Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Menolak Lepas Abaya, Hampir 300 Siswi Muslim Prancis Dipulangkan

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 6 September 2023 00:16 12:16 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 6 September 2023 08:00
Bagikan
Abaya Prancis
Bagikan

Hidayatullah.com – Sekolah-sekolah di Prancis memulangkan puluhan siswi Muslim karena menolak melepaskan abaya mereka pada hari pertama tahun ajaran baru, kata seorang menteri.

Menentang larangan abaya, hampir 300 siswi datang ke sekolah dengan mengenakan abaya, Gabriel Attal mengatakan kepada penyiar BFM pada hari Selasa.

Sebagian besar setuju untuk mengganti pakaian tersebut, namun 67 orang menolak dan dipulangkan, katanya.

Pemerintah mengumumkan bulan lalu bahwa mereka melarang abaya di sekolah-sekolah, dengan mengatakan bahwa hal tersebut melanggar aturan sekularisme dalam pendidikan yang telah membuat jilbab Muslim dilarang dengan alasan bahwa hal tersebut merupakan tampilan afiliasi agama.

Langkah ini menggembirakan kelompok politik kanan, namun kelompok kiri berargumen bahwa ini merupakan penghinaan terhadap kebebasan sipil.

Baca Juga

Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera

Attal mengatakan bahwa para siswi yang ditolak masuk diberi surat yang ditujukan kepada keluarga mereka yang mengatakan bahwa “sekularisme bukanlah sebuah batasan, melainkan sebuah kebebasan”.

Jika mereka muncul lagi di sekolah dengan mengenakan pakaian tersebut, maka akan ada “dialog baru”, kata sang menteri.

Pada Senin malam, Presiden Emmanuel Macron membela tindakan kontroversial tersebut, dengan mengatakan ada “minoritas” di Prancis yang “membajak agama dan menantang republik dan sekularisme”, yang mengarah pada “konsekuensi terburuk” seperti pembunuhan tiga tahun lalu terhadap guru Samuel Paty karena menunjukkan karikatur Mohamed selama kelas pendidikan kewarganegaraan.

“Kita tidak bisa bertindak seolah-olah serangan teroris, pembunuhan Samuel Paty, tidak pernah terjadi,” katanya dalam sebuah wawancara dengan saluran YouTube HugoDecrypte.

Sebuah asosiasi yang mewakili umat Islam telah menggugat larangan abaya dan gamis kepada Dewan Negara, pengadilan tertinggi Prancis. Gugatan bernama Mosi Aksi untuk Hak-Hak Muslim (ADM) akan diperiksa nantinya.

Sebuah undang-undang yang diperkenalkan pada bulan Maret 2004 melarang “penggunaan tanda atau pakaian yang seolah-olah menunjukkan afiliasi agama” di sekolah-sekolah. Termasuk salib Kristen yang besar, kippah Yahudi dan jilbab Islam.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AbayaEmmanuel MacronHeadlineislamofobiaLarangan Abayapakaian MuslimPrancis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Wacana Kontrol Rumah Ibadah, SETARA Institute: Banyak Bahayanya Daripada Manfaatnya
Tulisan selanjutnya Geng Kriminal Swedia Pakai Spotify untuk Mencuci Uang Haram

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tiga Pria Mengaku Merencakan Serangan Terhadap Masjid Maryam di Galway

Berita
11 Oktober 2026 23:14
Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang
Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli
Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat

15 Oktober 2026 18:48
Berita

IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

15 Oktober 2026 16:32
Berita

Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad

14 Oktober 2026 16:55
Berita

Wakaf Al-Qur’an: Menghadirkan Cahaya Qur’an bagi Santri di Tolitoli

13 Oktober 2026 16:03
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?