Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Artikel

Kunci Kemenangan Erdogan, Gagalnya Skenario Barat, dan Analisa Putaran Kedua

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 16 Mei 2023 13:57 1:57 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 16 Mei 2023 14:00
Bagikan
Bagikan

Erdogan masih tetap kuat meski digencet  laporan media-media Barat  yang mengabaikan etika jurnalisme, kemanakah langkah Ogan dalam putakan kedua nanti?   

Oleh:  Pizaro Gozali Idrus

Hidayatullah.com | DEWAN Pemilu Turki akhirnya mengumumkan perolehan pemilu 2023. Hasilnya, Presiden Recep Tayyip Erdogan berhasil memimpin dengan 49%. Sedangkan pihak oposisi Kemal Kilicdaroglu meraih 45%.

Hasil ini tentu mengejutkan bagi sejumlah pihak. Dari banyak hasil survei yang ditampilkan selama bermingu-minggu, Erdogan selalu ditempatkan berada di bawah Kilicdaroglu. Mereka mengklaim Erdogan hanya akan meraih 45%-47% suara, sedangkan Kilicdaroglu akan berjaya di angka 53%-55%. Nyatanya, Pemilu 14 Mei menunjukkan hasil jauh dari kenyataan.

Alih-alih menang satu putaran, Kilicdaroglu hanya mendapatkan 45% dan kalah suara dari Erdogan. Sekalipun Pemilu berlanjut kepada putara kedua, itu tidak mengubah fakta bahwa perolehan CHP jauh dari ekspektasi kemenangan yang diciptakan mereka selama ini.

Baca Juga

Maulid Nabi dan Kritik Agus Salim: Mengapa Kita Tertinggal dari Barat?
Muhammadiyah dan Maulid Sekaten: Ketika Dakwah Kultural Masuk ke Jantung Keraton
Perjanjian Abraham Tawarkan Normalisasi, Pakta Mekkah Tawarkan Keamanan
Transformasi Ekonomi Pesisir Berbasis Syariah: Dari Diversifikasi Olahan Bandeng hingga Hilirisasi Produk melalui Marketplace
Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi

Dari sini kita bisa menyimpulkan, rekayasa politik yang dikembangkan melalui kelompok “meja tujuh” jelas gagal. Jajak pendapat yang menunjukkan kemenangan Kilicdaroglu dengan selisih lebar terbukti hanyal hasil penggelembungan data dan manipulasi.

Seperti tulisan penulis sebelumnya, tidak maksimalnya perolehan suara Kilicdaroglu sudah dapat diprediksi. Sebab banyak konflik internal yang mengiringi pencalonannya dan komposisi koalisi.

Banyak elit dan akar rumput menolak masuknya Partai Demokratis Rakyat (HDP) — partai pro separatis dan teroris PKK — dan dukungan FETO ke kubu oposisi. Bagi mereka, dukungan kelompok separatis dan teroris adalah benalu elektoral.

Perpecahan antara Kilicdaroglu dan Partai IYI yang berhaluan ultranasionalis dan partai terbesar kedua dalam oposisi, membuat pemilih nasionalis menjauh dari suksesi memenangkan Kilicdaroglu.

Jadi yang harus kita pahami dalam membaca Pemilu Turki adalah, ucapan pemimpin partai tidak selalu berbanding lurus dengan pilihan voter di akar rumput. Pemilu Turki bukanlah perhitungan matematis. Ini pula yang akan terjadi di putaran kedua.

Menurut Yasin Aktay, Professor of Sociology at Ankara Yildirim Beyazıt University, hasil ini sejatinya tidak mengejutkan bagi yang mengikuti Turki dengan cermat di lapangan. Sebaliknya, ini merupakan kejutan besar bagi mereka yang mengikuti Pemilu Turki melalui media sosial atau media tertentu.

Apalagi bagi mereka yang mempercayai perusahaan polling yang melayani kepentingan CHP. Sebagian bangsa Turki tahu bahwa perusahaan-perusahaan ini tidak ragu untuk melaporkan kepada klien Barat mereka bahwa Kilicdaroglu akan menyelesaikan tugas pada babak pertama dengan keunggulan 7-8 persen.

Mungkin berdasarkan laporan yang diberikan oleh perusahaan-perusahaan ini, media-media Barat seperti The Economist, Le Point, Le Express, Der Spiegel, dan The Independent mengabaikan semua prinsip dan etika jurnalisme dan menampilkan diri kepada pembacanya layaknya brosur CHP.

Dalam Pemilu parlemen, Aliansi Rakyat, yang terdiri Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP), Partai Gerakan Nasionalis (MHP), Partai Refah Baru, juga telah mencapai suara mayoritas di parlemen dengan meraih 322 dari 600 kursi. Sedangkan pihak oposisi hanya meraih 213 kursi.

Apa yang telah dilakukan Erdogan dalam Pemilu ini memang luar biasa. Saat mengarungi Pemilu, ia tetap harus berhadapan dengan pandemi, inflasi, kesulitan ekonomi akibat Perang Ukraina-Rusia, gempa bumi, dan kelelahan.

Saya melihat setidanya ada empat faktor utama di balik kemenanga Erdogan di putaran pertama.

Pertama, unggulnya Erdogan juga merupakan kemenangan koalisi pemerintah atas kelompok separatis teroris seperti PKK dan FETO.

Banyak akar rumput dari anggota koalisi CHP yang mengambil jalan berbeda dengan elit partainya. Mereka tidak mau menyerahkan suara ke koalisi oposisi yang berada satu gerbong dengan PKK dan FETO.

Kedua, Faktor lain yang membuat Erdogan masih survive adalah ketidakyakinan para konstituen Kilicdaroglu merupakan sosok tepat untuk menyelesaikan masalah-masalah Turki karena CHP pernah memimpin masa-masa Turki menjadi negara yang terpinggirkan di Eropa dan terperosoknya ekonomi.

Ketiga, munculnya bayang-bayang traumatis masyarakat religious Turki atas kembalinya rezim anti jilbab di negaranya.  Pada tahun 2003, CHP mendukung larangan jilbab di tempat umum yang diberlakukan sebelum Erdoğan mengambil alih kekuasaan.

Meski CHP kini berjanji akan melindungi hijab jika menang Pemilu, tidak semua orang mempercayai partai sekuler tersebut.

Keempat, pemilih memandang Kilicdaroglu belum memiliki postur yang kokoh untuk menjalankan negosiasi konflik, diplomasi regional, dan internasional. Ketiga kekuatan itu yang sebelumnya membwa Turki dapat memainkan perannya di antara benturan negara-negara besar.

Jelang putara kedua, pertanyaan pun terarah pada  kemanakah suara pemilih Sinan Ogan memberikan suaranya? Ogan sendiri adalah bekas petinggi partai MHP yang kini berkoalisi dengan Erdogan.

Ogan dikeluarkan pada tahun 2017 bersama Meral Aksener dan Umit Ozdag karena berselisih soal kebijakan partai. Namun demikian, Ogan enggan bergabung dengan IYI Party, partai yang didirikan koleganya, Meral Aksener.

Ogan merasa masih cinta dengan MHP meski tidak lagi berseragam partai. Selain itu, Ogan juga sosok yang anti dengan kelompok separatis dan teroris.

Dengan alasan ini pula, ia menolak mendukung Kemal. Oleh sebab itu, menarik kita tunggu, kemanakah langkah politik Ogan selanjutnya.

Analis mengatakan jikapun Ogan bergabung dengan oposisi, pendukungnya belum tentu mengikuti langkahnya. Alasannya, mereka tidak mau menggadaikan suara demi kepentingan kelompok separatis dan teroris. Dalih sama yang membuat masa akar rumput IYI Party menggerus suara Kilicdaroglu.*

Pengajar HI Universitas Al Azhar Indonesia

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:baratErdoganHeadlinePemilu TurkiPilihan RedaksiRecep Tayyip Erdogan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dinilai Manipulatif,  Cuitan Pendukung Feminis jadi Sorotan
Tulisan selanjutnya Siap Menang, tapi Siap Kalah 

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia

Berita
1 September 2026 12:00
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa
Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU

Terbaru

  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

Mungkin Anda Juga Suka

Ghazwul Fikr

SPI: Membenturkan Islam dengan Budaya Nusantara itu Absurd!

6 Agustus 2026 12:51
Opini

Board of Peace, Melayani Kepentingan Siapa? Israel atau Palestina?

5 Agustus 2026 19:00
Artikel

Membangun Integritas di Tengah Budaya Manipulasi

2 Agustus 2026 19:33
Artikel

Menghidupkan Kembali Budaya Membaca di Kalangan Umat Islam

1 Agustus 2026 11:24
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?