Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Jendela Keluarga

Kembalikan Moralitas Keluarga dengan Berislam [1]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 13 Juni 2011 12:39 12:39 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 13 Juni 2011 12:39
Bagikan
Bagikan

DALAM sebuah penelitian, yang pernah dilakukan di daerah Detroit, AS. Penelitian menemukan, bahwa memiliki anak sangat mengekang kebebasan wanita.Wajar jika di negeri Eropa dan Barat banyak wanita enggan menjadi istri. Bagi mereka yang tak mau menjadi isteri, maka kumpul kebo adalah alternatif untuk memenuhi hasrat biologis mereka. Bagi yang enggan, tokoh telah menyediakan beraneka boneka dan sarana pemenuhan/pemuasan kebutuhan biologis (sex shops).

Ada tren, di mana kaum isteri zaman modern menghendaki kebebasan mutlak. Di mana bebas menentukan dan menggunakan waktunya untuk melakukan aktivitas pengembangan karir/profesinya dan aktivitas dalam kemasyarakatan.

Bebas dalam ekonomi memunculkan kecenderungan (gairah) kaum isteri akan independensi/ketidakbergantungan ekonomi pada kaum suami. Kaum isteri tidak perlu menggantungkan diri kepada kaum suami dalam urusan rumah tangga. Lalu, lahirnya para suami takut pada isteri.

Di lain pihak, ada dampak lain. Di mana pabrik-pabrik, perusahaan-perusahaan dan konglomerat mengeksploitasi hajat kaum wanita pada pekerjaan dan terus menerus memperlakukan mereka dengan perlakuan aniaya (exploitation de l’home par l’home). Tapi, jarang wanita menyadari ini.

Di negeri kampium demokrasi pun, masih saja kepada wanita diberikan gaji/upah lebih rendah/kecil dari yang diberikan kepada kaum pria dalam perusahaan dan pekerjaan yang sama, meskipun wakil-wakil wanita duduk di dalam badan perwakilan rakyat dan dalam eksekutif/manger perusahaan. Tingginya partisipasi wanita yang bekerja di luar rumah.

Baca Juga

Anak Saleh Buah dari Kesalehan Orang Tua?
Muharram, Momen Terbaik Menjadi Ibu Terbaik
Kecantikan Muslimah Sejati
Sebab-sebab Durhaka Istri kepada Suami
Anak Shalih dan Shalihah Takdir Allah, Kita Terus Berusaha

Para wanita dan kaum perempuan mengaku berjuang untuk mendapatkan independensi, kedudukan dalam badan perwakilan rakyat, dalam jabatan-jabatan pemerintahan. Termasuk kebebasan hewani (kebebasan seksual) tanpa batas. Kebebasan berganti pasangan dan kebebasan dalam melakukan penyelewengan/penyimpangan seksua.

Inilah model dunia yang sudah jungkir-balik. Seorang isteri apabila kebetulan sedang di rumah, ia adalah milik suaminya dan anak-anaknya. Namun jika ia sedang di luar rumah, ia bisa-bisa milik siapa saja dan milik ramai-ramai. Isteri punya PIL sementara suami punya WIL.

Mengurus rumah tangga dipandang sebagai pekerjaan hina yang hanya dikerjakan oleh pembantu rumah tangga. Peran orangtua harus dihapuskan. Karena semua orangtua sibuk di luar rumah. Anak-anak diserahkan pembantu dan penitipan anak (TPA). Sampa-sampai Negara ikut dibuat sibuk menggantikan peran orangtua dalam mengurus, mengasuh, merawat dan mendidik anak.

Negara-negara Skandinavia terkenal dengan sebutan Child Gulag, karena anak-anak yang diasuh oleh negara mencapai titik tertinggi di dunia.

Hampir 50% anak di Swedia dilahirkan oleh pasangan kumpul kebo. Bebas melahirkan atau menggugurkan. Seorang wanitaa terkenal berkebangsaan Inggeris pernah mengemukakan, “Kenapa hanya kaum wanita saja yang harus mengandung dan melahirkan, sedangkan kaum pria tidak usah mengandung dan melahirkan.”

Ia menggungat, agar kaum wanita juga seharusnya tidak usah mengandung dan melahirkan. Bila seseorang menginginkan anak, tinggal pesan saja bayi hasil rekayasa genetika modern.

Padahal kondisi fisik wanita untuk mengandung, melahirkan, menyusui diimbangi dengan kondisi mental psikologis berupa kesabaran, ketabahan, ketelitian. Perasaan, jiwa, fikiran waita dipersiapkan oleh Sang Pencipta, Sang Khaliq untuk mengemban tugas biologis seperti hamil/mengandung, melahirkan, menyusui.

Karena adanya perbedaan dalam susunan jasmani, perasaan dan juga tugas biologis, maka berbeda pula watak pria dan wanita dalam mengantisipasi tuntutan asasi masing-masing.

Kaum isteri harus dibayar dengan sejumlah tertentu untuk melahirkan anak. Melahirkan layak sebagai karir/profesi yang menghasilkan uang (sebagai industri). Tidak perlu semua, bahkan tidak perlu sebagian besar isteri mengambil profesi melahirkan. Bebas dari ikatan dan tanggungjawab.

Barat juga menghalalkan hubungan tak normal. Hubungan sejenis. Homoseksual dan lesbianisme –yang justru dikecam semua agama—justru dilegalkan dengan kedok Hak Azasi Manusia (HAM).

Maka, boleh jadi, suatu saat kelak tidak diperlukan lagi hubungan suami-isteri, menjaga dan melestarikan keturunan sebagai salah satu tugas dan fungsi manusia di dunia.

Lembaga keluarga merupakan sesuatu yang tidak harus dipertahankan. Bahkan sah dan legal hubungan seksual tanpa ikatan (kebebasan seksual). Menjaga kehormatan pribadi dan mengukuhkan kesopanan serta kesucian individu dan kehormatan diri, sertapersoalan keperawanan dipandang sudah ketinggalan jaman.
Dalam pandangan orang modern, dengan alat kontrasepsi, seseorang wanita dapat memilih siapa yang akan menjadi ayah dari benih yang dikandungnya. Teknik pembekuan sperma, inseminasi buatan, bayi tabung menggusur peran aya dan peran ibu.* (bersambung)

Asrir Sutanmaradjo. Penulis orangtua, tinggal di Bekasi

//Tulisan Kedua//

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sempat Olok-olok Sorban, Pendeta Theo Akhirnya Minta Maaf
Tulisan selanjutnya AKP Kembali Menang, Berambisi Jadi Corong Islam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

60 Ribu Anak Palestina Jadi Yatim Akibat Perang Genosida Zionis ‘Israel’

Berita
20 Oktober 2026 13:24
Sepakati ‘Badr’, Indonesia Perkuat Kerjasama Pertahanan dengan Turki, Qatar dan Pakistan
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India
Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?

Terbaru

  • Terus Langgar Gencatan Senjata, Serangan ‘Israel’ Bunuh 4 Warga Palestina
  • Sepakati ‘Badr’, Indonesia Perkuat Kerjasama Pertahanan dengan Turki, Qatar dan Pakistan
  • Jelang Pemilu ‘Israel’, Trump Dukung Netanyahu Terpilih Kembali
  • Iran Sebut Puluhan Pesawat Maskapai Nasional Hancur dalam Serangan AS-Israel
  • Jutaan Dolar Dana Nasabah Syariah HSBC Diduga Mengalir ke Perusahaan Senjata terkait ‘Israel’
  • 60 Ribu Anak Palestina Jadi Yatim Akibat Perang Genosida Zionis ‘Israel’
  • Makin Banyak Pemukim ‘Israel’ yang Hindari Wajib Militer, Jumlahnya Tembus 110.000
  • 19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India
  • Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
  • Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi

Mungkin Anda Juga Suka

5 Tips Mendidik Anak agar Cinta Ramadhan
Jendela Keluarga

Sudahkah Anak Kita Diajarkan Akidah?

3 Desember 2022 20:55
Jendela Keluarga

Menjadi Ayah yang “Mesra” dengan Anak

26 November 2022 07:10
Jendela Keluarga

Akhlak Muslimah, Lembutlah dalam Bicara

8 November 2022 21:45
Jendela Keluarga

Hakikat Wanita Shalihah

4 November 2022 10:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?