Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Pesawat C919 Made in China Bersuku Cadang Asing Dipamerkan di Hong Kong

Ama Farah
Terakhir diupdate: 16 Desember 2023 08:37 8:37 am
Ama Farah
Dipublikasikan 16 Desember 2023 08:37
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Pesawat penumpang China C919 buatan dalam negeri hari hari Selasa terbang pertama kali ke luar China daratan untuk dipamerkan di Hong Kong. Pesawat yang masih banyak menggunakan suku cadang buatan asing itu dikabarkan sudah mendapat cukup banyak pesanan.

Saat ini dipajang di Bandara Internasional Hong Kong, C919 akan terbang di atas Pelabuhan Victoria di kota bisnis itu pada hari Sabtu (16/12/2023). Pesawat buatan perusahaan plat merah Commercial Aircraft Corp of China (COMAC) didampingi pendahulunya ARJ21, pesawat regional berukuran lebih kecil berkapasitas 78–90 penumpang.

The C919, pesawat langsing bermesin ganda dengan kapasitas 168 penumpang itu diharapkan dapat menyaingi pesawat asing populer sejenis seperti seperti Boeing 737 MAX dan Airbus A320.

Pendaratan perdana di Hong Kong itu terwujud sekitar tujuh bulan setelah pesawat melakukan penerbangan komersial perdananya. Pesawat ini telah dikembangkan selama 16 tahun dan mengalami banyak penundaan.

Pemimpin Hong Kong John Lee pada hari Rabu (13/12/2023) memuji pengembangan C919 dan ARJ21 sebagai “tonggak penting” dalam sektor penerbangan China, lansir AFP.

Baca Juga

Waketum PBNU KH Zulfa Mustofa Luncurkan Kitab Ithafu Ummati Al Muqtafa Jelang Muktamar PBNU ke 35
Waketum MUI: Penulis Muslim Harus Jadi Penjaga Otoritas Ilmu di Era Digital
MUI Gelar IACFS ke-10, Perkuat Peran Fatwa dalam Mewujudkan Perdamaian Dunia
MUI Matangkan Persiapan Kongres Umat Islam Indonesia VIII, Bahas Isu Strategis Keumatan dan Kebangsaan
BMIWI Gelar Milad ke-59, Canangkan Hari Majelis Taklim Nasional di Masjid Istiqlal

C919 menerima sertifikasi resmi untuk terbang tahun lalu setelah lebih dari satu dekade dalam pengembangan. Dua jet C919 yang beroperasi antara kota Shanghai dan Chengdu telah mengangkut lebih dari 60,00 penumpang, kata pejabat terkait.

C919 memiliki kapasitas 158 sampai 192 kursi dengan daya tempuh maksimal 5.555 kilometer, imbuh mereka.

China berinvestasi besar-besaran pada proyek pesawat jet buatan dalam negeri ini karena negara tersebut ingin mencapai swasembada pesawat, meskipun banyak suku cadang C919 masih banyak bersumber dari luar negeri. Mesin C919, misalnya, berasal dari CFM International, perusahaan patungan antara GE Aerospace dari Amerika Serikat dan Safran Aircraft Engines dari Perancis. Sementara ban C919 dibuat oleh perusahaan ban raksasa Prancis Michelin, menurut laporan Quartz seperti dilansir Fox Business.

Sampai awal pekan ini, pesawat tersebut telah menerima 1.061 pesanan dari lebih dari 30 klien, kata pejabat terkait dalam sebuah pernyataan. Namun, mereka belum mendapatkan pembeli internasional.

COMAC belum secara resmi mempublikasikan harga C919. Laporan yang diterbitkan oleh Pilotpassion, portal pemantau industri penerbangan, mengatakan pesawat tersebut kemungkinan dibanderol sekitar $90-100 juta. Jika benar, harga tersebut cukup kompetitif mengingat Airbus A320neo dijual dengan harga $111 juta dan Boeing 737 MAX 8 dipasarkan seharga $121 juta.”

Asia dan China menjadi target bagi pabrikan Eropa Airbus dan pesaingnya dari Amerika, Boeing. Keduanya berupaya memanfaatkan permintaan pesawat kelas menengah. Awal 2023, Airbus mengumumkan rencana untuk melipatgandakan kapasitas produksinya di China. Mereka juga menandatangani kesepakatan untuk mendirikan lini perakitan akhir kedua untuk A320 di Tianjin.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:C919chinaComac
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kuburan Gaza Citra Satelit Menunjukkan Bahkan Kuburan Tak Luput dari Serangan Israel
Tulisan selanjutnya Berkaitan dengan Hamas Warga Rotterdam Ditangkap dengan Tuduhan Terorisme

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ledakan di Damaskus Dekat Hotel Presiden Prancis Menginap,18 Orang Terluka

Berita
7 Juli 2026 19:22
PUI Dukung Perpres 111/2025 Soal LGBT, Ketahanan Keluarga Penting bagi Pertahanan Nasional
Hubungan Agama dan Sains
Prosesi Pemakaman Dimulai Rakyat Iran Berkabung Meratapi Kematian Ayatullah Ali Khamenei
Seorang Dokter Jerman Bunuh Sedikitnya 15 Pasien

Terbaru

  • Waketum PBNU KH Zulfa Mustofa Luncurkan Kitab Ithafu Ummati Al Muqtafa Jelang Muktamar PBNU ke 35
  • Waketum MUI: Penulis Muslim Harus Jadi Penjaga Otoritas Ilmu di Era Digital
  • MUI Gelar IACFS ke-10, Perkuat Peran Fatwa dalam Mewujudkan Perdamaian Dunia
  • MUI Matangkan Persiapan Kongres Umat Islam Indonesia VIII, Bahas Isu Strategis Keumatan dan Kebangsaan
  • BMIWI Gelar Milad ke-59, Canangkan Hari Majelis Taklim Nasional di Masjid Istiqlal
  • Hampir 6.000 Awak Kapal Masih Tertahan di Teluk Arab
  • Kisah Yono, Tangan Kanan Ustadz Adi Hidayat yang Ogah Jadi Komisaris
  • Amnesty Kecam Pemberian Tanda Kehormatan pada Modi karena Rekam Jejak HAM
  • Seorang Dokter Jerman Bunuh Sedikitnya 15 Pasien
  • TikTok Laporkan Penonaktifan 1,7 Juta Akun Anak ke Komdigi

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Hampir 6.000 Awak Kapal Masih Tertahan di Teluk Arab

9 Juli 2026 16:05
Berita

Kisah Yono, Tangan Kanan Ustadz Adi Hidayat yang Ogah Jadi Komisaris

9 Juli 2026 15:31
Berita

Amnesty Kecam Pemberian Tanda Kehormatan pada Modi karena Rekam Jejak HAM

9 Juli 2026 13:42
Berita

TikTok Laporkan Penonaktifan 1,7 Juta Akun Anak ke Komdigi

9 Juli 2026 13:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?