleh terjadinya peledakan Bali yang banyak menimbulkan korban warga Australia. Minggu malam, beberapa jam setelah melaksanakan sholat, Jaya Fadly Basri (30) bersama istrinya, Zahri dan dua anaknya tengah membersikahkan lantai. Mendadak, rumahnya diketuk orang tak dikenal secara kasar. “Saya bertanya, siapa itu? dan mereka menjawab polisi”, kata Basri mengingat kejadian. Bapak dua anak ini sejak tahun 1994 telah mendaftar secara resmi untuk bermukim secara tetap di Australia mengikuti keluarganya. Ayahnya. adalah seorang insinyur asal Jawa dan telah pindah ke negeri Kangguru ini sejak tahun 1986. Sebagai mana warga muslim yang taat, Basri sering berkumpul dan berdiskudi di masjid dengan berbagai umat Islam Australia sesudah sholat jamaah. Basri sering kali membagikan newslette (bulletin) di masjid Zetland tempat dia biasa sholat. Bulletin itu dicetaknya dari kertas folio ukuran A4 setiap hari jumat. Isi bulletin tersebut berisi mengenai perkembangan dunia Islam yang di download dari internet. Amjad Mahbub, Direktur the Australian Federation of Islamic Councils, mengatakan, walau tidak begitu mengenal baik, namun menurutnya, Basri sebagai mana umumnya banyak orang yang aktif di masjid. Dan selalu berkumpul dan bersilaturahami dengan jamaah lain seusai sholat. Jabir Algafi, Kepala Tinggi Majelis Islam NSW, mengatakan tidak begitu mengenal Basri. Namun banyak orang Islam yang pernah aktif di masjid bersamanya mengatakan bila dia adalah “orang yang sangat ramah dan tidaklah berbahaya”, kata Algafi. Selain Basri, Departemen Imigrasi Australia, kemarin juga telah melakukan penangkapan enam warga negara Indonesia (WNI) di masjid Dee Why. Mereka dituduh telah melanggar visa keimigrasian. Setelah bom Bali tanggal 12 Oktober yang telah menewaskan banyak korban, pemerintahan Autralia kini menjadi amat sensitif dan berlebih-lebihan terhadap segala hal berbau Islam. Sebelumnya, tidak kurang telah terjadi 40 kali kejadian kekerasan yang menimpa warga muslim di negara ini. Kekerasan yang paling sering dilakukan warga Australia itu antara lain; menganiaya muslimah, merusak rumah dan masjid. Bila tindakan yang tidak terpuji itu terus berlangsung, bukan tidak mungkin akan menimbulkan sikap yang sama di tanah air. Karena itu, tindakan pemerintah yang cepat adalah hal yang paling ditunggu. (tsmh/abc/antv/cha)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Petugas Intelijen ASIO Geledah Warga Indonesia Di Australia
Tulisan selanjutnya Buntut Penangkapan Baasyir Mahasiswa Mulai Unjuk Rasa

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?