Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Membongkar Konsep Ad-Diin: Hanya Ada Satu Agama yang Benar

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 11 September 2023 20:00 8:00 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 11 September 2023 20:00
Bagikan
Sekolah Pemikiran Islam (SPI)
Bagikan

Hidayatullah.com –Wakil Ketua Komisi Penelitian MUI Pusat, Wido Supraha, menerangkan pentingnya memahami konsep Ad-Diin agar lahir para pemimpin dengan pemikiran beragama yang tepat.

Hal ini dilakukan agar bisa kritis menelaah paham dari Frithjof Schuon, the transcendent unity of religions, yang berarti kesatuan agama-agama yang memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk kebaikan.

Demikian salah satu materi kajian Sekolah Pemikiran Islam (SPI) angkatan 13bertema “Konsep Ad-Diin” di Aula Imam Al-Ghazali INSISTS, Kalibata, Jakarta belum lama ini.

Menurut Wido, paham “kesatuan agama-agama” bertentangan dengan konsep Islam yang memandang bahwa agama yang diakui hanya satu yaitu Islam. Sedangkan, toleransi artinya menerima perbedaan bukan memaksakan untuk menjadi sama.

Founder dari Sekolah Adab ini memberikan contoh tokoh-tokoh yang mendukung paham tersebut di Indonesia dan juga memaparkan buku-buku yang berpotensi menyuarakan suara untuk menghargai keberagaman agama tersebut.

Baca Juga

‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Dalam kajian ini peserta diajak untuk menjelajahi beragam jenis agama yang ada di dunia saat ini. Secara umum dapat dibedakan menjadi dua kategori; Agama Samawi, didasarkan pada wahyu Tuhan seperti Yahudi, Kristen, dan Islam, serta agama Ardhi, yang tumbuh berdasarkan budaya dan pemikiran manusia, seperti Hindu dan Budha di Indonesia.

Namun, sorotan sebenarnya jatuh pada agama Islam. Wido menjelaskan bahwa Islam adalah Ad-Diin yang diridhai Allah Swt, karena bermuara pada penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah Swt yang sesuai dengan arti dari konsep Ad-Diin itu sendiri. 

Ad-Diin dengan demikian bermakna keadaan diri berhutang, menaklukkan diri untuk menuruti perintah, dan menjadikan diri bersifat keinsanan serta berperikemanusiaan, berlawanan dengan sifat kebinatangannya, Manusia senantiasa berhutang diri, budi, dan daya kepada Allah Swt yang telah menjadikannya dari tiada kepada ada.

Lebih jelasnya, Wido memaparkan kata Ad-Diin yang mengandung makna agama, kepercayaan, tauhid, hari pembalasan, tunduk, dan patuh. Ia kemudian menjelaskan akar kata Diin (d-y-n).

Debtor atau creditor (da-in) memiliki kewajiban (dayn), berkaitan dengan penghakiman (daynunah) dan pemberian hukuman (idanah), yang mungkin terjadi dalam aktivitas perdagangan (mudun atau mada-in) dalam sebuah kota (madinah) dengan hakim, penguasa, atau pemerintah (dayyan), dalam proses membangun atau membina kota, membangun peradaban, memurnikan, memanusiakan (maddana), sehingga lahirlah peradaban dan perbaikan dalam budaya sosial (tamaddun).

Keseluruhan makna dengan akar kata d-y-n memiliki hubungan secara konseptual, kesatuan makna yang tidak terpisahkan, dan semua ini terkait dengan upaya menghambakan diri (dana nafsahu).

Pertemuan keenam kelas SPI Jakarta ini, begitu berkesan bagi salah satu murid, yakni Afra, “Materinya sangat menarik. Saya menjadi semakin yakin bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang benar dan tidak terbantahkan, ” ujar mahasiswi LIPIA ini mengungkapkan.

Wido kemudian menutup kelas dengan menukil kalimat dari Prof. Syed Muhammad Naquib Al Attas yang berbunyi, “Hanya ada satu agama wahyu yang asli dan namanya diberikan sebagai Islam dan orang-orang yang menganut agama ini dipuji oleh Tuhan sebagai yang terbaik di antara umat manusia. Islam, kemudian, bukan sekedar kata benda verbal yang menandakan ketundukan; itu juga merupakan nama agama tertentu yang menggambarkan ketundukan yang sebenarnya, serta definisi agama: ketundukan kepada Tuhan”.*/Shabrina Khansa dan Amrina Husna

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:agamadinkonsep Ad-DiinSPIWido Supraha
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tarik Wisatawan, Menparekraf Luncurkan E-Katalog Masjid Indonesia
Tulisan selanjutnya Putri Ariani dan ‘Rahasia’ Lagu “I Still Haven’t Found What I’m Looking For”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Berita
3 Juni 2026 16:00
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

3 Juni 2026 13:30
Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

3 Juni 2026 13:00
Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

3 Juni 2026 12:30
Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

3 Juni 2026 12:08
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?