Hidayatullah.com – Pemuda Muslim harus memposisikan dirinya bukan hanya sebagai hamba Allah, melainkan juga sebagai Khalifah-Nya. Itu salah satu pesan kuat yang disampaikan oleh Randy Iqbal, Koordinator Pusat IndonesiaTanpaJIL (ITJ) dalam ceramahnya yang disampaikan dalam acara Pengajian Akhir Pekan Remaja Islam Sunda Kelapa (PARIS), Jum’at (14/07) malam lalu di Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta.
Dalam acara bertajuk “Bangkitkan Semangat (14)45” itu, Randy secara khusus membidik anak-anak muda yang biasanya senantiasa memandang masa depan secara optimis. “Kita ingin membangkitkan semangat ’45, tapi bukan tahun 1945 yang sudah lama lewat, melainkan tahun 1445 Hijriyah yang ada di depan mata. Tahun ini, anak muda harus tampil ke depan dan membawa perubahan!” ujarnya dengan penuh semangat.
Berbeda dengan makhluk-makhluk Allah lainnya, manusia diciptakan dengan tugas sebagai khalifah. Karena itu, tidak sepantasnya manusia berdiam diri melihat keadaan yang tidak baik.
“‘Khalifah’ itu artinya wakil. Kalau manusia disebut sebagai ‘khalifah Allah’, maka itu artinya kita adalah wakil-wakil Allah. Tentunya kita tidak selevel dengan Allah, namun sebagai wakil-Nya maka kita harus mewujudkan kehendak Allah di muka Bumi,” ungkap Randy lagi.
Sebagai Khalifah Allah, manusia tidak bisa berpangku tangan. “Sebagai seorang Muslim, kita harus memperhatikan keadaan dunia kita. Kalau ada kezaliman, maka kitalah yang harus menegakkan keadilan. Kalau ada kerusakan, maka kitalah yang harus proaktif melakukan perbaikan. Itulah tugas seorang khalifah,” ujar ayah dari tiga orang anak ini.
Tugas untuk mewujudkan perubahan ke arah yang lebih baik itu juga dibebankan ke pundak para pemuda Muslim, karena mereka memiliki banyak potensi. Langkah pertama yang harus dilakukan oleh anak muda, menurut Randy, adalah memperluas wawasannya.
“Para pemuda Muslim harus tahu bahwa dunia sedang tidak baik-baik saja. Pemikiran sesat di mana-mana, pluralisme agama disebarluaskan, pergerakan kaum pembela LGBT yang semakin masif, semua itu terjadi di sekitar kita. Umat ini sangat membutuhkan para pemuda yang bernyali untuk membela agamanya,” pungkas Randy.
Selain Randy Iqbal, hadir juga Akmal Sjafril, salah seorang aktivis ITJ yang juga Kepala Sekolah Pemikiran Islam (SPI) Pusat sebagai narasumber kedua. Menurut Akmal, acara malam itu memang merupakan kolaborasi di antara Remaja Islam Sunda Kelapa (RISKA) dan ITJ Jakarta.
“Baik RISKA maupun ITJ sama-sama berbasis anak muda, dan ini bukan kolaborasi pertama di antara keduanya. Saya pribadi berharap kolaborasi semacam ini akan lebih sering lagi dilakukan, juga dengan komunitas-komunitas dan lembaga-lembaga dakwah lainnya. Dakwah memang pekerjaan besar yang tidak semestinya kita pikul sendiri-sendiri,” ujar penulis buku Islam Liberal: Ideologi Delusional itu.*/(ITJ Media Center)