Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Iraq Temukan 605 Sisa Korban Daesh di Sebuah Kuburan Massal

Ahmad
Terakhir diupdate: 16 Mei 2023 10:49 10:49 am
Ahmad
Dipublikasikan 16 Mei 2023 11:20
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Otoritasforensik Iraq memeriksa sebuah situs yang diyakini sebagai kuburan massal di desa Al-Humaydat, kota Mosul barat, 500 km sebelah utara Baghdad, Iraq, 13 Juni 2021. Otoritas Iraq menemukan 605 mayat yang diyakini sebagai korban pembunuhan ISIS di dekat sebuah penjara di Iraq utara selama dua tahun terakhir, kata sebuah lembaga pemerintah, Senin.

Gubernur Niniwe, Najm Al-Jubouri mengumumkan bahwa “Dua kuburan massal berisi sekitar 550 mayat korban yang dibunuh dan dikuburkan oleh apa yang disebut kelompok Negara Islam (Daesh/ISIS), telah ditemukan di dekat penjara Pemerintah Badush di Mosul, dan korban mungkin adalah personel yang bertanggung jawab atas keamanan penjara di antara mereka adalah wanita”.

Penjara Badush diserang oleh DAESH pada Juni 2014, sekitar 650 narapidana Syiah telah terbunuh, pihak berwenang mengetahui kuburan tersebut sejak 2017 ketika penduduk setempat menunjukkan keberadaannya, tetapi ingin memastikan bahwa tim forensik memiliki kapasitas yang diperlukan untuk mengidentifikasi para korban dengan benar, lapor Aljazeera.

Daesh menguasai sebagian besar Iraq utara pada tahun 2014 dan telah dituduh melakukan kekejaman, lapor kantor berita Jerman (dpa). Militan teroris telah mengambil sekitar 600 tahanan dari sebuah penjara di wilayah utara Badush dan membunuh mereka, kata Dhiaa Karim, kepala Departemen Kuburan Massal di Martyrs Foundation.

“Proses penggalian kembali kuburan memakan waktu lebih dari dua tahun dan 605 jenazah telah dipindahkan,” katanya pada konferensi pers di Baghdad, menurut kantor berita negara Iraq INA. “Tubuh mereka diserahkan kepada pihak berwenang untuk tujuan identifikasi.”

Baca Juga

Serangan Drone dari Iraq Merusak Pipa Minyak Arab Saudi, Melukai Sejumlah Orang
Turki akan Mengebor Minyak di Laut Hitam
Mahkamah Agung Tunisia Tolak Kasasi Puluhan Lawan Politik Presiden Kais Saied
QatarEnergy Berupaya Garap LNG Amerika Serikat Sampai 2031
Suriah Tangkap 9 Bekas Pilot Tempur Era Rezim Bashar al-Assad

“Proses penggalian kuburan memakan waktu lebih dari dua tahun dan 605 jenazah telah dipindahkan,” kata Kepala Departemen Dhiaa Karim dalam konferensi pers di Baghdad pada hari Ahad, yang dihadiri oleh perwakilan dari Direktorat Hukum Medis terkait negara (MLD), menurut kantor berita negara Iraq, INA.

Kelompok pertama dari 78 jenazah di antara para korban berhasil diidentifikasi, kata Kepala Departemen Kedokteran Forensik, Zeid Ali. “Proses pembukaan dan penggalian kuburan dilakukan dengan dukungan International Commission on Missing Persons dan tim investigasi internasional setelah keluarnya keputusan pembukaan kuburan,” ujarnya.

Menurut Karim, 401 bagian tubuh dan 204 tubuh utuh ditemukan, dan diserahkan ke MLD untuk diidentifikasi karena terkena peristiwa seperti banjir dan perubahan iklim.

Pemerintah Iraq mengumumkan kemenangan atas DAESH pada Desember 2017. Sejak itu Iraq telah menggali kuburan yang diyakini sebagai korban pembunuhan teroris di beberapa wilayah negara itu.

Kuburan massal lainnya juga telah ditemukan selama bertahun-tahun, sisa-sisa kekerasan dari invasi mantan pemimpin otoriter Saddam Hussein ke negara tetangga Iran selama tahun 1980-an, Perang Teluk 1991, invasi pimpinan Amerika Serikat tahun 2003 ke Iraq, dan tahun-tahun pertumpahan darah sektarian.

Kekerasan selama beberapa dasawarsa membuat Iraq sekarang menjadi salah satu negara dengan jumlah orang hilang tertinggi di dunia, menurut Komite Palang Merah Internasional. PBB mengatakan lebih dari 200 kuburan massal telah dikaitkan dengan ISIL saja, berisi ribuan mayat.

Keluarga korban kekerasan yang hilang dari ISIL dan lainnya telah berbicara selama bertahun-tahun, dengan banyak yang mengungkapkan rasa frustrasi karena proses identifikasi bisa memakan waktu bertahun-tahun.

Sementara itu, badan-badan negara seperti Foundation of Martyrs sebelumnya mengeluhkan kendala keuangan dan birokrasi pemerintah sebagai beberapa alasan di balik proses yang panjang.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:DaeshiraqISILISISKuburan Massal
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Permintaan Senjata Api Tak Berlisensi Naik di Turki
Tulisan selanjutnya Ahli Badr yang Mulia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Serangan Iran ke Pangkalan Yordania Dilaporkan Rusak Sejumlah Jet Tempur AS

Berita
10 September 2026 14:13
Turki akan Mengebor Minyak di Laut Hitam
Qatar: Negara Teluk Jangan Hanya Andalkan Perlindungan AS
Mahkamah Agung Tunisia Tolak Kasasi Puluhan Lawan Politik Presiden Kais Saied
Trump Diam soal Sanksi Inggris terhadap Permukiman Ilegal ‘Israel’

Terbaru

  • Serangan Drone dari Iraq Merusak Pipa Minyak Arab Saudi, Melukai Sejumlah Orang
  • Turki akan Mengebor Minyak di Laut Hitam
  • Mahkamah Agung Tunisia Tolak Kasasi Puluhan Lawan Politik Presiden Kais Saied
  • QatarEnergy Berupaya Garap LNG Amerika Serikat Sampai 2031
  • Suriah Tangkap 9 Bekas Pilot Tempur Era Rezim Bashar al-Assad
  • Amerika Minta Libanon Formulasikan Rencana Perlucutan Senjata Hizbullah
  • Pengisi Utama Pro-Israel, Artis Portugal Berbondong-Bondong Tinggalkan Festival Lisbon
  • Promosi Adidas Gandeng IDF, MUI: Waspada Propaganda Zionis, Perkuat Boikot!
  • Penasihat Trump Khawatir Perang Iran Berlangsung Bertahun-tahun
  • Warga Thailand Demo Kedutaan ‘Israel’, Protes Kelakuan Wisatawan Zionis

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Amerika Minta Libanon Formulasikan Rencana Perlucutan Senjata Hizbullah

12 September 2026 09:43
Berita

Pengisi Utama Pro-Israel, Artis Portugal Berbondong-Bondong Tinggalkan Festival Lisbon

11 September 2026 21:50
Berita

Promosi Adidas Gandeng IDF, MUI: Waspada Propaganda Zionis, Perkuat Boikot!

11 September 2026 21:36
Berita

Penasihat Trump Khawatir Perang Iran Berlangsung Bertahun-tahun

11 September 2026 10:59
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?