Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Petugas Intelijen ASIO Geledah Warga Indonesia Di Australia

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 30 Oktober 2002 18:04 6:04 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 30 Oktober 2002 18:04
Bagikan
Bagikan

Lembaga intelijen Australia, ASIO (Australian Security Intelligence Organisation), secara mendadak menggeledah warga negara Australia asal Indonesia di Perth. Penggeledahan warga negara asal Indonesia ini dikaitkan dengan Jamaah Islamiyah (JI). Jaya Fadly Basri (30), warga Australia asal Indonesia digeledah secara mendadak oleh ASIO selama tidak kurang empat jam di rumahnya di daerah Belmore, Sydney. Menurut beberapa berita, Basri telah menjadi terget ASIO yang dan dihubung-hubungkan dengan JI, kelompok yang diindentikkan PBB sebagai teroris. “Mereka belum pernah bekerja dengan JI atau organisasi teroris lainnya. Mereka adalah keluarga yang damai dan sederhana…”, kata Stephen Hopper, pengacara keluarga Basri. Hopper mengatakan, ASIO juga telah menyita beberapa barang pribadi milik Basri, antara lain; dokumen, komputer dan handphone. Hopper mengatakan akan menyiapkan tindakan resmi untuk menuntut pemerintah. Di tempat lain, di Perth, pagi ini, Rabu (30/10/02), dua rumah warga Indonesiajuga tengah digeledah oleh petugas intelejen . Mereka menggunakan senapan otomatis, penutup wajah, dan peralatan mirip perang. Beberapa orang saksi di tempat itu mengatakan merasa ngeri dan sangat shock melihat peralatan perang dan senjata yang dikenakan para petugas tersebut. Salah seorang yang rumahnya telah digeledah pihak polisi Feredal dan ASIO di kawasan Perth, Jan Herbert, mengatakan sangat shock. Menurutnya, saat itu petugas intel dan polisi memasuki rumahnya dengan kasar di Spencer Road. Herbert sendiri telah pindah dari Jakarta sejak tahun 1989. Penggeledahan terhadap Herbert ini dikarenakan yang bersangkutan pernah mendatangkan Abu Bakar Baasyir di Sydney tahun 1997 untuk berceramah. Pihak polisi Federal dan ASIO juga menanyai Herbert beberapa hal yang dikait-kaitkan seputar bom di Bali. “Badan saya adalah Indonesia, tapi saya orang Australia”, katanya pada ABC News Online. Nampaknya, kasus Bali yang telah menewaskan banyak warga Australia menjadikan pemerintahan Australia sangat sensitif terhadap kelompok Islam. Jamaah Islamiyah yang belum jelas keberadaanya, kini dijadikan alasan baru mengangkapi orang Islam. Hingga berita ini diturunkan masih belum jelas benar identitas lengkap kedua orang asal Indonesia tersebut. Ketua Umum PB NU Hasyim Muzadi menyesalkan tindakan polisi Australia yang melakukan penggerebegan terhadap rumah WNI yang beragama Islam di Australia. Muzadi menyebut Australia telah membelokkan masalah terorisme menjadi masalah agama. Pernyataan Muzadi ini disampaikan dalam jumpa pers di kantor PBNU,Jl. Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu (30/10/2002). “Tak boleh masalah itu dibelokkan pada komunitas agama maupun agama itu sendiri. Tapi hari ini sudah terjadi pembelokan itu yang dikomandani oleh Australia bahwa yang terkesan melakukan teror adalah dari Islam,” tambah Muzadi seperti dikutip detik.com. (ABCNO/dtk/Cha)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Lebih 40 Kasus Kekerasan Menimpa Muslim Australia
Tulisan selanjutnya Pemerintah Diminta Cepat Tangani WNI di Australia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah

Berita
4 Juni 2026 21:20
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?