Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

Omar Mukhtar: Sang Pejuang Bergelar The Lion of the Desert

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 27 Februari 2023 14:38 2:38 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 27 Februari 2023 14:05
Bagikan
Omar al-Mukhṭār Muḥammad bin Farḥāṭ al-Manifī (20 Agustus 1858 – 16 September 1931), seorang pemimpin pejuang pribumi di Cyrenaica (saat ini Libya Timur ) di bawah Senussids melawan penjajah Itali
Bagikan

Omar Mukhtar lebih memilih mati di medan laga, ketimbang hidup hina di bawah kaki penjajah, sebab hidup adalah perjuangan

Hidayatullah.com | USIANYA tak lagi muda. Ketika banyak orang yang mungkin lebih  memilih pensiun, pergi mengasingkan diri di suatu tempat yang nyaman, jauh dari hiruk pikuk, atau hidup tenang bersama anak-cucu.

Tetapi tidak dengan Omar Mukhtar. Di usia 73 tahun, ia lebih memilih memimpin perlawanan rakyat Libya untuk mengusir penjajah Italia atas tanah kelahiran mereka.

Nama lengkapnya Omar al-Mukhṭār Muḥammad bin Farḥāṭ al-Manifī (20 Agustus 1858 – 16 September 1931),  seorang pemimpin pejuang pribumi di Cyrenaica (saat ini Libya Timur ) di bawah Senussids.

Omar Mukhtar adalah seorang guru, juga merupakan tokoh terkemuka gerakan Senussi. Ia seorang pahlawan nasional Libya dan simbol perlawanan didunia Arab dan Islam.

Baca Juga

Syair Ahmad Baktsir dan Detak Jantung Diplomasi Kemerdekaan RI di Kairo
Buya Natsir dan 1.000 Sarung untuk Tapol PKI
Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah
H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina
Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina

Sejak tahun 1911, dia mengorganisir dan, selama hampir dua puluh tahun, memimpin gerakan perlawanan Libya melawan kekaisaran kolonial Italia selama Perang Italo-Senussi Pertama dan Kedua.

Lelaki tua itu dijuluki “Lion of the Desert” (Singa Padang Pasir), sosok yang membuat tentara Italia kewalahan.

Benito Mussolini dibuat frustasi. Tentara Mereka di lapangan dibuat ciut nyali.

Rezim Italia kemudian berpikir, mungkin bukan dengan jalan kekerasan, lelaki tua yang bekerja sebagai guru ngaji ini bisa ditaklukan. Strategi membungkam perlawanan pun dilakukan.

Dengan tujuan menghentikan perlawanan, bujuk rayu harta pun ditawarkan. Tapi semua itu tak mempan.

Omar Mukhtar terus melakukan perlawanan tanpa henti selama 20 tahun, dari tahun 1910-1930. Hingga akhirnya para jenderal militer Italia pun silih berganti.

Di rentang usianya yang semakin tua, 73 tahun,  Omar Mukhtar tertangkap. Kemudian petinggi militer Italia yang dikenal berhati bengis, Jenderal Graziani, menghampirinya di ruang interogasi.

“Tuan Omar, apa Anda tidak tahu siapa yang Anda lawan? Kami ini punya pasukan yang terlatih, alat tempur yang modern dan canggih, dan logistik yang melimpah ruah. Kami pasti menang melawan kalian. Lalu mengapa kalian terus melakukan perlawanan?”

Dengan penuh wibawa, Omar Mukhtar menjawab kesombongan Jenderal Graziani, “Ya, kami tahu itu semua. Tetapi yang penting bagi kami adalah melakukan perlawanan, ya perlawanan!”

Omar Mukhtar kemudian dihadapkan ke tiang gantungan. Tangannya terborgol, tetapi kepalanya tegak.

Pandangan matanya tak menunjukan rasa takut sedikit pun, bahkan menghujam ke depan.  Kepada Jenderal Graziani, mujahid berusia 73 tahun itu mengatakan, “namaku akan jauh lebih panjang dari umur para algojomu!”

Setelah itu ia syahid di tiang gantungan.

Hidup adalah perjuangan

Omar Mukhtar adalah cermin dari sikap seorang pejuang yang tidak mau tunduk pada penindasan dan kezaliman. Ia bisa saja memilih sikap tak peduli, toh untuk apa melakukan perlawanan di usia senja?

Ia bisa saja memilih sikap pesimis, melihat kekuatan musuh yang begitu besar.

Tetapi sikap itu bukan pilihan seorang pejuang. Karena sikap pengecut itu bukan saja mereka yang lari tunggang langgang dari medan pertempuran, tetapi mereka yang memiki mental penakut sebelum turun ke gelanggang.

Terkadang bukan karena musuh itu lebih kuat dari kita, lalu kita dapat ditaklukan, tetapi karena mental kita yang lemah dan pesimis dalam berjuang.  

Karena itu, Omar Mukhtar lebih memilih mati di medan laga, ketimbang hidup hina di bawah kaki penjajah. Kematiannya memberikan pesan, bahwa hidup adalah perjuangan dan keberanian  tak akan dimiliki oleh mereka yang mencintai kemewahan!

Panjang umur perjuangan!*/Arta Abu Azzam, penulis buku-buku sejarah

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HeadlineOmar MukhtarPejuang Libyapenjajah ItaliaPilihan RedaksiThe Lion of The Desert
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kecerdasan Buatan, Majelis Ilmu dan Ibu-ibu Pengajian
Tulisan selanjutnya Kebocoran Data Ungkap Kejahatan China pada Etnis Uighur

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sanksi Inggris Hanya Menarget Pemukiman Ilegal ‘Israel’, Bukan Zionis

Berita
9 September 2026 15:00
Qatar: Negara Teluk Jangan Hanya Andalkan Perlindungan AS
Promosi Adidas Gandeng IDF, MUI: Waspada Propaganda Zionis, Perkuat Boikot!
Silver Economy, Cara Turki Hadapi Naiknya Populasi Lansia
Suriah Tangkap 9 Bekas Pilot Tempur Era Rezim Bashar al-Assad

Terbaru

  • Anwar Ibrahim Serukan BRICS untuk Tolak Penjajahan dan Terorisme ‘Israel’
  • Bukan Sekadar Ngaji, Ini Cara Baru Belajar Islam ala SPI
  • Serangan Drone dari Iraq Merusak Pipa Minyak Arab Saudi, Melukai Sejumlah Orang
  • Turki akan Mengebor Minyak di Laut Hitam
  • Mahkamah Agung Tunisia Tolak Kasasi Puluhan Lawan Politik Presiden Kais Saied
  • QatarEnergy Berupaya Garap LNG Amerika Serikat Sampai 2031
  • Suriah Tangkap 9 Bekas Pilot Tempur Era Rezim Bashar al-Assad
  • Amerika Minta Libanon Formulasikan Rencana Perlucutan Senjata Hizbullah
  • Pengisi Utama Pro-Israel, Artis Portugal Berbondong-Bondong Tinggalkan Festival Lisbon
  • Promosi Adidas Gandeng IDF, MUI: Waspada Propaganda Zionis, Perkuat Boikot!

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

Membungkam Suara Kritis: Kriminalisasi Ulama Masyumi di Orde Lama

8 Mei 2026 08:59
Sejarah

KH. Ahmad Dahlan dan Peran sebagai Jembatan Ukhuwah Islamiyah

6 Mei 2026 08:34
Sejarah

R.A Kartini: Latarbelakang Kehidupan dan Alam Pikirannya

25 April 2026 08:37
Sejarah

Salam al-Turjuman dan Ekspedisi Pencarian Tembok Ya’juj dan Ma’juj

14 April 2026 07:01
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?