Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Dinilai Manipulatif,  Cuitan Pendukung Feminis jadi Sorotan

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 16 Mei 2023 14:24 2:24 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 16 Mei 2023 13:20
Bagikan
Anila Gusfani, alumnus sekaligus pengajar di Sekolah Pemikiran Islam (SPI)
Bagikan

Hidayatullah.com—Sebuah utas cuitan dari akun @rahmadotid_ yang merupakan akun resmi dari situs Rahma.Id mendapat sorotan. Pasalnya, dalam utas tertanggal 8 Mei 2023 silam itu terdapat sejumlah pernyataan kontroversial yang mengatasnamakan Muhammadiyah.

Hal itu disoroti oleh Anila Gusfani, alumnus sekaligus pengajar di Sekolah Pemikiran Islam (SPI) untuk materi seputar gender. Dalam utasnya, Rahma.Id menyoroti sejumlah fatwa yang disebutnya sebagai ‘fatwa-fatwa progresif Muhammadiyah tentang perempuan’.

Di antara fatwa-fatwa yang disebutkan di situ adalah bahwa perempuan boleh menjadi presiden, perempuan boleh menjadi imam shalat bagi makmum lelaki, dan monogami sebagai salah satu syarat keluarga sakinah.

Menurut Anila, ‘fatwa-fatwa’ semacam itu perlu diteliti kembali. Sebab, bukan kali ini saja kalangan feminis memelintir fatwa ulama demi kepentingan ideologisnya sendiri. “Beberapa fatwa yang dianggap progresif yang disematkan dalam utas tersebut harus ditelusuri dulu. Apakah memang valid sebagai fatwa resmi dari Muhammadiyah, atau jangan-jangan hanya interpretasi dari penulis di akun Rahma.Id saja?” ujar pemerhati isu-isu gender ini.

Dalam utas yang kontroversial tersebut, Rahma.Id merujuk kepada buku Adabul Mar’ah fil Islam yang terbit sejak tahun 1970-an. Menurut Rahma.Id, dalam buku tersebut telah dipaparkan fatwa yang membolehkan perempuan untuk menjadi hakim, bahkan presiden.

Baca Juga

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

“Ini segera menjadi topik perbincangan di sejumlah forum yang saya ikuti. Setelah saya cek langsung di buku yang disebutkan itu, memang ada pembolehan untuk menjadi hakim, namun tidak ada penyebutan soal presiden,” ungkap Akmal Sjafril, Kepala SPI Pusat.

Yang paling kontroversial, menurut Akmal, adalah pernyataan bahwa syarat keluarga sakinah adalah monogami. “Kalau dikatakan bahwa poligami akan mengundang risiko-risiko tertentu, saya rasa takkan ada yang menyangkalnya. Tapi kalau mengatakan bahwa syarat keluarga sakinah adalah monogami, maka itu tentu sangat bermasalah. Kalau prinsip ini diterima, maka rumah tangga Rasulullah saw, para sahabat, bahkan sampai sejumlah ulama sampai sekarang, akan dianggap tidak sakinah. Kalau sampai menganggap rumah tangga Rasulullah saw tidak sakinah, itu bisa menjerumuskan pada kemurtadan,” ujar Akmal lagi.

“Sependek pengetahuan saya, Muhammadiyah tidak pernah mengeluarkan fatwa-fatwa seperti itu,” ujar Anila menanggapi utas Rahma.Id tersebut.

Meski sangat menyayangkan, Anila mengaku tidak terlalu kaget. “Jaman sekarang, feminis memang suka main potong dan framing pendapat orang, terutama ulama, untuk kepentingan propagandanya. Padahal, dalam kesempatan-kesempatan lain, feminisme selalu bersikap memusuhi agama. Kenapa tidak pakai ‘fatwa feminisme’ saja? Kaum feminis sering bertindak manipulatif terhadap ajaran Islam!” tandas gadis Minang ini.*/kiriman SPI Media Center

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:feminismeMuhammadiyah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dewan Kerjasama Teluk Ingin Adopsi Visa ‘Schengen’ Seperti Eropa
Tulisan selanjutnya Kunci Kemenangan Erdogan, Gagalnya Skenario Barat, dan Analisa Putaran Kedua

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Berita
30 Mei 2026 10:11
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

3 Juni 2026 16:00
Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

3 Juni 2026 13:30
Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

3 Juni 2026 13:00
Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

3 Juni 2026 12:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?