Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

YLBHI dan AJI Pertanyakan Dugaan Pemerintah Menggunakan Penyadap ‘Israel’ dalam Politik 2019

Ahmad
Terakhir diupdate: 15 Juni 2023 17:00 5:00 pm
Ahmad
Dipublikasikan 14 Juni 2023 15:00
Bagikan
Muhammad Isnur Kepala Bidang Advokasi YLBHI
Bagikan

Hidayatullah.com—Sejumlah informasi menyebut bahwa Pegasus, sudah digunakan pemerintah Indonesia sejak 2018 untuk kepentingan politik partisan, terutama saat proses penyelenggaraan Pemilu 2019. Pegasus sendiri adalah software buatan perusahaan asal ‘Israel’, NSO Group yang diduga banyak digunakan memata-matai wartawan dan kelompok oposisi di berbagai belahan dunia.

Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Muhammad Isnur mengatakan untuk mengetahui tujuan penggunaan Pegasus oleh pemerintah, perlu dicari tahu kejelasan pembeliannya.

“Perencanaan dan anggarannya untuk apa, bagaimana pengawasan oleh DPR, dan dibeli oleh siapa? Kepolisian? Intelijen? TNI? Kita tidak tahu,” ujar Isnur dalam program Trijaya Hot Topic, Selasa (13/6/2023).

Isnur menilai dengan adanya Pegasus di Indonesia, dampaknya akan sangat parah bisa digunakan untuk melakukan hal yang tidak bertujuan untuk menegakkan hukum. Ia berpendapat alat peretas ini dapat mengancam demokrasi rakyat Indonesia dan disalahgunakan untuk kepentingan politik.

“(Dapat) meruntuhkan keberanian, kepercayaan diri orang kritis, dihancurkan kehidupannya, diambil alih dan disedot semua datanya, KTP dipublikasi, itu mengerikan. Ini tanpa audit atau pengawasan. Kita gatau siapa yang melakukan,” terang Isnur dikutip mnctrikaya.com.

Baca Juga

Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera

“Bisa dipakai untuk membungkam atau melemahkan lawan politik. Kalau ada seorang caleg, capres, atau koalisi yang merasa dijegal atau diganggu, bisa menggunakan mekanisme ini,” tambah dia.

Sementara Aliansi Jurnalis Independen Indonesia mendesak pemerintah untuk transparan terkait dugaan penyelenggara negara menggunakan peralatan penyadap dari ‘Israel’ untuk kepentingan politik partisan, seperti diungkapan konsorsium media IndonesiaLeaks.

IndonesiaLeaks  menemukan sejumlah informasi yang membuktikan Pegasus, alat mata-mata dari ‘Israel’, sudah digunakan pemerintah Indonesia sejak 2018 untuk kepentingan politik, terutama saat proses penyelenggaraan Pemilu 2019, kata Sasmito Madrim, Ketua AJI Indonesia, yang merupakan bagian dari konsorsium itu.

“Dari temuan itu IndonesiaLeaks  maka undang-undang penyadapan menjadi penting untuk segera dibuat agar memata-matai warga negara tidak dilakukan sembarangan,” kata Sasmito kepada BenarNews, Senin (12/6/2023).

“Saya kira yang perlu dilakukan juga negara ini melakukan audit penyadapan secara serius karena seperti dalam liputan ada penyalahgunaan dalam penyadapan,” kata Sasmito.

Menurut Tempo, kolaborasi jurnalis investigasi global, Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCP), serta Forbidden Stories mengungkap penyimpangan penggunaan spyware untuk memata-matai aktivis, jurnalis, dan politikus di berbagai belahan dunia.

Konsorsium IndonesiaLeaks  terdiri dari Majalah Tempo, Koran Tempo, Tempo.co, Jaring.id, Suara.com, Independen.id, dan Bisnis Indonesia bersama Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP), dan Forbidden Stories.

Pegasus merupakan alat telik sandi produksi zionis yang memiliki kemampuan, tidak mudah terdeteksi dan dianggp efektif untuk mengakses data ke sejumlah device tanpa pemiliknya tahu.

Konsorsium itu mengungkap ada 50 ribu nomor telepon yang sudah menjadi target penyadapan Pegasus. Temuan ini didasari hasil uji forensik CitizenLab, komunitas platform daring yang berbasis di Toronto, Kanada, dan Amnesty International.

Mereka mendeteksi ada 37 telepon seluler milik aktivis hak asasi manusia, pengusaha, dan jurnalis yang disusupi Pegasus. Beberapa pemilik telepon seluler itu berdomisili di Meksiko, Hungaria, Uni Emirat Arab, dan negara lain.

Belakangan, CitizenLab menemukan spyware Pegasus di Thailand. Jumlah korbannya mencapai 30 orang. CitizenLab telah melaporkan temuan itu kepada Apple, produsen iPhone, pada Oktober 2022 dan Januari 2023.

Laporan Citizen Lab dan Amnesty International menyebut, Pegasus dapat memecahkan komunikasi yang terenkripsi dari Iphone, Mac, Android, dan semua perangkat elektronik berbasis OS lainnya. Jamal Khasoghi, seorang wartawan asal Arab Saudi yang dibunuh di konsulatnya sendiri di Turki pada 2018, diduga dimata-matai menggunakan spyware Pegasus milik NSO Group itu.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AJIHeadlineisraelNSO GroupPegasusPemerintah IndonesiaPenyadapsoftware pegasusYLBHI
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Meninggal Dunia Saat Haji, Ini Ketentuan Asuransi Jiwa dan Kecelakaan
Tulisan selanjutnya Usulan Aneh Parlemen Israel untuk Membagi Masjid Al-Aqsha

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat

Berita
15 Oktober 2026 18:48
Wakaf Al-Qur’an: Menghadirkan Cahaya Qur’an bagi Santri di Tolitoli
Serangan Drone Paramiliter Sudan Tewaskan 41 Orang Dekat Perbatasan Ethiopia
Kecam Serangan Bandara King Khalid Saudi, Dewan Dakwah: Tidak Dapat Dibenarkan
PBB Catat Kenaikan Angka Kemiskinan Dunia, 1 Miliar Orang Terdampak

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah

16 Oktober 2026 14:56
Berita

Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta

16 Oktober 2026 14:29
Berita

IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

15 Oktober 2026 16:32
Berita

Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

15 Oktober 2026 14:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?