Hidayatullah.com—Kerajaan Arab Saudi melalui Kementerian Haji dan Umrah menjelaskan bahwa proyek perluasan Masjidil Haram masih berlanjut dengan biaya yang sejauh ini melebihi 200 miliar riyal. Menurut Dr Tawfiq bin Fawzan Al Rabiah, pada konferensi pers di Kairo, Mesir, proyek perluasan dan konstruksi, yang dianggap terbesar dalam sejarah, akan berlanjut untuk kenyamanan para peziarah dan umrah.
Kutipan pernyataannya dalam bentuk infografis dipublikasikan melalui akun resmi Kemenhub di Twitter, Selasa lalu. Proyek perluasan terbaru melibatkan peningkatan kapasitas Mataf oleh 30.000 lebih jamaah, memasang 78 gerbang otomatis, meningkatkan sistem suara, mengembangkan sistem kamera pengintai dan sistem peringatan kebakaran.
Menurut Saudi Press Agency (SPA), proyek perluasan masjid agung tahap ketiga dilanjutkan pada Mei 2020 setelah sempat terhenti selama beberapa bulan akibat wabah Covid-19.
Fawzan Al Rabiah berada di Mesir pekan lalu dan mengatakan, Arab Saudi berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah haji berdasarkan Visi 2030, yang mengadopsi pengembangan pelayanan bagi jamaah haji di samping peningkatan segala sarana dan prasarana.
Dia juga mengatakan bahwa pengembangan proyek Kereta Ekspres Makkah-Madinah Haramain memudahkan pergerakan pengunjung dari dalam dan luar Arab Saudi untuk mencapai tempat suci, juga menyaksikan perkembangan yang signifikan dalam hal infrastruktur dan organisasi.
Dia juga menyebutkan peluncuran platform digital terbaru “NUSUK”, untuk memudahkan prosedur kedatangan jemaah umrah dari seluruh dunia ke Makkah dan Madinah. “Paket umrah (melalui NUSUK) bisa dipesan dan visa dikeluarkan dalam waktu kurang dari 24 jam,” ujarnya seperti dikutip dalam infografis.*