Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Wagner Group Diduga Selundupkan Senjata dari Mali untuk Perang di Ukraina

Ama Farah
Terakhir diupdate: 26 Mei 2023 18:33 6:33 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 26 Mei 2023 18:33
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Wagner Group, kelompok pasukan bayaran asal Rusia, kemungkinan beroperasi lewat Mali dan negara-negara Afrika lain untuk secara sembunyi-sembunyi memperoleh senjata bagi peperangannya bersama pasukan Moskow di Ukraina, kata pejabat Amerika Serikat.

Dilansir BBC Jumat (26/5/2023), sebuah pernyataan Departemen Keuangan Amerika Serikat menyebutkan bahwa tentara bayaran kelompok itu diduga berusaha mendapatkan ranjau, drone, radar dan perlengkapan perang lain untuk dipergunakan di Ukraina.

Wagner Group diketahui saat ini sedang beroperasi di sejumlah negara Afrika termasuk Mali.

Pernyataan itu juga mengumumkan perihal sanksi yang dijatuhkan atas pimpinan pasukan Wagner Group di Mali, Ivan Maslov.

Sementara itu, bos Wagner Group Yevgeny Prigozhin belum lama ini menuding Kementerian Pertahanan Rusia tidak sanggup memasok persenjataan dan amunisi untuk tentara bayarannya untuk operasi mereka di Ukraina.

Baca Juga

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Pasukan bayaran Wagner memimpin serangan di kota Bakhmut, Ukraina, dan mulai hari Kamis (25/5/2023) mulai bergerak mundur guna mengalihkan penguasaan kota itu kepada militer Rusia.

Amerika Serikat menuding Wagner mengeksploitasi membanjirnya persenjataan di Mali. Negara di Afrika itu kedatangan banyak persenjataan setelah kejatuhan Muammar Qaddafi di Libya pada 2011, seiring dengan kepulangan ke negeri asal rombongan pasukan bayaran yang dulu berperang untuk pemimpin Libya tersebut.

Awal tahun ini, Amerika Serikat menyatakan Wagner Group sebagai organisasi kriminal transnasional. Prigozhin dan para pemimpin Wagner lain dikenai sanksi oleh Washington.

Wagner Group diundang datang ke Mali oleh junta militer untuk membantu memerangi kelompok bersenjata Muslim.

Maslov, salah satu tokoh penting Wagner di Mali, bekerja sama dengan pejabat-pejabat Mali untuk menempatkan pasukan bayaran di negara Afrika itu.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:malirusiatentara bayaranUkrainaWagner Group
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bintik Matahari 4 Kali Ukuran Bumi Bisa Dilihat dengan Mata Telanjang
Tulisan selanjutnya Keadilan Sebuah Pemikiran

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Berita
2 Juni 2026 17:20
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

4 Juni 2026 08:06
Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

3 Juni 2026 16:00
Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

3 Juni 2026 13:30
Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

3 Juni 2026 13:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?