Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Turunan Ganja Dipakai dalam Pembuatan Permen Lunak Otoritas Jepang Bertindak

Ama Farah
Terakhir diupdate: 24 November 2023 16:54 4:54 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 24 November 2023 16:54
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Kementerian Kesehatan Jepang akan melarang zat sintetis turunan dari ganja alias kanabis yang belum lama ini ditemukan dalam produk permen lunak (gummy) yang membuat sejumlah orang yang mengkonsumsinya jatuh sakit.

Sebuah panel pakar di Kementerian Kesehatan yang pada hari Selasa berkumpul untuk membahasnya, memutuskan untuk menambahkan zat sintetis tersebut ke dalam daftar “narkoba terlarang” pada hari Rabu (22/11/2023) dan larangannya berlaku efektif mulai 2 Desember.

Setelah dimasukkan ke dalam daftar itu, pembuatan, penjualan, kepemilikan, penggunaan, pembelian, dan pengalihan atau pemindahan hexahydrocannabihexol (HHCH) – yang secara kimiawi mirip dengan senyawa yang terdapat pada tanaman ganja dan dapat menyebabkan halusinasi dan gangguan memori – akan dilarang berdasarkan undang-undang farmasi dan alat kesehatan. Pelanggarnya diancam dengan hukuman penjara maksimal tiga tahun atau denda hingga ¥3 juta ($20.000) atau kombinasi keduanya, lapor Japan Times.

Jepang sudah melarang THC, zat kimia utama di dalam ganja yang menyebabkan penggunanya teler alias mabuk. Namun, meskipun sudah ada larangannya penggunaan turunan dari THC terus meluas, membuat polisi kesulitan untuk menjeratnya.

Kementerian Kesehatan secara konsisten menambahkan zat sintetis turunan atau mirip THC ganja ke dalam daftar narkotika terlarang.

Baca Juga

Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera

Namun, peracik narkoba rupanya pandai mengakali komposisi kimianya agar luput dari jeratan hukum, contohnya menciptakan HHCH yang selama ini belum ada larangannya.

“Produk yang disebut sebagai ‘permen karet ganja’ berbahaya, jadi kami ingin memperingatkan masyarakat untuk tidak mengkonsumsinya,” kata Menteri Kesehatan Keizo Takemi pada konferensi pers hari Senin (20/11/2023).

Pada hari yang sama, pemeriksaan di lokasi dilakukan atas perusahaan WWE yang berbasis di Osaka, menyusul laporan tentang orang yang jatuh sakit setelah mengkonsumsi permen lunak buatan perusahaan itu, dengan gejala mirip keracunan zat yang terkandung dalam ganja. Setelah penggerebekan, perusahaan tersebut diperintahkan untuk menghentikan penjualan sampai analisis bahan-bahannya selesai.

Penggerebekan juga dilakukan pada hari Selasa di pabrik WWE lain, menurut laporan NHK. Aparat menunjukkan kantong-kantong berisi permen lunak bertuliskan HHCH pada kemasannya.

Kepolisian wilayah Tohoku juga melakukan inspeksi di sebuah toko ritel di daerah Aoba di kota Sendai yang menjual permen tersebut.

Awal bulan ini, dua orang di Sapporo jatuh sakit dan harus dibawa ke rumah sakit setelah mengkonsumsi permen tersebut. Keduanya kemudian menjalani tes dengan hasil positif ganja. Polisi di Hokkaido sedang menyelidiki kasus itu dan mencari tahu apakah permen dibuat oleh perusahaan berbasis di Osaka yang sama, lapor NHK.

Pada Jumat pekan lalu, pemeriksaan di lokasi juga dilakukan di tiga tempat usaha di Tokyo dan dua di Osaka. Kandungan HHCH ditemukan pada produk yang diambil dari salah satu toko di Tokyo.

Pemerintah Jepang tegas melarang konsumsi ganja untuk rekreasi, dengan alasan penggunaannya berpotensi menjadi “pintu gerbang” penyalahgunaan narkoba jenis lain yang lebih keras dan berbahaya.

Selasa pekan lalu, Majelis Rendah di parlemen Jepang meloloskan rancangan undang-undang yang melegalkan produk medis yang berasal dari ganja, tetapi secara eksplisit tetap mempertahankan larangan terhadap bentuk ganja lainnya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:narkoba
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Personel Brimob NTT Kembali Gugur Diserang KKB di Distrik Titigi Intan Jaya
Tulisan selanjutnya Komisi Anti Korupsi Malaysia Bekukan Puluhan Rekening Bank Aman Palestin

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta

Berita
16 Oktober 2026 14:29
Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad
Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
PBB Catat Kenaikan Angka Kemiskinan Dunia, 1 Miliar Orang Terdampak
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah

16 Oktober 2026 14:56
Berita

Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat

15 Oktober 2026 18:48
Berita

IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

15 Oktober 2026 16:32
Berita

Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

15 Oktober 2026 14:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?