Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

MUI: Bahaya Sistem Korporatokrasi, Negara Lebih Takut pada Pengusaha

Ahmad
Terakhir diupdate: 21 September 2023 13:01 1:01 pm
Ahmad
Dipublikasikan 21 September 2023 10:25
Bagikan
shalat di rumah kemenag nu
Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas
Bagikan

Hidayatullah.com—Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Buya Anwar Abbas mengatakan korporatokrasi (pemerintahan perusahaan) dinilai sangat berbahaya bagi kehidupan. Hal ini karena kedaulatan negara dan kedaulatan rakyat menjadi tergadai karena yang mendominasi kehidupan adalah kedaulatan pengusaha.

“Hal ini tentu jelas sangat berbahaya karena akhirnya kedaulatan negara dan kedaulatan rakyat jelas akan tergadai karena yang akan menonjol dan mendominasi dalam kehidupan ini adalah kedaulatan pengusaha sehingga negara tidak lagi dapat berfungsi menjalankan tugasnya dengan baik untuk melindungi, mencerdaskan dan  mensejahterakan rakyat” demikian kata Buya Anwar Abbas dalam pernyataan yang diterima hidayatullah.com, Kamis, (21/9/2023).

Dampak dari hal ini, ujar Buya Abbas rakyat menjadi korban dan negara menjadi tergadaikan, karena yang mengendalikan dan menentukan kehidupan berbangsa dan bernegara adalah para pemilik modal.

Menurutnya, sebuah pemerintahan yang menganut sistem korporatokrasi cenderung  lebih takut kepada pengusaha dan investor dari pada kepada rakyatnya. Mengutip Karl Marx,  para pemilik modal adalah orang-orang yang rakus dan tamak dan tidak peduli dengan nasib orang banyak.

“Karena yang mereka pikirkan adalah hanya dirinya dan perusahaannya saja,” ujar salah satu Ketua PP Muhammadiyah ini.

Baca Juga

Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Ia mengutip pandangan George Soros, seorang investor kelas kakap dunia dimana hidupnya hanya mencari dan mendapatkan uang dan tidak peduli efek sosial.  Jawaban pemodal keturunan Yahudi dan pemilik Open Society Institute disampaikan saat mendapat pertanyaan saat dirinya disebut sosoak yang tidak disukai masyarakat di Thailand, Malaysia dan di Indonesia karena telah merusak tatanan sosial.

“Jadi sistem korporatokrasi ini adalah sebuah sistem yang sangat-sangat buruk karena dalam sistem ini kekuatan ekonomi dan politik akan berada di satu tangan yaitu para pemilik kapital (modal). Bila ini yang terjadi  kata  Milton Friedman maka sistem ini akan melahirkan rezim yang tiranic atau rezim yang dzalim dimana rakyat banyak hidup menderita,” ujar Buya Abbas.

Ishak Rafick dalam bukunya “Catatan Hitam Lima Presiden Indonesia” mengatakan, istilah korporatokrasi adalah kedaulatan yang tidak lagi berada di tangan rakyat, tapi berada di tangan berbagai perusahaan besar yang menguasai pasar. Suara rakyat hanya diperlukan menjelang dan selama pemilihan umum (Pemilu).

Sedang menurut Dr Amien Rais dalam buku “Agenda Mendesak Bangsa, Selamatkan Indonesia!”, korporatokrasi dilukiskan sebagai sistem kekuasaan yang dikontrol oleh berbagai korporasi besar, bank-bank internasional dan pemerintah.*

Yuk  bantu dakwah media melalui Hidayatullah.com BCA 1280720000 a.n. Yayasan Baitul Maal Hidayatullah (BMH)

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Buya Anwar AbbasHeadlinekorporatokrasiMUIpemerintahan perusahaanpemilik modalpengusaha
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya UMJ Berkerjasama HPM Buka Pusat Terapi Anak Berkebutuhan Khusus di Depok
Tulisan selanjutnya MUI Banyuwangi Larang Warga Peringati Maulid Nabi Tampilkan Ogoh ogoh, Ormas Hindu juga Keberatan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta

Berita
16 Oktober 2026 14:29
Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad
PBB Catat Kenaikan Angka Kemiskinan Dunia, 1 Miliar Orang Terdampak
Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Terbaru

  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
  • Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli
  • Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad
  • Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang
  • Wakaf Al-Qur’an: Menghadirkan Cahaya Qur’an bagi Santri di Tolitoli

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

15 Oktober 2026 14:10
Berita

Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang

13 Oktober 2026 17:01
Berita

Wakaf Al-Qur’an: Menghadirkan Cahaya Qur’an bagi Santri di Tolitoli

13 Oktober 2026 16:03
Berita

Pilot Berkewarganegaraan Indonesia, Pesawat Ethiopian Airlines Dilarang Mendarat di ‘Israel’

13 Oktober 2026 13:01
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?