Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

Refleksi Kemerdekaan RI ke-78: Mengenang Prof. KH. Abdul Kahar Mudzakkir, Seorang Ulama Pejuang

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 15 Agustus 2023 15:22 3:22 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 15 Agustus 2023 14:38
Bagikan
Perwakilan keluarga dari KH Abdul Kahar Mudzakkir yang dianugerahi gelar pahlawan nasional di Istana Negara, Jakarta, Jumat (8/11/2019). Foto: Setpres/Biro Pers
Bagikan

Abdul Kahar Mudzakkir pernah menjadi anggota BPUPKI, dan anggota Tim Sembilan perumus Piagam Jakarta. Nama tokoh yang masih memiliki hubungan dengan KH. Munawwir (PP Al-Munawwir, Krapyak) ini banyak ‘dipinggirkan’ dalam catatan sejarah

Hidayatullah.com | SOSOKNYA mungkin tak seterkenal Mohammad Hatta, Ir. Soekarno, Mohammad Yamin, dan para tokoh pendiri bangsa (founding fathers) lainnya. Apalagi, dalam buku-buku pelajaran sejarah di sekolah, namanya nyaris tak terdengar.

Banyak dugaan yang menjadi faktor soal itu, di antaranya keterlibatannya dalam Partai Masyumi, dimana para tokohnya seperti dipinggirkan dalam buku-buku sejarah nasional.

Abdul Kahar Mudzakkir pernah menjadi anggota Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP), anggota Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), dan anggota Tim Sembilan yang merumuskan dan menandatangani Piagam Jakarta 22 Juni 1945.

Abdul Kahar bin Kiai Mudzakkir bin Kiai Abdullah Rosyad bin Kiai Hasan Bashari, adalah tokoh Muhammadiyah kelahiran Yogyakarta, 16 April 1907. Buku Muhammadiyah, 100 Tahun Menyinari Negeri (2013) mencatat bahwa dia seorang saudagar yang tumbuh dan besar di Kota Gede, kota para ulama.

Baca Juga

Ustadz Abdullah Said dalam Liputan Majalah Panji Masyarakat
Menolak Digaji Negara: Kisah Para Hakim Teladan dalam Sejarah Peradaban Islam
Syair Ahmad Baktsir dan Detak Jantung Diplomasi Kemerdekaan RI di Kairo
Buya Natsir dan 1.000 Sarung untuk Tapol PKI
Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah

Ayahnya seorang guru agama di Masjid Gede Jogjakarta, sekaligus seorang pengusaha. Pamannya, KH. Munawwir, adalah pendiri Pesantren Al-Munawwir di Krapyak, Yogyakarta.

Pamannya yang lain, H Muchsin, adalah saudagar paling kaya di Kota Gede, sebelum meletusnya revolusi. H. Muchsin inilah yang membiayai Abdul Kahar Muzakir untuk belajar ke Saudi Arabia, kemudian ke Kairo, Mesir.

Istri ketiga H. Muchsin adalah keponakan KH. Ahmad Dahlan, pendiri Persyarikatan Muhammadiyah. Inilah yang kemudian membawa H. Muchsin aktif di organisasi yang berdiri pada tahun 1912 itu.

H Muchsin yang dikenal kaya raya, membidangi urusan wakaf Muhammadiyah. Bahkan setiap tahun, tak kurang 500 gulden ia sumbangkan untuk organisasi ini.

H. Muchsin juga memiliki besan bernama Atmosudigdo, seorang yang terpandang di Kota Gede, ayah dari Saridi bin Atmosudigdo, yang kemudian hari terkenal dengan nama Haji Mohammad Rasjidi, Menteri Agama RI pertama.  Bersama Rasjidi, Abdul Kahar Muzakkir kuliah di Mesir dan aktif dalam pergerakan mahasiswa di sana era tahun 1930-an.

Selain itu, bersama Mahmud Yunus, dkk, Abdul Kahar Muzakkir juga aktif menyuarakan kemerdekaan lewat buletin “Seruan Azhar”, di saat Indonesia belum merdeka.

Selama di Mesir, mantan Rektor Magnificus yang dipilih Universitas Islam Indonesia untuk pertama kali dengan nama STI selama 2 periode 1945—1948 dan 1948—1960 ini aktif dalam pergerakan mahasiswa-mahasiswa asal Asia Tenggara untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Pahlawan Nasional yang pernah mengajar di Universitas Pesantren Islam Islam (UPI) Bangil ini rajin menulis artikel di sejumlah koran Mesir.Di antaranya Al-Balagh, Al Hayat.

Tahun 1931, mufti besar Palestina, Sayid Amin Huseini, meminta Kahar untuk hadir dalam Muktamar Islam Internasional di Palestina mewakili Asia Tenggara.

Mengenang sahabat dan juga familinya ini, H.M. Rasjidi mengatakan, “Pemuda Abdul Kahar Mudzakkir pada tahun 1930-an merupakan lambang daripada  Indonesia di Timur Tengah.”

"Abdul Kahar Mudzakkir adalah personifikasi Indonesia tahun 1930-1937 di Kairo dan Timur Tengah. Orang mengenal Indonesia, bersimpati kepada Indonesia, karena aktivitas pemuda Abdul Kahar....," demikian testimoni yang disampaikan H.M Rasjidi dalam mengenang wafatnya Abdul Kahar Mudzakkir pada tahun 1973, sebagaimana ditulis dalam Majalah Panji Masyarakat, No. 141 Tahun XV, 15 Desember 1973.

Dalam Refleksi 78 Tahun Kemerdekaan RI, umat Islam harus menyerukan: Jas Hijau! (Jangan Sekali-kali Hilangkan Jasa Ulama!).*/Artawijaya, penulis buku-buku sejarah

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Abdul Kahar MudzakkirBPUPKIHeadlinekemerdekaan RIKH. Munawwirmasyumipiagam JakartaPilihan RedaksiPP Al-Munawwirulama kemerdekaanulama pejuang
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Cara Afghanistan Rehabilitasi Para Pecandu Narkoba
Tulisan selanjutnya Oklin Fia Selebgram Pembuat Konten Mesum Dilaporkan ke Polisi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Itamar Ben Gvir melarang azan
Berita

Menteri Ekstremis ‘Israel’ Pimpin Gerombolan Pemukim Yahudi Serbu Masjid Ibrahimi

Berita
1 Oktober 2026 20:31
Ateis dan Mitos Kecerdasan: Membedah Cacat Logika dalam Gagasan Ketiadaan Tuhan
Aljazair Berlakukan Hukuman Mati Bagi Arsonis Penyebab Kebakaran Hutan dan Lahan
LPPOM Dorong Restoran Terbuka soal Status Halal Setiap Outlet
Teladan Umar bin Khattab Ra. dalam Mengatasi Problem Gratifikasi

Terbaru

  • Aljazair Berlakukan Hukuman Mati Bagi Arsonis Penyebab Kebakaran Hutan dan Lahan
  • Intelijen Maroko Dituding Mematai Jurnalis dan Aktivis HAM
  • Amerika Serikat Usir Dua Diplomat Iran Usai Sidang Majelis Umum PBB
  • Lima Orang Didakwa di Prancis Terkait Pendanaan Hamas
  • Amerika Serikat Umumkan Kontrak $24,4 Miliar untuk Mempercepat Produksi Rudal
  • Dua Pria Iran Didakwa Berencana Serang Yahudi Manchester
  • Pakar Filsafat Islam Ini Membedah 7 Cacat Nalar Kaum Ateis
  • Ateis dan Mitos Kecerdasan: Membedah Cacat Logika dalam Gagasan Ketiadaan Tuhan
  • Bulldozer, Masjid, dan Bayang-Bayang Israel di India
  • Menara Shahi Masjid Ujjain Roboh Saat Dibongkar, Warga Muslim Pertanyakan Prosesnya

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina

23 Mei 2026 15:57
Sejarah

Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina

17 Mei 2026 13:42
Sejarah

Membungkam Suara Kritis: Kriminalisasi Ulama Masyumi di Orde Lama

8 Mei 2026 08:59
Sejarah

KH. Ahmad Dahlan dan Peran sebagai Jembatan Ukhuwah Islamiyah

6 Mei 2026 08:34
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?