Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Renungan Nada dan Dakwah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 13 November 2002 13:55 1:55 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 13 November 2002 13:55
Bagikan
Bagikan

Oleh Harry *)

Jum”at (8/11/02) saya pergi ke Masjid PUSDAI Jabar untuk sholat. Ketika tengah melewati lapangan Gasibu Bandung (depan Gedung Sate), sebuah panggung pertunjukkan yang megah tengah di tata rapih.

Saya berpikir bahwa panggung itu dibuat untuk suatu acara tabligh atau pertunjukkan Islami karena dari dekorasinya, tata letak panggung dihiasi dengan ornamen Islami.

Setelah ashar (16:00 WIB), lapangan dan panggungg yang saya lewati di Gasibu justru tertuku pada pertunjukkan musik dangdut. Dari suara yang terdengar, saya mengira penyanyi itu adalah Haji Rhoma Irama. Dan bernar, panggung tersebut sedang ada raja dangdut bang Haji Rhoma Irama. Sang legendaris penyangi dangdut Indonesia ini tengah melakukan gladiresik dengan membawakan beberapa lagu. Lagu diiringi oleh beberapa orang wanita dengan backing voka l sekaligus sebagai penari latar. Tentu saja, dengan tarian yang menarik perhatian kaum Adam yang melihatnya.

Setelah selesai, Haji Rhoma Irama mengakhiri pertunjukan latihannya kemudian menyampaikan pengumunan bahwa nanti malam (usai berdangdut) akan langsung diadakan shalat tarawih berjamaah di sekitar panggung. Bang Haji yang legendaris ini sendiri yang sekaligus menjadi imam dan khatib ceramah yang disiarkan langsung oleh salah satu stasiun televisi swasta.

Baca Juga

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman
Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia
Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

Saya, tentu saja heran, bercampur tanda tanya. Meskipun oang awam saya merasa aneh, mengapa ibadah sholat tarawih disatukan dengan sebuah pertunjukan dangdut –yang jelas-jelas banyak madhorotnya?– walaupun syairnya Islami –kalaupun boleh dikatakan begitu– akan tetapi musik dangdut adalah musik yang membuat orang yang suka mendengarnya bisa mabuk kepayang, alias ikut berjoged ria secara liar. Apalagi pertunjukan itu diiringi oleh penari latar yang membuat orang terlena melihatnya.

Memang, Bang Haji, akan mengatakan, tujuannya adalah dakhwa. Apalagi sesuai namanya ” Nada dan Dakwah”. Akan tetapi selain dengan jalan seperti itu, masih ada jalan untuk berdakwah yang lebih baik dan dibenarkan menurut Islam. Bukankah, jalan dakwah adalah jalan haq dan kemudhorotan adalah jalan kebatilan?. Jelas, perbedaannya dua sisi ini sudah tidak perlu diperdebatkan.

Saya hanya menyayangkan, mengapa pertunjukan seperti itu bisa terlaksana tanpa adanya hambatan dari suatu pihak (ulama dan masyarakat yang peduli). Setelah sholat tarawih, orang-orang berjoged ria dan terbuai dengan alunan musik. Inikah dakwah?

Orang yang berpikiran jernih sekalipun, akan menilai sudah akan tahu jawabannya. Memang dengan acara itu diharapkan akan mendatangkan banyak orang untuk sholat tarawih, termasuk mendatangkan orang-orang yang tidak biasa melaksanakannya. Akan tetapi selain dampak positif yang didapatkan, juga dampak negatif yang lebih banyak ditimbulkan. Kita harus memprioritaskan segi positf daripada segi negatif. Banyak orang yang terpanggil untuk sholat tarawih berjamaah tetapi dengan motivasi hiburan dangdut, berarti niatnya untuk sholat menjadi tidak baik

Marilah kita lebih memperhatikan dan lebih peduli terhadap hal-hal seperti ini yang menyangkut masalah umat islam. Dan semoga acara seperti ini tidak terlaksana lagi karena dirasakan banyak madhorotnya. Janganlah mencampuradukkan antara yang haq dengan yang bathil, sebab itu sudah jelas jalannya. Mungkinkah, kita bisa dengan mudahnya mengatakan dakwah, meneriakkan kalimat Bang Haji “Laa Ilaa Ha Illallah…..” sambil bejoged, dan lenggak-lenggok para wanita seksi? Kalau betul, kita lebih hina di hadapan Allah SWT. Wallaahu a”lam bish-showab. *). Penulis tinggal di Bandung.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bali Dan Kepanikan Psikologis
Tulisan selanjutnya Hikmah Ramadhan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Berita
3 Juni 2026 12:08
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Opini

Zohran Mamdani dan Paranoia Primitif di Jantung Amerika

11 November 2025 16:00
Opini

Ketika Bertanya Dianggap Bersalah: Membaca Logika Polisi atas Kasus Roy Suryo Cs

10 November 2025 10:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?