Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Cermin

“Bank Keliling” Menghancurkan Keluargaku”

Ahmad
Terakhir diupdate: 24 Juni 2014 06:04 6:04 am
Ahmad
Dipublikasikan 24 Juni 2014 06:03
Bagikan
Bagikan

MENYIKAPI hidup, sesulit apapun itu, selayaknya harus senantiasa berpikir jernih. Sabar, iktiar serta bertawakal kepada-Nya adalah solusi terbaik. Tidak asal mencari jawaban yang bias yang sudah pasti tidak sesuai dengan harapan.

Pelajaran ini sesuai dengan kisah yang dialami Sanusi (40), sebut saja begitu, seorang sopir yang tinggal di Jakarta Timur.

Dengan alasan tak menutupi kebutuhan hidup sehari-hari, seorang istrinya menjadi korban dari ‘Bank Keliling’. Awalnya, sang istri beralasan terlibat ‘Bank Keliling” (rentenir keleling, red) karena penghasilan suaminya tidak dapat menutupi kebutuhan yang ada.

Dengan alasan pekerjaan suaminya hanyalah sopir di salah satu angkutan umum Jakarta, sehingga dirasakan kurang di dalam mentupi kebutuhan yang ada, tanpa izin sang suami, diam-diam ia terlibat hutang-piutang dengan “Bank Keliling”.

Ibu yang memiliki lima anak masih kecil-kecil ini “menjalin” hubungan dengan ‘Bank Keliling’ di saat suamunya berangkat pagi.

Baca Juga

Karāmah yang Tidak Pernah Diminta
Kisah ODGJ Berbagi Makanan
Saat Suami Jadi ‘Pusat’ Perhatian karena Urus Bayi Sendirian
Kehilangan Uang yang Bikin Ketagihan…
Pondok Gontor Putri, Al Hamra, dan Hagia Sophia

Sanusi baru tahu hingga suatu hari  banyak barang-barang yang ada di rumah “disita” pihak ‘Bank Keliling’ karena bunga tanggungan sang istri telah membengkak.

Setelah dikonfirmasi langsung oleh suaminya, sang istri baru mengakui, jika selama ini ia telah terlibat dengan ‘Bank” rente ini.

Sanusi adalah salah satu kurban “Bank Keliling” dianggap sebagian warga “kelas bawah” sebagai solusi dalam menyingkirkan kebuntuan masalah hidup sehari-hari. Banyak pula di antara warga yang sudah “menjalaninya”. Hingga ia sendiri tidak tahu bahwa ternyata itu bukanlah sebuah solusi yang berarti. Bahkan beberapa contoh yang tak asing lagi, barang-barang yang ada di rumah telah diwajibkan disita oleh pelaku ‘Bank Keliling’ karena bunga yang membengkak dari pinjaman tersebut.

“Dia (isteri) berhutang dengan “Bank Keliling” dan saya tidak tahu. Saya baru tahu saat saya di rumah dan bertemu dengan pihak penagih. Ternyata hutangya hingga jutaan rupiah,” ujar Sanusi pada hidayatullah.com dengan nada mengeluh.

Sopir yang nama aslinya minta disamarkan itu bercerita mengapa isterinya berbuat demikian karena tidak dapat perhitungaan dalam pengeluaran. Selain itu hilangnya faktor ikhlas dan tawakkal.

Padahal, lanjutnya, di saat ia berangkat keluar, tidak lupa selalu memberikan uang belanja yang ia yakini sangat cukup untuk isteri dan lima anaknya. Faktanya, ia baru sadar selama ini dengan keterlibatan “Bank Keliling”, yang ada justru terlihat kekurangan.

“Padahal setiap hari saya berikan uang belanja. Tapi kok masih saja berhutang. Dan tidak ada perubahan,” ucapnya.

Kejadian yang dialami oleh keluarga sopir ini ternyata bukan kali pertama. Dahulu, ia bercerita pernah pula mengalaminya di tempat tinggal lain. Akibat hutang istrinya kala itu hingga ia merasakan dikejar-kejar hutang. Mengingat bunganya semakin besar di setiap pergantian hari, ia pun mengakui harus keluar uang ekstra untuk kebutuhan di rumah.

“Ya, sebelumnya pernah juga seperti ini. Tidak tahu berapa persen sudah bunganya,” imbuhnya dengan wajah sedikit kesal.

Saat berita ini ditulis, ia dapati sang isteri dan satu anaknya yang masih kecil sudah tidak lagi di rumah. Kepergian sang istri diduga ini terkait keterlibatan dengan rentenir tersebut.

Hal ini juga dikuatkan dengan pendapat dan pandagan warga dan tetangga sekitarnya. Mereka mengatakan bahwa isteri sopir tersebut seperti stres. Ini dinilai karena ia acapkali pulang-pergi meninggalkan rumah tanpa atau tahu dari suami. Bahkan warga sering mendapati kelima anaknya terlantar dan sering mendapatkan bantuan makanan dari tetangga sekitar rumah.

“Ya, terlihat stres. Mungkin karena hutangnya sudah menumpuk,” ucap tetangga dekatnya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:hutangriba
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya IMS Adakan Khitanan Massal Muallaf Mentawai
Tulisan selanjutnya Dibutuhkan Lebih Banyak Pendakwah ke Medan Terpencil

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Berita
17 Juli 2026 14:04
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Cermin

“Nak, Ustadzah Boleh Peluk?”

2 Juli 2022 09:40
Cermin

Cerita Almarhum Pendiri Hidayatullah Kepingin Berjumpa Ramadhan Tahun Ini…

17 Februari 2022 07:59
Cermin

Ketika Nikmat Shalat Berjamaah Itu Terhalangi, Begini Pengakuan Sang Dai…

3 Januari 2022 05:00
Cermin

Bantuan Allah itu Datang Tengah Malam Persis Sesuai yang Dibutuhkan

27 Desember 2021 15:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?