Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

22 Tahun Peristiwa 11 September, Umat Islam Masih Didiskriminasi

Ahmad
Terakhir diupdate: 13 September 2023 11:16 11:16 am
Ahmad
Dipublikasikan 13 September 2023 11:14
Bagikan
serangan 11 september
Serangan Menara Kembar WTC 9 September 2001
Bagikan

Lebih dari dua dekade setelah tuduhan “serangan teroris” 11 September 2001, diskriminasi dan kebencian terhadap umat Islam di Amerika Serikat (AS) masih terus terjadi hingga saat ini

Hidayatullah.com | LEBIH dua dekade setelah isu “serangan teroris” 11 September 2001, diskriminasi dan kebencian terhadap umat Islam di Amerika Serikat (AS) masih terus terjadi, sehingga membuat marah kelompok hak asasi Muslim terbesar di negara tersebut.

Sayangnya, setelah 22 tahun, Islamofobia meresap dan menjadi bagian dari struktur rasisme yang masih ada di beberapa wilayah negara kita, kata Chief Executive Officer Council on American-Islamic Relations (CAIR-CA) cabang California, Hussam Ayloush. .

Dia mengatakan umat Islam dilecehkan di bandara, FBI melakukan inspeksi, menempatkan informan dan mata-mata di masjid-masjid dan memberikan izin kepada lembaga-lembaga seperti FBI dan CIA untuk melacak umat Islam dari negara-negara seperti Suriah, Libya dan Sudan.

Jumlah kejahatan rasial terhadap umat Islam meroket setelah serangan 9/11, meningkat 1.617 persen dari tahun 2000-2001, menurut statistik FBI.

Baca Juga

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

“Sentimen Islamofobia sebelum 9/11 sangat kuat,” kata Profesor sosiologi di Universitas Milwaukee, Wisconsin, yang berspesialisasi dalam Studi Arab dan Muslim Amerika, Louise Cainkar.

Hussam mengatakan hampir satu juta dari sekitar lima juta Muslim yang tinggal di California menunjukkan bahwa mereka masih dilecehkan dan diberi prasangka buruk setelah serangan 9/11.

“Lebih dari 50 persen siswa Muslim di California menghadapi beberapa bentuk intimidasi verbal dan fisik di sekolah umum hanya karena mereka Muslim,” kata Hussam seperti dikutip kantor berita Anadolu Agency.

Menurutnya, stereotip yang sama mengenai kekerasan, teroris, dan penindasan terhadap perempuan dapat digunakan untuk keuntungan politik selama pemilu dan perang. Pada dasarnya Islamofobia masih ada hingga saat ini meski 9/11 sudah tinggal sejarah.

Prof Cainkar percaya pandangan anti-Muslim didorong oleh kebijakan luar negeri AS dan perang, terlepas dari siapa yang menjadi Presiden negara adidaya tersebut.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:11 September 20019/11Amerika Serikatanti-MuslimHeadlineislamofobiamenara kembarMuslim AmerikaterorisWTC
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak
Tulisan selanjutnya Perbankan Syariah Rusia Kenapa Rusia Terapkan Perbankan Syariah?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Berita
31 Mei 2026 19:39
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

3 Juni 2026 16:00
Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

3 Juni 2026 13:30
Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

3 Juni 2026 13:00
Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

3 Juni 2026 12:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?