Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Perusahaan Jepang Menghadapi Krisis Menyusul Penurunan Angka Kelahiran

Ahmad
Terakhir diupdate: 25 Mei 2023 10:54 10:54 am
Ahmad
Dipublikasikan 25 Mei 2023 11:45
Bagikan
Anak-anak didampingi orang tuanya mengikuti kompetisi 'Baby-cry Sumo' di Tokyo, Jepang. (AFP)
Bagikan

Hidayatullah.com—Lebih dari sembilan dari 10 perusahaan Jepang memperkirakan krisis terkait dengan penurunan angka kelahiran yang semakin dalam di negara itu, dengan sedikit harapan bahwa pemerintahan Perdana Menteri Fumio Kishida akan dapat mengatasi masalah ini, menurut sebuah survei.

Kishida meluncurkan rencananya pada bulan Maret untuk membalikkan tren angka kelahiran negara itu, masalah lama yang telah memburuk di bawah pemerintahan Partai Demokrat Liberal (LDP), dan dapat menyebabkan kekurangan tenaga kerja dan penurunan permintaan konsumen.

Untuk mengatasinya, beberapa rencana termasuk memperluas pemberian tunjangan anak, meningkatkan cuti orang tua berbayar dan memberikan subsidi untuk perawatan kesuburan diperkenalkan oleh pemerintah.

Itu terjadi setelah pemerintah mengungkapkan, untuk pertama kalinya, bahwa kelahiran tahunan tahun lalu turun di bawah 800.000, delapan tahun lebih awal dari perkiraan, tulis Reuters.

Dari hampir 500 perusahaan besar yang disurvei, 94 persen mengatakan mereka memperkirakan krisis ketika ditanya tentang penurunan kelahiran tahunan pada 2022.

Baca Juga

SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Hanya 14 persen dari firma yang mengatakan bahwa mereka berharap langkah Kishida akan berhasil, 34 persen mengatakan sebaliknya, sedangkan perusahaan lainnya yang juga memberikan umpan balik, tidak menyatakan pendapat.

“Tanggapan LDP adalah untuk mendapatkan suara, tidak serius menangani masalah itu,” kata perwakilan dari perusahaan mesin transportasi yang menolak disebutkan namanya.

Seperti ekonomi industri besar lainnya, Jepang telah menaikkan usia pensiunnya dan mendorong lebih banyak perempuan untuk bekerja seiring pertumbuhan populasinya.

Namun, tidak seperti beberapa negara, mereka tidak berharap mempekerjakan pekerja asing dalam jumlah besar untuk mengisi lowongan pekerjaan.

“Kita perlu mengembangkan pasar luar negeri dan juga perlu menggunakan tenaga kerja asing,” ujar seorang perwakilan dari perusahaan manufaktur makanan.

Administrasi Kishida mengatakan akan merilis rincian bulan depan tentang bagaimana mereka akan mendanai prakarsa angka kelahiran yang diperkirakan akan melipatgandakan pengeluaran pemerintah untuk perawatan anak.

Dalam jajak pendapat, 54 persen perusahaan mengatakan mereka ingin pemerintah menaikkan pajak untuk menutup pengeluaran yang meningkat, sementara kurang dari setengah merekomendasikan kenaikan pajak penjualan yang harus dibayar konsumen.

Hanya 18 persen perusahaan menyerukan peningkatan pinjaman pemerintah. Survei Perusahaan yang dilakukan oleh Nikkei Research antara 10 Mei dan 19 Mei mensurvei 493 perusahaan Jepang, termasuk 246 manufaktur dan 247 non-produsen. Mereka setuju untuk memberikan umpan balik dengan syarat anonimitas, sehingga memungkinkan responden untuk berbicara lebih bebas.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:angka kelahiran JepangHeadlineJepangPerusahaan Jepang
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Apakah Kewajiban Berjilbab Termasuk Masalah Khilafiyah?
Tulisan selanjutnya Partai Konservatif Inggris Terima Donasi £5 Juta Dari Bekas Menteri Hosni Mubarak

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda

Berita
14 Juli 2026 21:00
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

18 Juli 2026 11:26
Berita

Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

18 Juli 2026 10:48
Berita

Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

18 Juli 2026 10:26
Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

18 Juli 2026 09:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?