Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Iptekes

Tidur Kurang Enam Jam dapat Meningkatkan Risiko Kanker

Ama Farah
Terakhir diupdate: 24 Oktober 2023 13:55 1:55 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 24 Oktober 2023 15:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com— Masalah kurang tidur dialami sebagaiman masyarakat. Peneliti mengaitkan kurangnya tidur 6 jam sehari bisa meningkatkan risiko kanker.

Sebuah studi YouGov tahun 2022 terhadap lebih dari 1.000 warga Singapura menemukan bahwa 73 persen dari mereka tidur kurang dari tujuh jam setiap malam sementara lebih dari 30 persen hanya tidur lima hingga enam jam.

Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata global dan merupakan peningkatan sebesar 44 persen sejak tahun 2018.

Faktanya, masyarakat Singapura masih kurang tidur. Menurut survei tidur global terbaru ResMed, yang juga melibatkan lebih dari 1.000 warga Singapura, 80 persen responden melaporkan satu atau lebih gejala gangguan tidur terkait kualitas tidur.

Penyebab gangguan tidur yang paling umum adalah sleep apnea (81 persen), yaitu kelainan yang menyebabkan pernapasan terhenti sementara saat tidur.  Masalahnya adalah banyak penyakit yang berhubungan dengan kurang tidur, termasuk penyakit jantung, tekanan darah tinggi, diabetes, obesitas, dan depresi.

Baca Juga

Tak Mau Angkut Senjata 'Israel', Lufthansa Tetapkan Embargo
Nyamuk Datang Naik Pesawat Dua Pekerja Bandara Jerman Meninggal Karena Malaria
Usia Belum Tua, tapi Sering Merasa Tua? Hati-Hati Bisa Sebabkan Imsonia dan Gangguan Kesehatan
Perang Abadi Sistem Imun di Balik Keindahan Tato
UNICEF: Anak-Anak Gunakan AI 3 Kali Lipat Lebih Banyak Dibanding Orang Dewasa
Pakar Bilang Suplemen Harian Lebih Banyak Bahaya Dibandingkan Manfaat

Hubungan dengan Kanker

Jika Anda kurang tidur karena sleep apnea, insomnia, atau stres, itu bukanlah pertanda baik.  Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Jurnal Cancer, menemukan bahwa mereka yang tidur kurang dari enam jam per malam memiliki risiko 41 persen lebih tinggi terkena kanker dibandingkan mereka yang tidur enam hingga delapan jam per malam.

Individu yang tidak tidur di siang hari memiliki risiko 60 persen lebih tinggi terkena kanker dibandingkan mereka yang tidur lebih dari satu jam sehari.

Para peneliti juga menemukan bahwa peserta yang tidur kurang dari tujuh jam secara keseluruhan memiliki risiko 69 persen lebih tinggi terkena kanker dibandingkan mereka yang tidur tujuh hingga delapan jam per hari.

Psikiater Dr Wong Sheau Hwa, dari klinik SH Wong Sleep & Psychological Wellness di Mount Elizabeth Medical Center mengatakan kurang tidur mengganggu ritme sirkadian tubuh.

Keadaan tersebut, kata dia, dapat meningkatkan produksi hormon stres dalam tubuh dan menyebabkan stres oksidatif yang merusak jaringan dan sel.

Hal ini kemudian memicu reaksi berantai yang dapat menyebabkan peradangan kronis dan pada akhirnya menciptakan lingkungan yang mendorong munculnya sel kanker.

Namun, hubungan antara insomnia kronis dan kanker bersifat “kompleks” dan “belum sepenuhnya dipahami”, katanya dikutip Channel NewsAsia (CNA).

Jenis Kanker

Menurut Johns Hopkins Medical Center, kanker payudara, usus besar, ovarium, dan prostat termasuk di antara kanker yang terkait dengan kurang tidur, termasuk kanker hati dan paru-paru.

Sebuah penelitian menemukan bahwa paparan cahaya di malam hari juga dapat meningkatkan risiko kanker payudara, karena kadar melatonin dapat menurun akibat paparan jangka panjang sehingga mendorong pertumbuhan sel kanker.

Sehingga, hal ini menjadi kekhawatiran bagi mereka yang bekerja shift malam.

Mengurasi Risiko

Apakah ‘membayar kembali’ tidur di akhir pekan atau waktu istirahat kerja mengurangi risikonya? “Hal ini tidak diketahui tetapi menurut saya, hal ini tidak membantu,” kata Dr Wong. “Tubuh manusia kita berfungsi dalam siklus 24 jam yang diatur oleh ritme sirkadian, dengan proses fisiologis tertentu terjadi pada periode tertentu dalam 24 jam.

“Tidur adalah bagian besar dari fungsi ini dan oleh karena itu, setiap gangguan selama periode normal tidur, akan mengganggu proses tertentu yang terjadi pada waktu tersebut.”

Lantas, adakah cara lain untuk mengurangi risiko kanker bagi pekerja shift malam? Selain tidur, pola makan dan olahraga merupakan pilar kesehatan lain yang perlu diperhatikan, kata Dr See Hui Ti, konsultan senior, Onkologi Medis di Parkway Cancer Centre.

Misalnya, pola makan yang sehat dan seimbang dapat mengurangi risiko kanker, menurut Cancer Research UK.

Sedangkan untuk olahraga, aktivitas fisik dikaitkan dengan rendahnya risiko beberapa jenis kanker, termasuk kanker payudara, prostat, usus besar, endometrium, dan bahkan pankreas, kata American Cancer Society.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Headlinekankerkurang tidurtidurtidur 6 jam
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Zionis Kembali Rusak 5 Tempat Ibadah, Total Masjid Gaza yang Hancur 31 Buah
Tulisan selanjutnya Pentagon Kirim Penasihat Militer untuk Mendukung Serangan Israel ke Gaza

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Board of Peace Sebut Hamas dan Kelompok Perlawanan Palestina Lain Setuju Serahkan Senjata

Berita
28 Agustus 2026 11:26
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
Buka Muktamar NU ke-35, Presiden Prabowo: Jangan Sekali-Kali Lupakan Jasa Ulama

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

Iptekes

Ketika Gelar Sarjana Tak Lagi Menjamin Masa Depan: Gen Z Mulai Ragu Nilai Kuliah

25 Mei 2026 08:50
Iptekes

Jumlah Kasus Penyakit Menular Seksual di Eropa Pada 2024 Mencatat Rekor

22 Mei 2026 15:27
Iptekes

Belajar di Waktu Subuh Terbukti Tingkatkan Kinerja Otak dan Daya Ingat

31 Maret 2026 09:28
Iptekes

Pembuat Jutaan iPhone Malah Malah Melarang Main HP Berlebihan karena Bahaya

26 Maret 2026 08:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?