Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Geng Kriminal Swedia Pakai Spotify untuk Mencuci Uang Haram

Ama Farah
Terakhir diupdate: 6 September 2023 08:18 8:18 am
Ama Farah
Dipublikasikan 6 September 2023 08:18
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Geng-geng kriminal di balik maraknya pemboman dan penembakan di Swedia beberapa tahun terakhir menggunakan Spotify untuk mencuci uang haram hasil kejahatan mereka, lapor koran Swedia hari Selasa (5/9/2023).

Jaringan kriminal selama bertahun-tahun menggunakan uang hasil penjualan narkoba, perampokan, penipuan dan kontrak pembunuhan untuk membayar stream “lagu palsu” di Spotify yang dinyanyikan oleh para artis yang memiliki keterkaitan dengan organisasi kejahatan, lapor koran Svenska Dagbladet (SvD) seperti dilansir AFP.

Para penyanyi itu kemudian mendapatkan bayaran dari platform tersebut karena lagunya didengarkan secara streaming, dengan demikian terjadilah proses pencucian uang.

Surat kabar itu mengatakan informasinya telah dikonfirmasi oleh empat anggota geng dari jaringan kriminal berbeda di Stockholm, serta seorang penyelidik polisi yang tidak disebutkan namanya.

“Saya dapat mengatakan dengan kepastian 100% bahwa hal ini akan terus berlanjut. Saya sendiri pernah terlibat di dalamnya,” SvD mengutip kata-kata seorang anggota geng yang tidak disebutkan namanya.

Baca Juga

AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang

Anggota geng itu mengatakan bahwa kelompoknya mulai menggunakan Spotify untuk pencucian uang pada 2019, sekitar waktu gangster rap Swedia mulai populer di negara itu dan memperoleh anugerah musik.  “Kami membayar orang-orang yang melakukan ini untuk kami secara sistematis,” katanya menjelaskan perihal pembayaran yang diberikan lewat Spotify dengan uang hasil kejahatan.

Memaparkan bagaimana proses pencucian uang dilakukan, anggota geng tersebut mengatakan bahwa kelompok kriminal akan mengubah uang haram mereka menjadi bitcoin, kemudian menggunakan mata uang kripto itu untuk membayar orang-orang yang menjual stream lagu di Spotify, yang merupakan perusahaan asal Swedia. Mereka “memastikan kami berada di puncak tangga lagu”, katanya, seraya menambahkan bahwa streaming palsu juga menyebabkan peningkatan pada streaming asli.

Streaming yang lebih tinggi menghasilkan pembayaran yang lebih tinggi dari Spotify. Surat kabar itu mengatakan bahwa di Swedia, Spotify mendulang satu juta streaming menghasilkan sekitar 40.000 hingga 60.000 kronor (£2.800 hingga £4.300).

Penyelidik kepolisian yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada Svenska Dagbladet bahwa dia menghubungi Spotify pada tahun 2021 untuk membahas masalah tersebut, tetapi pihak perusahaan tidak pernah menanggapi teleponnya. “Spotify telah menjadi mesin bank bagi geng-geng itu. Ada kaitan langsung dengan geng dan aksi-aksi kekerasan mematikan tersebut,” katanya kepada surat kabar tersebut.

Pada tahun 2022, Swedia mencatat 90 kasus peledakan dan 101 kasus percobaan pengeboman atau persiapan pengeboman, serta 391 penembakan, yang 62 di antaranya berakibat fatal, menurut data polisi.

Spotify mengatakan kepada AFP dalam sebuah pernyataan bahwa streaming yang dimanipulasi adalah “tantangan besar dan Spotify telah bekerja keras untuk mengatasi masalah ini”.

“Kurang dari 1% dari semua stream di Spotify telah dipastikan sebagai palsu dan stream tersebut segera dimitigasi sebelum dilakukan pembayaran apa pun.”

Perusahaan asal Swedia tersebut mengatakan bahwa mereka tidak mengetahui adanya kontak yang dilakukan oleh penegak hukum, juga tidak menemukan “data atau bukti kuat apa pun yang menunjukkan bahwa platformnya digunakan dalam pencucian uang dalam skala besar seperti itu*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:geng kriminalpencucian uangSpotifyswedia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Abaya Prancis Menolak Lepas Abaya, Hampir 300 Siswi Muslim Prancis Dipulangkan
Tulisan selanjutnya Ebrahim Raisi Presiden Baru Iran Presiden Iran Puji Peran Arab Saudi Terhadap Dunia Islam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Luncurkan Atlas Sejarah Islam Digital, Rekam Berbagai Peradaban Selama 1.300 Tahun

Berita
27 Agustus 2026 15:03
Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
Presiden Iran: Jangan Biarkan Wilayah Negara Muslim Dipakai Menyerang Sesama
Erdogan Serukan Persatuan Dunia Islam dalam Perayaan Maulid di Istanbul
Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing

2 September 2026 15:07
Berita

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia

1 September 2026 12:00
Berita

Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya

1 September 2026 09:01
Berita

Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya

31 Agustus 2026 22:46
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?