Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Larangan Hijab Prancis di Olimpiade 2024 Banjir Kecaman Internasional

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 6 Oktober 2023 15:27 3:27 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 6 Oktober 2023 18:00
Bagikan
Hijab Prancis Olimpiade
Bagikan

Hidayatullah.com – Keputusan Prancis untuk melarang para atletnya mengenakan hijab menjelang Olimpiade yang digelar negara tersebut menuai banyak kecaman internasional.

Daftar isi
  • Keberagaman
  • Kecaman di media sosial
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Negara yang sekitar 10 persen dari 67 juta penduduknya beragama Islam ini kembali menarik perhatian dengan keputusan terbarunya yang melarang para atletnya mengenakan hijab yang berlaku efektif pada 26 Juli 2024, tanggal dimana api Olimpiade akan dinyalakan.

Menteri Olahraga Prancis, Amelie Oudea-Castera, mengumumkan dalam sebuah acara televisi bahwa para atlet wanita dalam delegasi Prancis tidak akan bisa mengenakan hijab selama Olimpiade berlangsung.

Keputusan ini memicu reaksi keras dan kembali memicu perdebatan tentang pelanggaran hak asasi manusia.

Sebelumnya, Prancis juga memberlakukan larangan abaya (pakaian panjang yang biasa dipakai Muslimah) di sekolah-sekolah.

Baca Juga

saham aramco saudi
Gegara Perang Iran Saudi Aramco Pertimbangan Perluasan Kapasitas Penyimpanan di Luar Negeri
ISIS Klaim Serangan di Aleppo yang Tewaskan 2 Tentara Suriah
Produksi Minyak Iraq Diperkirakan Normal Dalam Dua Bulan
Dicabut, Zelensky Kembalikan Medali Penghargaan dari Polandia
Pentagon Perlu $80 Miliar untuk Tutup Biaya Perang Iran dll

Keberagaman

Federasi Olahraga Solidaritas Islam, sebuah kelompok yang terdiri dari negara-negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI), pada tanggal 2 Oktober menyatakan “keprihatinan yang mendalam terkait keputusan pemerintah baru-baru ini untuk mencegah atlet Prancis mengenakan jilbab di Olimpiade Paris mendatang.”

Federasi menekankan dalam pernyataannya bahwa “larangan ini bertentangan dengan prinsip-prinsip kesetaraan, inklusivitas, dan penghormatan terhadap keragaman budaya yang diperjuangkan oleh Olimpiade.”

Pernyataan tersebut muncul setelah Komite Olimpiade Internasional (IOC) mengatakan pada 29 September bahwa “tidak ada larangan untuk mengenakan hijab atau pakaian agama atau budaya lainnya.”

Posisi IOC dipuji oleh mantan Perdana Menteri Maroko Saad Eddine el Othmani.

Juru bicara kantor hak asasi Perserikatan Bangsa-Bangsa, Marta Hurtado, juga mengungkapkan hal yang sama.

“Tidak seorang pun boleh memaksakan kepada seorang wanita apa yang harus ia kenakan atau tidak kenakan,” kata Hurtado dalam sebuah pernyataan.

“Praktik-praktik diskriminatif terhadap suatu kelompok dapat menimbulkan konsekuensi yang berbahaya,” tambahnya.

Dalam sebuah kritik tidak langsung terhadap posisi Prancis, Sekretaris Jenderal Persatuan Cendekiawan Muslim Internasional, Ali al Qaradaghi, mengatakan bahwa “Kota-kota terbesar di Inggris telah menempatkan patung seorang wanita yang mengenakan jilbab di jalan-jalan mereka… Orang-orang yang berakal sehat memahami tatanan masyarakat mereka dan berusaha menghormati privasi identitas.”

Sekretaris Jenderal Delegasi Federasi Badan-badan Agama Islam Spanyol di kota Ceuta, Maroko, Idris al Wahabi, mengatakan bahwa keputusan Prancis tersebut “dimaksudkan untuk memprovokasi umat Islam secara umum dan Maroko secara khusus,” dan mencatat bahwa Maroko merupakan kelompok Muslim terbesar di Prancis.

“Kami bekerja sama dengan federasi dan badan-badan Islam yang ada di Prancis untuk menentang keputusan tersebut,” tambah Idris.

Kecaman di media sosial

Penolakan terhadap larangan hijab Prancis tidak hanya datang dari badan-badan regional dan internasional serta tokoh-tokoh masyarakat, karena kritik dan kecaman menyebar di platform media sosial X.

Penulis dan analis politik Yasser al Zaatara menggambarkan keputusan tersebut sebagai “histeria” terhadap jilbab dan “pelenturan otot terhadap Muslim.”

Mengkritik Presiden Prancis Emmanuel Macron, Al Zaatara memuji posisi IOC, menganggapnya sebagai “tamparan bagi Macron dan kelompok Islamofobia Prancis.”

“Presiden Prancis memerangi hijab di Prancis dengan dalih bahwa hijab bertentangan dengan sekularisme negara. Namun, dia tidak memiliki masalah menghadiri misa yang diadakan oleh Paus,” kata Mohsen al Obaidi al Saffar.

“Masalah Macron bukan pada agama, tapi pada Islam secara khusus,” tambahnya.

Abdel Hamid al Lingawi mengatakan bahwa “Prancis telah membuktikan bahwa mereka adalah negara rasis yang tidak layak menjadi tuan rumah Olimpiade.”

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:hijablarangan hijabOlimpiade 2024Prancis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kisah Dua Imigran Selamatkan Korban Kecelakaan Bus
Tulisan selanjutnya Waria Filipina Menyerupai Yesus Tampil Menyerupai Yesus, Waria Filipina Ditangkap Polisi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Orang Tua Malaysia akan Dijerat Hukum Bila Anaknya Melakukan Perundungan

Berita
16 Juni 2026 17:04
Pakar Bilang Suplemen Harian Lebih Banyak Bahaya Dibandingkan Manfaat
Pengadilan Penjarakan Orang Tua dari Bocah Pelaku Penembakan di Sekolah Beograd Serbia 2023
Santri Tahfidz Ar-Riyadh Tampil pada Pembukaan Rapat Paripurna DPRD Bontang
Pentagon Perlu $80 Miliar untuk Tutup Biaya Perang Iran dll

Terbaru

  • Gegara Perang Iran Saudi Aramco Pertimbangan Perluasan Kapasitas Penyimpanan di Luar Negeri
  • ISIS Klaim Serangan di Aleppo yang Tewaskan 2 Tentara Suriah
  • Produksi Minyak Iraq Diperkirakan Normal Dalam Dua Bulan
  • Pakar Bilang Suplemen Harian Lebih Banyak Bahaya Dibandingkan Manfaat
  • Dicabut, Zelensky Kembalikan Medali Penghargaan dari Polandia
  • Pentagon Perlu $80 Miliar untuk Tutup Biaya Perang Iran dll
  • Dua Ledakan di Jalan Raya Khyber Pakhtunkhwa Sedikitnya 7 Orang Tewas
  • Pesepakbola Paraguay Jadi yang Pertama Diusir dari Lapangan Piala Dunia karena Menutup Mulut
  • Pengadilan Penjarakan Orang Tua dari Bocah Pelaku Penembakan di Sekolah Beograd Serbia 2023
  • Label Teroris untuk Palestine Action Dibenarkan Pengadilan Banding Inggris

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Dua Ledakan di Jalan Raya Khyber Pakhtunkhwa Sedikitnya 7 Orang Tewas

20 Juni 2026 17:09
Berita

Pesepakbola Paraguay Jadi yang Pertama Diusir dari Lapangan Piala Dunia karena Menutup Mulut

20 Juni 2026 16:47
Berita

Label Teroris untuk Palestine Action Dibenarkan Pengadilan Banding Inggris

20 Juni 2026 10:49
Berita

Amerika Serikat Hentikan Pendanaan Program HIV di Afrika Selatan

20 Juni 2026 09:58
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?