Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Vatikan Usir dan Pecat Dua Biarawati Pembangkang

Ama Farah
Terakhir diupdate: 7 Februari 2023 17:02 5:02 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 7 Februari 2023 14:57
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Vatikan mengusir “biarawati pemberontak” karena menolak meninggalkan biara berusia 7 abad di Ravello, Italia.

Vatikan mengusir dua biarawati dari biara tersebut setelah keduanya tidak mematuhi permintaan untuk meninggalkan biara berusia tujuh abad yang terletak di pesisir pantai Amalfi Italia. Selama satu dekade terakhir, biara dan komunitas tertutupnya – yang dianggap merepresentasikan sebagian sejarah Ravello – hanya dihuni oleh tiga biarawati. Mereka adalah Massimiliana Panza, Angela Punnackal dan Maria Cristina Fiore, seorang biarawati berusia 97 tahun yang tinggal di sana sejak 1955.

Dikenal di kota di atas tebing Ravello sebagai “biarawati pembangkang”, Massimiliana Panza dan Angela Maria Punnackal meninggalkan biara Santa Chiara pada hari Sabtu pekan lalu setelah Paus Fransiskus memerintahkan agar mereka “dibebaskan dari kewajiban-kewajiban ordinasi sakral” atau dengan kata lain dipecat sebagai biarawati Katolik, lansir The Guardian Senin (6/2/2023).

Ketiganya diminta untuk dipindahkan ke biara atau konven lain setelah Vatikan melakukan pemeriksaan terhadap berbagai propertinya dan menyimpulkan bahwa penduduk di Santa Chiara terlalu sedikit untuk ditinggali komunitas biarawati seperti mereka.

Setelah permintaan untuk mengisi kembali biara dengan biarawati-biarawati ditolak, ketiganya berusaha bernegosiasi dengan Vatikan untuk mempertahankannya.

Baca Juga

Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil

Namun, mereka akhirnya dikeluarkan dari tempat itu, dengan Panza dan Punnackal diberi perintah angkat kaki dari biara dan melepaskan status biarawati karena menolak pemindahan tersebut. Suster Fiore diizinkan untuk tinggal, karena kesehatan yang buruk yang membuatnya terbaring di tempat tidur, sementara dua biarawati lainnya pindah untuk membantunya.

Dalam surat yang dikirimkan Vatikan, dikatakan kepada Panza dan Punnackal bahwa mereka sudah tidak mematuhi gereja.

“Itu esensinya ada hukuman,” kata Fabrio Adernò, pengacara kedua wanita itu. “Dan oleh karena keputusan itu sudah dikonfirmasi oleh Paus Fransiskus maka mereka tidak dapat mengajukan banding. Satu-satunya solusi adalah kemurahan, di mana Paus menghapus perintah itu dan mengizinkan mereka untuk berintegrasi kembali ke kehidupan biarawati.”

Panza telah kembali ke rumah keluarganya di Nola, dekat Naples, di mana dia untuk sementara menampuu Punnackal, yang berasal dari India. Kedua biarawati itu memprotes pemindahan tersebut karena khawatir biara tersebut, berikut gereja yang bersebelahan dengannya yang dibangun pada 1297, akan ditutup.

“Biarawati telah ada di sana selama tujuh abad dan ada hubungan yang sangat kuat dengan masyarakat Ravello,” kata Gino Schiavo, yang merupakan bagian dari komite yang dibentuk untuk menyelamatkan biara tersebut. “Akan sangat memalukan jika itu lenyap.”

Schiavo berkata bahwa biara tersebut dulu pernah menjadi tempat yang lebih hidup, menampung sekitar 40 biarawati dan merupakan sebuah tempat pendidikan anak usia dini.

“Banyak generasi anak-anak pergi ke taman kanak-kanak di sana,” Papar Schiavo. “Itu adalah bagian dari sejarah Ravello. Meski hanya tersisa tiga biarawati, penting untuk mempertahankannya. Kehidupan tertutup tidak seketat di masa lampau, kita akan melihat mereka setiap kali mereka keluar untuk suatu keperluan, seperti pergi ke dokter atau kantor pos. Kami kecewa dan bingung dengan keputusan Vatikan, terutama setelah mereka mengusir kedua suster ini hanya untuk mendatangkan dua suster lainnya.”*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BiarawatiHeadline
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya (VIDEO) Ribuan Sukarelawan dari Penjuru Turki Penuhi Bandara untuk Bantu Korban Gempa
Tulisan selanjutnya Presiden Jokowi Berharap NU Membawa Keislaman, Keindonesiaan dan Kerukunan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang

Berita
30 Agustus 2026 17:04
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang

Terbaru

  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih

5 September 2026 09:34
Berita

Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’

3 September 2026 19:56
Syeikh Jarrah palestina
Berita

Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza

3 September 2026 19:12
Audiensi antara Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bersama Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI dalam membahas potensi dan tata kelola pelaksanaan dam Haji di Indonesia, termasuk peluang pemanfaatan daging dam bagi masyarakat yang membutuhkan di Jakarta, Rabu (292026). ANTARAHO-Baznas RI
Berita

Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

3 September 2026 15:08
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?