Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Kebocoran Data Ungkap Kejahatan China pada Etnis Uighur

Ahmad
Terakhir diupdate: 27 Februari 2023 14:57 2:57 pm
Ahmad
Dipublikasikan 27 Februari 2023 14:40
Bagikan
Berkas 'Xinjiang Police File' berisi 2.800 tahanan, diperoleh setelah peretas berhasil mengambil database kepolisian Xinjiang, ada korban yang ditangkap karena belajar Islam dan menyimpan jilbab
Bagikan

Hidayatullah.com—Pada Mei 2022, sebuah cache file dan foto yang bocor dari database resmi yang diretas di wilayah Xinjiang, barat laut China, memberikan informasi baru tentang pelanggaran hak asasi manusia terhadap kelompok minoritas Uighur.

Foto-foto yang menunjukkan remaja dan perempuan tua di antara mereka yang ditahan di kamp-kamp pengasingan memberikan gambaran mengerikan tentang penganiayaan brutal pemerintah China terhadap Uighur dan etnis minoritas lainnya.

File-file tersebut diperoleh dari sumber anonim yang meretas komputer polisi dan membocorkannya kepada Adrian Zenz, Direktur Studi China di Yayasan Peringatan Korban Komunisme di Amerika Serikat.

Pada 10 Februari 2023, Zenz dan timnya mengungkapkan isi dari file yang dibocorkan tersebut, yang mencakup informasi dari sekitar 830.000 individu dan ribuan gambar.

Selain pengungkapan baru, Zenz juga telah memperkenalkan alat pencarian baru yang memungkinkan orang-orang Uighur di luar negeri untuk memasukkan identitas, nomor, atau nama anggota keluarga mereka dalam bahasa Mandarin, untuk mencari informasi yang relevan tentang mereka. 

Baca Juga

AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang

“Ini adalah informasi yang ditolak oleh pemerintah China untuk dipublikasikan dan sekarang setelah dibocorkan kepada kami, kami membiarkan orang-orang Uighur mencari seolah-olah mereka sedang mencari di komputer polisi Xinjiang,” kata Zenz kepada DW. “Ini seperti jendela yang tidak sempurna ke dalam sistem file polisi Xinjiang.”

File Terbesar

Kumpulan data baru ini merupakan kebocoran file terbesar, kata Zenz, dan memberikan “pandangan dari dekat” yang belum pernah terjadi sebelumnya tentang penahanan massal dan kekejaman lainnya yang telah terjadi di Xinjiang sejak 2016. Sebagian besar data terutama berasal dari Kabupaten Shufu di Kashgar dan Kabupaten Tekes di Ili dan mencakup periode antara tahun 2016 hingga 2018.

Zenz mengatakan kepada DW bahwa dia yakin data tersebut mencakup hampir seluruh populasi dari dua lokasi tersebut dan data itu juga menunjukkan sejumlah besar orang dari tempat-tempat ini berada dalam beberapa bentuk penahanan.

“Bukti-bukti menunjukkan bahwa kampanye penahanan massal benar-benar terjadi,” katanya, seraya menambahkan bahwa kumpulan data tersebut memberikan gambaran umum tentang skala penahanan massal. “Ini lebih representatif daripada apa yang kita miliki sebelumnya.”

Menurut PBB, sekitar satu juta orang Uighur dan etnis minoritas lainnya di Xinjiang telah ditahan di kamp-kamp interniran yang tak terhitung jumlahnya di seluruh provinsi.

Pada Agustus 2022, Kantor Hak Asasi Manusia PBB merilis Laporan Xinjiang, yang menyatakan bahwa penahanan besar-besaran yang dilakukan oleh China terhadap warga Uighur dan etnis minoritas lainnya di Xinjiang dapat dikategorikan sebagai “kejahatan terhadap kemanusiaan.”

Namun, Kementerian Luar Negeri China membantah penilaian laporan tersebut, dengan mengatakan tambal sulam disinformasi dan alat politik yang melayani kepentingan AS dan negara-negara barat lainnya untuk membungkam China melalui topik tersebut. 

Pelusuran ini memungkinkan warga Uighur di luar negeri mengetahui nasib anggota keluarga mereka, termasuk kapan mereka ditangkap, ke kamp mana mereka dikirim, dan berapa lama mereka dihukum.

“29 anggota keluarga saya terdaftar dalam berkas-berkas tersebut dan dengan berat hati, saya harus memeriksa datanya, karena saya pikir kita harus memberi tahu dunia apa yang sebenarnya terjadi di Xinjiang,” kata Mamatjan Juma, Wakil Direktur Layanan Uighur Radio Free Asia.

“Saya mempertanyakan apakah yang saya lakukan ini benar atau salah. Ketika saya melihat anggota keluarga saya dianiaya karena apa yang saya lakukan, itu membuat saya merasa bersalah, tetapi juga menunjukkan betapa brutalnya pemerintah China. Mereka menghukum siapa saja yang mereka inginkan dengan asosiasi. Ini adalah perasaan yang sangat rumit, menyakitkan, dan menghantui saya,” katanya kepada DW. 

Hasil penelusuran Juma menunjukkan bahwa salah satu saudara laki-lakinya dijatuhi hukuman 14 tahun, sementara dua saudara laki-lakinya yang lain ditangkap dan ditahan di kamp-kamp. Yang paling menghantuinya adalah mengetahui tentang kematian ayahnya, yang digambarkan sebagai akibat dari berbagai komplikasi.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:chinaHeadlinekebocoran dataMuslim Xinjianguighur
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Omar Mukhtar: Sang Pejuang Bergelar The Lion of the Desert
Tulisan selanjutnya Generasi Cinta Al Qur’an SD IT Hidayatullah Yogyakarta Gelar Munaqosyah Tartil, Tahfizh dan Turjuman

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Persenjatai Geng Kriminal untuk Rampok dan Usir Warga Palestina di Gaza

Berita
29 Agustus 2026 08:29
Ratko Mladic Si Penjagal Bosnia Meninggal di Usia 84 Tahun
Komandan Tentara Suriah Era Assad Tewas Saat akan Ditangkap
Mengapa Kolombia Ingin Pulihkan Hubungan dengan ‘Israel’?
Laporan: 370 Anak-Anak Palestina Masih Ditahan di Penjara ‘Israel’

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing

2 September 2026 15:07
Berita

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia

1 September 2026 12:00
Berita

Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya

1 September 2026 09:01
Berita

Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya

31 Agustus 2026 22:46
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?